Monday, August 31, 2026
Ustadz Firanda Andirja Official
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • AL QURAN
  • AQIDAH
  • BANTAHAN
  • EBOOK
  • APLIKASI
    • BEKAL ISLAM
    • QURAN TADABBUR
  • BERANDA
  • AL QURAN
  • AQIDAH
  • BANTAHAN
  • EBOOK
  • APLIKASI
    • BEKAL ISLAM
    • QURAN TADABBUR
No Result
View All Result
Ustadz Firanda Andirja Official
No Result
View All Result
Home RAMADHAN

Kapan Waktu Malam Lailatul Qadar?

May 3, 2021
in RAMADHAN
0
kapan malam lailatul qadar

Ilustrasi Moon #unsplash

916
SHARES
1.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kapan Waktu Malam Lailatul Qadar?

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam pernah diberi tahu oleh Allah kapan itu lailatul qadar. Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ke luar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat, beliau bersabda:

ุฅูู†ู‘ููŠ ุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชู ู„ูุฃูุฎู’ุจูุฑูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ููŽุชูŽู„ูŽุงุญูŽู‰ ููู„ูŽุงู†ูŒ ูˆูŽููู„ูŽุงู†ูŒุŒ ููŽุฑูููุนูŽุชู’ุŒ ูˆูŽุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ูŽูƒูู…ู’ุŒ ููŽุงู„ู’ุชูŽู…ูุณููˆู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุชู‘ูุณู’ุนู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุณู

โ€œAku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya. Mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di Sembilan (malam Sembilan terakhir, yaitu maksudnya malam ke 21), tujuh (maksudnya malam ke 23), dan lima (malam ke 25).โ€ (HR Al-Bukhari no 49)

Sehingga kapan pastinya tidak diketahui lagi jatuhnya malam lailatul qadar. Hadits ini juga menjadi dalil bahwasanya rahmat Allah bisa terangkat gara-gara pertengkaran. Padahal sebelumnya Nabi telah mengetahui kapan lailatul qadar akan tetapi setelah terjadinya pertengkaran, beliau menjadi lupa. Akhirnya tidak diketahui kapan tepatnya lailatul qadar.

Terangkatnya lailatul qodar merupakan mushibah, akan tetapi Nabi berkata โ€œBisa jadi itu lebih baik bagi kalianโ€. Karena diantara hikmah Allah menyembunyikan kapan lailatul qodar agar kaum muslimin beribadah kepada Allah 10 hari terakhir seluruhnya, karena kalau diketahui dengan pasti kapan lailatul qodar maka kebanyakan orang hanya semangat beribadah pada malam tersebut saja, sementara panen pahala bukan hanya di malam lailatul qodar, akan tetapi seluruh malam Ramadhan adalah musim panen pahala terutama 10 hari terakhir. Oleh karenanya terkadang tersebar di medsos bahwasanya malam ini atau malam itu adalah lailatul qodar dengan memastikan maka hal ini bertentangan dengan hikmah yang dikehendaki oleh Allah.

Nabi mengatakan:

ุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽูˆู’ุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ููู‰ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œCarilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.โ€ (HR. Bukhari no. 2017)

Akan tetapi pastinya malam ganjil yang ke berapa masih menimbulkan tanda tanya. Para ulama banyak membahas tentang masalah ini. Dijumpai sebagian sahabat seperti Ubay bin Kaโ€™ab pernah bersumpah tentang kapan malam lailatul qadar itu secara pasti.

ุนูŽู†ู’ ุฃูุจูŽู‰ูู‘ ุจู’ู†ู ูƒูŽุนู’ุจู โ€“ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูุจูŽู‰ูŒู‘ ููู‰ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ูู‘ู‰ ู„ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ูŽุง ู‡ูู‰ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ูŽู‘ุชูู‰ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุจูู‚ููŠูŽุงู…ูู‡ูŽุง ู‡ูู‰ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ

Dari Ubay bin Kaโ€™ab radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata mengenai malam lailatul qadar, โ€œDemi Allah, aku sungguh mengetahuiย malam tersebut. Malam tersebut adalah malam yang Allah memerintahkan untuk menghidupkannya dengan shalat malam, yaitu malam ke-27 dari bulan Ramadhan.โ€ (HR Muslim no. 762)

