Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 18 May 2013 Klik: 2387
Print

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Sosok yang paling Alim dalam memahami Kitab & Sunnah, dan sosok yang paling konsisten dalam mengikutinya.

(tanggapan dan nasehat kepada Ust. M.Ramli atas tulisannya yang berjudul: IBNU TAIMIYAH, ULAMA KONTROVERSIAL DALAM BANYAK PERSOALAN)

Ust. Ramli berkata: SUNNI: “Hukum tawasul dan istighatsah dengan Nabi SAW maupun wali yang sudah wafat, bukan tertanam di dalam benak Muslim Sunni sekarang, akan tetapi merupakan ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat, ulama Salaf dan Ahli Hadits. Justru Ibnu Taimiyah adalah orang pertama yang mengharamkan tawasul dan istighatsah dengan Nabi SAW atau wali setelah wafat."

Saya: di sini ust. Ramli telah menelan kembali ucapannya sendiri dengan mengatakan "Justru Ibnu Taimiyyah adalah orang yang pertama mengharamkan tawassul dan Istighatsah", padahal sebelumnya dengan samar-samar ia menegaskan bahwa Ibnu Taimiyyah membolehkan Istighatsah. Hadahullah

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 16 May 2013 Klik: 3299
Print

(Bantahan terhadap Ust. Muhammad Ramli Idurs yang menuduh beliau mendukung Istighatsah )

Ust. M.Ramli Idrus berkata:

"Kaum Wahabi mengkafirkan orang yang beristighatsah. Apabila mereka konsisten dengan pandangan tersebut, harusnya mereka juga mengkafirkan Ibnu Taimiyah yang menganjurkan istighatsah, mengkafirkan Ibnu Umar, ulama salaf, Imam al-Bukhari dan ahli hadits yang beristighatsah atau menganjurkannya."

Ada beberapa hal yang harus diluruskan dari  Ust. M. Ramli dan sekutunya  dengan perkataannya di atas, di antaranya adalah:

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 14 May 2013 Klik: 4428
Print

adakah dalil anjuran Istighatsah(Bantahan terhadap Ust. Muhammad Ramli Idurs yang menuduh beliau mendukung Istighatsah )

الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى أله وأصحابه ومن تبعهم بالتوحبد الى يوم الميعاد أما بعد :

Karena keyakinan dianjurkannya Istighatsah kepada makhluk yang telah mengakar di dalam diri seorang ust. M.Ramli Idrus, iapun akhirnya memaksakan diri untuk mencari dan merangkai tulisan sebagai bekingan atas keyakinan itu, di antara yang telah ia tulis adalah sebuah status di laman FBnya yang ia beri judul:

IBNU TAIMIYAH MEMPERMALUKAN KAUM WAHABI YANG ANTI ISTIGHATSAH

Dan berikut tulisan Ust.M.Ramli Idrus selengkapnya:

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 04 May 2013 Klik: 8026
Print

Al-Ustadz Muhammad Idrus Ramli berkata :

((WAHABI: “Menurut salah seorang ustadz kami (Firanda), riwayat dari Khalifah Umar, tentang suguhan makanan oleh keluarganya kepada para pentakziyah, adalah dha’if. Mengapa Anda sampaikan?”

SUNNI: “Kami pengikut ahli hadits dan Ahlussunnah Wal-Jama’ah, bukan pengikut Wahabi seperti Anda. Coba Anda perhatikan perkataan Imam Ahmad bin Hanbal:

إذا روينا عن رسول الله صلى الله عليه و سلم في الحلال والحرام والسنن والأحكام تشددنا في الأسانيد وإذا روينا عن النبي صلى الله عليه و سلم في فضائل الأعمال وما لا يضع حكما ولا يرفعه تساهلنا في الأسانيد

Dalam pernyataan tersebut, yang diperketat dalam penerimaan riwayat itu, kalau berupa hadits dari Rasulullah SAW.

