Saturday, June 20, 2026
Ustadz Firanda Andirja Official
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • AL QURAN
  • AQIDAH
  • BANTAHAN
  • EBOOK
  • APLIKASI
    • BEKAL ISLAM
    • QURAN TADABBUR
  • BERANDA
  • AL QURAN
  • AQIDAH
  • BANTAHAN
  • EBOOK
  • APLIKASI
    • BEKAL ISLAM
    • QURAN TADABBUR
No Result
View All Result
Ustadz Firanda Andirja Official
No Result
View All Result
Home KELUARGA

Tetap Setia Walau Istri Telah Tiada…

October 22, 2014
in KELUARGA
0
Tetap Setia Walau Istri Telah Tiada…
652
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Cinta setia…cinta sampai mati… itulah janji atau perkataan yang sering diungkapkan oleh seorang pasutri kepada pasangannya…
Akan tetapi jika hanya janji dan berkata-kata indah, maka hampir semua lelaki mampu mengutarakannya…sebagaimana hampir seluruh istri pandai menghiasinya…
Akan tetapi benarkah cinta setia tersebut tetap langgeng setelah perginya istri…?
Ataukah sang suami menikah lagi dan melupakan istrinya tersebut…??
Sebaliknya juga seorang wanita, apakah jika suaminya telah meninggal ia tetap selalu mengenang kebaikan suaminya?, tetap mencintainya…?
Berikut cerita yang indah tentang suami sholeh yang setia terhadap istrinya yang sholehah yang telah tiada…

Al-Maqrizi rahimahullah dalam kitabnya دُرَرُ الْعُقُوْدِ الْفَرِيْدَةِ فِي تَرَاجُمِ الْأَعْيَانِ الْمُفِيْدَةِ  bercerita tentang istrinya yang sholehah yang telah meninggal dalam usia yang sangat muda yaitu 20 tahun yang bernama Safro bintu Umar rahimahllahu, wafat pada tahun 790. Beliau rahimahullah bercerita pada jilid 2/97-98 bahwa istrinya tersebut lahir di Al-Qohiroh (Mesir) pada tahun 770 H, lalu ia menikah dengannya pada tahun 782 H (yaitu istrinya masih berumur 12 tahun). Dari pernikahan tersebut lahirlah putranya Muhammad Abul Mahasin pada tahun 786 H. Qoddarullah ternyata pada tahun yang sama di bulan Ramadhan Al-Maqrizi menjatuhkan talak (cerai) terhadap istrinya tersebut. Namun atas kehendak Allah ternyata mereka menikah lagi 2 tahun seteleh perceraian yaitu pada tahun 788 H. Setelah itu istrinya pun melahirkan putra Al-Maqrizi yang lain yaitu Ali Abu Hisyaam pada bulan Dzulhijjah tahun 789 H, ternyata 3 bulan kemudian istrinya tersebut sakit. Akhirnya istrinya pun meninggal dunia di usia yang masih sangat muda 20 tahun. Setelah itu Al-Maqrizi rahimahullah berkata :

واتّفق أني كنتُ أكثر من الاستغفار لها بعد موتها، فأُريتُها في بعض الليالي وقد دَخَلت عليَّ بهيئتها التي كفنتها بها، فقلتُ لها -وقد تذكّرتُ أنها ميتة-: يا أم محمد، الذي أُرسِله إليكِ يصل ؟ أعني استغفاري لها، فقالت: نعم يا سيدي، في كل يوم تصل هديتك إليَّ، ثم بكت وقالت: قد علمتَ يا سيدي أني عاجزة عن مكافأتك، فقلتُ لها: لا عليكِ، عمّا قليل نلتقي. وكانت غفر الله لها -مع صغر سنها- مِن خير نساء زمانها عِفّة وصيانة وديانة وثقة وأمانة ورزانة، ما عُوّضتُ بعدها مثلها