Juga dalam hadits yang lain dari โ€˜Abdah dan Ashim bin Abi An Nujud, mereka mendengar Zirr bin Hubaisy berkata,

ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฃูุจูŽูŠู‘ูŽ ุจู’ู†ูŽ ูƒูŽุนู’ุจู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุฎูŽุงูƒูŽ ุงุจู’ู†ูŽ ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ูู…ู ุงู„ู’ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูŠูุตูุจู’ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู: ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุชู‘ูŽูƒูู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูุŒ ุฃูŽู…ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ุนูŽู„ูู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุญูŽู„ูŽููŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽุซู’ู†ููŠุŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽุŒ ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ุจูุฃูŽูŠู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ุชูŽู‚ููˆู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽุŸ ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุฐูุฑูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุจูุงู„ู’ุนูŽู„ูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูุงู„ู’ุขูŠูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุชูŽุทู’ู„ูุนู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐูุŒ ู„ูŽุง ุดูุนูŽุงุนูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง

โ€œAku pernah bertanya kepadaย Ubay bin Kaโ€™ab, aku berkata, sesungguhnya saudaramu Ibnu Masโ€™ud berkata, barangsiapa mendirikan shalatย malam selama setahun pasti akan mendapatkan Lailatul Qadrโ€, Ubay bin Kaโ€™ab berkata, โ€œSemoga Allahย merahmatinya, beliau bermaksud agar orang-orang tidak bersandar (pada malam tertentu untuk mendapatkanย Lailatul Qadr), walaupun beliau (Ibnu Masโ€™ud) sudah tahu bahwa malam Lailatul Qadr itu di bulan Ramadhan, dan terdapat padaย sepuluh malam terakhir, dan pada malam yang ke dua puluh tujuhโ€. Kemudian Ubay bin Kaโ€™ab bersumpah tanpaย istitsnaaโ€™ (tanpa menyebutkan kata InsyaAllah setelahnya), dan yakin bahwa malam itu adalah malam yang ke dua puluh tujuh. Aku (Zirr) berkata, โ€œDengan apaย (sehingga) engkau berkata demikian wahai Abul Mundzir?โ€ Beliau berkata, โ€œDengan tanda yang pernah Rasulullahย kabarkan kepada kami, yaitu matahari terbit pada pagi harinya tanpa sinar yang terik.โ€ (HR Muslim no. 762)

Namun terdapat riwayat-riwayat lain tentang terjadinya malam lailatul qadar selain malam ke 27 Ramadhan seperti dalam hadits Abu Saโ€™id al-Khudri bahwa malam lailatul qodar pernah terjadi di zaman Nabi pada malam ke 21.

Nabi berkata ketika itu:

ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูุฑููŠุชู ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูู†ู’ุณููŠุชูู‡ูŽุงุŒ ููŽุงุจู’ุชูŽุบููˆู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑูุŒ ูˆูŽุงุจู’ุชูŽุบููˆู‡ูŽุง ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ูˆูุชู’ุฑูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู†ููŠ ุฃูŽุณู’ุฌูุฏู ูููŠ ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุทููŠู†ู

โ€œDan sungguh aku telah diperlihatkan malam ini kapan lailatul qodar lalu aku dilupakan, maka carilah lailatul qodar di sepuluh malam terakhir dan carilah di setiap malam ganjil. Dan sungguh aku telah melihat (tatkala lailatul qodar) aku sujud di atas air dan becekโ€

Abu Saโ€™id al-Khudri berkata:

ููŽุงุณู’ุชูŽู‡ูŽู„ู‘ูŽุชู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูููŠ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ููŽุฃูŽู…ู’ุทูŽุฑูŽุชู’ุŒ ููŽูˆูŽูƒูŽููŽ ุงู„ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ูููŠ ู…ูุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽุŒ ููŽุจูŽุตูุฑูŽุชู’ ุนูŽูŠู’ู†ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽู†ูŽุธูŽุฑู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู†ู’ุตูŽุฑูŽููŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ูˆูŽูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ู…ูู…ู’ุชูŽู„ูุฆูŒ ุทููŠู†ู‹ุง ูˆูŽู…ูŽุงุกู‹

โ€œMaka muculah tanda-tanda mau hujan di malam tersebut, lalu turunlah hujan. Lalu hujan masuk melalui sela-sela atap masjid pada malam 21. Lalu mataku melihat Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam, dan aku melihat beliau selesai sholat subuh dan wajah beliau penuh dengan air dan becekโ€ (HR Al-Bukhari no 2018)

Ini dalil bahwa lailatul qodar pernah terjadi pada malam 21 dan turun hujan ketika itu.