Berarti kalau bukan hadits Nabi SAW, seperti atsar Khalifah Umar, tidak perlu diperketat. Tolong Anda fahami dengan baik)) demikian perkataan Al-Ustadz Muhammad Idrus Ramli

Kesimpulan dari pernyataan beliau ini sebagai berikut:

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 02 May 2013 Klik: 10781
Print

(Mengkritisi Tuduhan Ustadz Idrus Ramli bahwa Wahabi adalah PEMBOHONG)

Al-Ustadz Muhammad Idrus Ramli adalah Aktivis Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Cabang Jember dan Dewan Pakar ASWAJA Center PWNU Jawa Timur, peneliti dan pemerhati wacana pemikiran kontemporer.

Al-Ustadz Muhammad Idrus Ramli berkata : ((Berkaitan dengan tradisi kenduri kematian ini, ada beberapa pendapat di kalangan para ulama yang perlu kita jadikan renungan, agar tidak gegabah dan radikal dalam menyikapinya.
Pertama, menurut mayoritas ulama kenduri kematian hukumnya makruh, tetapi kemakruhan ini tidak sampai menghilangkan pahala sedekah yang dilakukan. Jadi dilihat dari proses pelaksanaanya, dihukumi makruh, tetapi dilihat dari esensi sedekahnya tetap mendatangkan pahala. Akan tetapi hukum makruh ini akan meningkat volumenya menjadi hukum haram, apabila makanan tersebut diambilkan dari harta ahli waris yang mahjur (tidak boleh mengelola hartanya seperti anak yatim dan belum dewasa), atau dapat menimbulkan madarat bagi keluarga si mati.

Dan hukum makruh ini akan menjadi hilang, apabila makanan yang dihidangkan merupakan hasil dari sumbangan dan kontribusi tetangga seperti yang seringkali terjadi dalam budaya nusantara)) (lihat : http://statustadz.blogspot.com/2013/04/tradisi-kenduri-kematian_23.html)

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 30 April 2013 Klik: 6963
Print

shalat di kuburan makruh(Perihal Makruhnya Sholat di kuburan dan Ritual Tahlilan)

"Makruh kok dilarang!!??", inilah dalih yang dianggap dalil oleh sebagian orang yang mengaku bermadzhab syafi'i untuk melegalisasi perkara-perkara yang dimakruhkan/dibenci oleh para ulama madzhab syafi'iyah.

Tatkala disampaikan kepada sebagian mereka bahwa ulama madzhab syafi'iyah membenci sholat di kuburan dan membangun masjid di atas kuburan dalam rangka mencari keberkahan, demikian juga para ulama syafi'iyah membenci acara kumpul-kumpul di rumah mayat setelah lebih dari tiga hari, maka  dengan mudah mereka akan menjawab, "Kan hukumnya hanya dibenci alias makruh, tidak sampai haram. Maka janganlah kalian melarang!, sungguh aneh kalian  kaum wahabi!"

Lantas dengan dalih ini maka merekapun menjadi semakin semangat untuk sholat di kuburan atau mencari keberkahan di kuburan!!!

Kita katakan, justru mereka inilah yang ANEH bin AJAIB, kok perkara-perkara yang makruh/dibenci malah semakin dilestarikan dan dihidupkan?! Perkara-perkara yang dibenci Allah kok malah dicintai mereka?

Perkara-perkara yang dibenci Allah kok malah seperti perkara yang sunnah atau bahkan wajib!
Bukankah Makruh Tanzih artinya jika ditinggalkan mendapat pahala? Kok malah semangat dikerjakan?

Terlebih lagi ternyata tidak semua yang divonis "MAKRUH" oleh para ulama syaifi'iyah maka artinya jika dikerjakan tidak mengapa dan jika ditinggalkan dapat pahala.

Bahkan banyak dari perkara yang divonis oleh Imam As-Syafi'i dengan makruh ternyata maksud beliau adalah HARAM!

Berikut perkara-perkara yang penting diperhatikan dalam memahami makna "MAKRUH" dalam perkataan para ulama madzhab Syafi'iyah.

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 28 April 2013 Klik: 24050
Print

hukum tahlilan(Catatan Terhadap Tulisan Ustadz Muhammad Idrus Ramli dan Kiyai Tobari Syadzili)

Telah lalu tulisan saya tentang pengingkaran para ulama Syafi'iyah terhadap acara ritual tahlilan (silahkan dibaca kembali di Tahlilan adalah Bid'ah Menurut Madzhab Syafi'i.