“Dan kebetulan aku sering mendoakan istighfar (ampunan) baginya setelah wafatnya. Maka pada suatu malam aku bermimpi bertemu dengannya, ia datang menemuiku dalam kondisinya tatkala aku mengafankannya. Akupun berkata kepadanya -dan aku ingat ia telah meninggal dunia- : “Wahai ummu Muhammad, apakah apa yang aku kirimkan kepadamu sampai?, -maksudku adalah aku berdoa memohonkan ampunan (istighfar) baginya-“. Maka iapun berkata, “Iya wahai tuanku (suamiku), setiap hari sampai hadiahmu kepadaku”. Lalu iapun menangis dan berkata, “Sungguh engkau tahu wahai tuanku (suamiku) bahwa aku tidak mampu untuk membalas kebaikanmu”. Maka aku berkata kepadanya, “Tidak usah kau pikirkan hal itu, sebentar lagi kita akan bertemu”.

Istriku tersebut -semoga Allah mengampuninya- meskipun masih sangat muda akan tetapi ia termasuk wanita yang terbaik di zamannya, menjaga harga dirinya, menjaga agamanya, terpercaya, penuh amanah dan tegar. Setelahnya aku tidak pernah digantikan istri sepertinya” (Ad-Duror 2/99)

Setelah itu Al-Maqrizi mengucapkan sebuah sya’ir :

أبكي فِرَاقَهُم عَيْنِي فأَرَّقَهاَ      إِنَّ التَّفَرُّقَ لِلأَحْبَابِ بَكَّاءُ

 Aku menangisi perpisahan dengan mereka….jadilah mataku tidak bisa tidur…

Sungguh perpisahan dengan para kekasih meru
pakan tangisan….

  (Ad-Duror 2/99)

Faidah :

1, Perceraian bisa jadi bukanlah akhir dari kisah cinta, ternyata Allah mengembalikan Al-Maqrizi rahimahullah seteleh bercerai dengan istrinya 2 tahun

2, Yang menjadikan suami setia dengan cintanya adalah kesholehan dan kebaikan istrinya, itulah yang tidak akan terlupakan oleh suami meskipun sang istri telah tiada

3, Pentingnya senantiasa mendoakan istri yang telah tiada, terutama memohonkan ampunan baginya. Para ulama telah sepakat bahwa doa yang masih hidup untuk orang yang sudah meninggal bermanfaat.

4, Cinta yang setia bukanlah dengan ucapan, akan tetapi bagaimana bisa tetap berbuat baik bagi pasangan hidup meskipun telah tiada. Diantaranya adalah sering mendoakannya,

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 28-12-1435 H / 22-110-2014 M
Abu Abdil Muhsin Firanda
www.firanda.com

 

Previous Post

Begitu Singkatnya Umur Manusia

Next Post

RENUNGAN AKHIR TAHUN

Next Post
RENUNGAN AKHIR TAHUN

RENUNGAN AKHIR TAHUN

Comments 0

  1. Abu Ismail says:
    12 years ago

    Baarokalloohu fiik..

    Reply
  2. Irham Mulyadi says:
    12 years ago

    syukron. jazakallahu khairon

    Reply
  3. abu dzacky says:
    12 years ago

    Subhanallah
    Cinta karena Allah

    Reply
  4. Reddy Prayudie says:
    12 years ago

    Subhanallah
    Sangat Inspiratif

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ABOUT US

Suspendisse mollis interdum magna eget laoreet. Quisque vitae accumsan lacus. Vivamus auctor, nibh in cursus faucibus, tortor felis gravida sem, at fringilla mi felis eget justo.

Follow us

RECENT NEWS

  • 10 Kiat-kiat Menjaga Bersihnya Hati
  • 20 Argumentasi Yang Salah Dalam Beragama
  • Cahaya di Atas Cahaya
  • BISA JADI YANG KAMU BENCI, BAIK BAGIMU

CATEGORIES

  • ADAB DAN AKHLAK
  • AQIDAH
  • INFO
  • KELUARGA
  • KHUTBAH
  • MANHAJ
  • NASIHAT
  • STATUS FACEBOOK
  • TEMATIK
  • Uncategorized
  • uncategory
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • AL QURAN
  • AQIDAH
  • BANTAHAN
  • EBOOK
  • APLIKASI
    • BEKAL ISLAM
    • QURAN TADABBUR

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.