Karenanya para ulama berselisih tentang kapan lailatul qodar. Adapun ulama syafiโ€™iyah maka secara umum mereka berselisih menjadi dua pendapat. Al-Imam Asy-Syafiโ€™i berpendapat bahwa lailatul qodar terdapat di malam tertentu diantara malam-malam ganjil 10 malam terakhir dan malam tersebut tidak berpindah-pindah. Namun sangat diharapkan bahwa malam tersebut adalah malam ke 21 atau malam ke 23. Adapun al-Muzani (yang merupakan murid langsung Imam Asy-Syafiโ€™i) berpendapat bahwa malam lailatul qodar berpindah-pindah dari satu tahun ke tahun yang lain. Dan ini pendapat yang dikuatkan oleh An-Nawawi (lihat Al-Majmuuโ€™ syarh Al-Muhadzdzab 6/450). Dan ini pendapat yang lebih kuat berdasarkan hadits-hadits yang lalu bahwa di zaman Nabi pernah terjadi lailatul qodar malam ke 21 dan juga malam ke 27. Menurut An-Nawawi pendapat inilah satu-satunya cara yang bisa mengkompromikan hadits-hadits tersebut. Wallahu aโ€™lam bis showaab.

Malam Lailatul Qadar Hendaknya Memperbanyak Ibadah

Hendaknya setiap muslim benar-benar memanfaatkan malam-malam tersebut untuk mencari malam lailatul qadar. Nabi bersabda tentang keutamaan orang yang beribadah pada malam lailatul qadar:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู

โ€œBarangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.โ€ (HR Bukhari no. 1901)

Pada malam itu pula dianjurkan untuk membaca sebuah doa. Dalam sebuah hadits, dari โ€˜Aisyah, ia berkata, โ€œAku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doโ€™a yang mesti kuucapkan?โ€ Nabi bersabda:

ย ู‚ููˆู„ูู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุนูŽูููˆูŒู‘ ุชูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ููŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ูู‘ู‰

โ€œBerdoโ€™alah: Allahumma innaka โ€˜afuwwun tuhibbul โ€˜afwa faโ€™fuโ€™anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).โ€ (HR Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850)

Maka hendaknya setiap muslim menghidupkan malam-malam tersebut. Mengisinya dengan berbagai macam ibadah mulai dari shalat, membaca Al-Quran, berdzikir, beristighfar, semua itu dilaksanakan dengan penuh keimanan dan keyakinan terhadap janji Allah. Dan lebih baik lagi jika seseorang beriโ€™tikaf di 10 hari terakhir sehingga berada dalam kondisi sempurna tatkala malam lailatul qodar.

Artikel ini diambil dari Tafsir Juz ‘Amma Surat Al-Qadar Karya DR. Firanda Andirja, MA.

Tags: lailatul qadarlailatul qodarmalam lailatul qadartanda lailatul qadar
Previous Post

Hukum-Hukum I’tikaf – Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Next Post

Panduan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha Lengkap

Next Post
panduan lengkap shalat hari raya idul fitri dan idul adha

Panduan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha Lengkap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ABOUT US

Suspendisse mollis interdum magna eget laoreet. Quisque vitae accumsan lacus. Vivamus auctor, nibh in cursus faucibus, tortor felis gravida sem, at fringilla mi felis eget justo.

Follow us

RECENT NEWS

  • Siksaan Batin Penghuni Neraka
  • Perjanjian Antara Manusia Dengan Allah
  • Tadabbur Surat Al-Ikhlas
  • 10 Kiat-kiat Menjaga Bersihnya Hati

CATEGORIES

  • ADAB DAN AKHLAK
  • AQIDAH
  • INFO
  • KELUARGA
  • KHUTBAH
  • MANHAJ
  • NASIHAT
  • QURAN TADABBUR
  • STATUS FACEBOOK
  • TEMATIK
  • Uncategorized
  • uncategory
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • AL QURAN
  • AQIDAH
  • BANTAHAN
  • EBOOK
  • APLIKASI
    • BEKAL ISLAM
    • QURAN TADABBUR

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.