Dan hingga saat ini saya masih berharap masukan dari para ustadz-ustadz ASWAJA yang mengaku bermadzhab Syafi'iyah untuk mendatangkan nukilan dari ulama syafi'iyah yang mu'tabar dalam madzhab mereka yang membolehkan acara ritual tahlilan!!!

Jika ada nukilannya, maka harus dilihat manakah yang menjadi madzhab yang mu'tamad (patokan) dalam madzhab syafi'iyah? Terlebih-lebih lagi jika tidak didapat nukilan sama sekali!

Imam Malik Membolehkan Tahlilan

Dalam tulisannya di status di facebook yang berjudul TRADISI KENDURI KEMATIAN, Ustadz Idrus Ramli tidak menyebutkan ulama madzhab fikih syafi'i yang mendukungnya dalam membolehkan kenduri Tahlilan. Akan tetapi al-ustadz berpindah ke madzhab maliki dan menyebutkan bahwa madzhab maliki bahkan Imam Malik bin Anas rahimahullah membolehkan kenduri kematian.

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 25 November 2012 Klik: 5991
Print

TIGA KEDUSTAAN IDAHRAM (ATAS BUKU TARIKH NAJD)

Idahram berkata

((disebutkan :

إن عثمان بن معمر مشرك كافر، فلما تحقق أهل الإسلام من ذلك تعاهدوا على قتله بعد انتهائه من صلاة الجمعة وقتلناه وهو في مصلاه بالمسجد في رجب 1163هـ وفي البوم الثالث لمقتله جاء محمد بن عبد الوهاب إلى العيينة فعيّن عليهم مشاري بن معمر وهو من أتباع محمد بن عبد الوهاب

"Sesungguhnya Utsman ibnu Mu'ammar –penguasa Uyainah- adalah seorang musyrik yang kafir. Maka ketika orang-orang Islam menyadari itu, mereka bersepakat untuk membunuhnya setelah selesai melaksanakan sholat jum'at. Kami telah berhasil membunuhnya di dalam masjid bulan Rajab tahun 1163 H. Pada hari ketiga dari peristiwa pembunuhan itu, Muhammad ibnu Abdil Wahhab mengungjungi Uyainah untuk mengangkat Musyari ibnu Mu'ammar yang merupakan pengikut Muhammad ibnu Abdil Wahab" (Ibnu Ghannam ; Taariikh Najd, op.cit., h.97)

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 21 November 2012 Klik: 5860
Print

WAHABI MEMBUNUH RIBUAN UMAT ISLAM DI MAKAH DAN MADINAH ??!

Idahram berkata ;

((Setelah Wahabi menyerang kota Thaif dan membunuh umat Islam serta ulamanya, mereka menyerang tanah mulia Makkah al-Mukarromah tahun 1803 M-1804 M (1218 H-1219 H). Hal ini seperti dinyatakan oleh pengkaji sejarah, Abdullah ibnu Asy-Syariif Husain dalam kitabnya yang berjudul Sidqu al-Akhbaar fi Khawaarij al-Qorni 'Asyar. Sedangkan pengkaji sejarah berfaham wahabi, Utsman ibnu Abdillah ibnu Bisyr al-Hanbali an-Najdi (dalam kitabnya 'Unwan al-Majd fi Taarikh Najd) menyatakan, prahara tersebut terjadi pada tahun 1220 H. Dalam kedua kitab sejarah tersebut, diceritakan kezaliman Wahabi di tanah suci Makah, diantaranya adalah :

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 17 November 2012 Klik: 24197
Print

KOLEKSI DUSTA PEMERINTAH IRAN
Kalau Nggak Bohong, Bukan Syi'ah Namanya !!!


Al-Imam Asy-Syafii berkata :

لَمْ أَرَ أَحَدًا أَشْهَدَ بِالزُّورِ مِنَ الرَّافِضَةِ

"Aku tidak melihat seorangpun yang paling bersaksi dusta lebih dari para Rofidhoh" (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubro no 21433)
Kalau tidak hobi dusta bukan syi'ah namanya…wong taqiyyah (berdusta) merupakan aqidah yang prinsipil bagi kaum syi'ah.

Ternyata Imam Syafi'i rahimahullah telah mewanti-wanti sejak jauh-jauh hari bahwasanya syi'ah memang hobinya suka berdusta. Yang menyedihkan adalah berita dusta yang disebarkan syi'ah ini disambut dan ikut disebarkan pula oleh banyak kaum yang mengaku aswaja....

Sejak dahulu hingga saat ini banyak dusta konyol yang disebarluaskan tentang kaum wahabi. Orang yang berakal sehat tentunya tatkala membaca dusta-dusta konyol itu akan tertawa dan dipenuhi tanda tanya akan kebenarannya.

Sungguh terlalu banyak tuduhan dusta yang ditempelkan kepada sosok Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah. Diantara tuduhan-tuduhan dusta tersebut adalah :

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 16 November 2012 Klik: 6768
Print

SYUBHAT KEENAM

Diantara syubhat yang dijadikan dalih oleh para pendukung bid'ah hasanah adalah pernyataan mereka bahwa sebagian sahabat telah melakukan perbuatan-perbuatan ibadah yang bid'ah yang tidak ada dalil khusus yang menunjukkan akan hal tersebut, akan tetapi ternyata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengingkarinya. Contoh akan hal ini diantaranya :

Pertama : Kisah Khubaib radhiallahu 'anhu yang sholat dua raka'at sebelum terbunuh, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya. Abu Hurairoh radhiallahu 'anhu berkata :

فَلَمَّا خَرَجُوا مِنَ الْحَرَمِ لِيَقْتُلُوْهُ فِي الْحِلِّ قَالَ لَهُمْ خُبَيْبٌ : ذَرُوْنِي أَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ، فَتَرَكُوْهُ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ لَوْلاَ أَنْ تَظُنُّوْا أَنَّ مَا بِي جَزَعٌ لَطَوَّلْتُهَا ... فَقَتَلَهُ ابْنُ الْحَارِثِ فَكَانَ خُبَيْبٌ هُوَ سَنَّ الرَّكْعَتَيْنِ لِكُلِّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ قُتِلَ صَبْرًا

"Tatakala mereka keluar dari daerah tanah haram untuk membunuh Khubaib di tanah halal maka Khubaib berkata kepada mereka, "Biarkanlah aku sholat dua raka'at". Maka merekapun membiarkan beliau, lalau beliau sholat dua raka'at, setelah itu beliau berkata, "Kalau bukan karena kawatir kalian menyangka aku ketakutan maka tentu aku akan memanjangkan sholatku….

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 10 November 2012 Klik: 5079
Print

WAHABI MEMBUNUH RIBUAN UMAT ISLAM DI THAIF

Idahram berkata, "Salafy Wahaby juga menyerang dan memberangus kota Thaif dengan alasan membebaskannya dari kemusyrikan. Penyerangan ini terjadi pada bulan Dzulqa'dah tahun 1217 Hijriah bertepatan dengan tahun1803 Masehi. Ketika itu kota Thaif berada di bawah pemerintahan as-Syarif Ghalib, gubernur kota Mekah. Padahal sebelumnya, antara as-Syarif Ghalib dan sekte Wahabi telah menjalin kesepakatan, namun mereka melanggarnya. . .

Di kota itu, mereka membunuh ribuan penduduk sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Yang paling biadab, mereka turut menyembelih bayi yang masih di pangkuan ibunya dan wanita-wanita hamil, sehingga tiada seorang pun yang terlepas dari kekejaman wahabi" (Muhammad Muhsin al-Amiin ; Kasy al-Irtiyaab h. 18), demikian perkataan idahram dalam bukunya hal 77

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 04 November 2012 Klik: 6750
Print

Sebagian ulama Syafi'iyah yang memandang adanya bid'ah hasanah, ternyata dikenal membantah bid'ah-bid'ah yang dianggap hasanah. Yang hal ini semakin menunjukan bahwa yang dimaksud oleh mereka dengan bid'ah hasanah adalah maslahah mursalah (silahkan baca kembali artikel Syubhat-Syubhat Para Pendukung Bid'ah Hasanah)

          Semakin memperkuat bahwa yang dimaksud oleh para ulama syafi'iyah dengan bid'ah hasanah adalah maslahah mursalah, ternyata kita mendapati mereka keras mengingkari perkara-perkara yang dianggap oleh masyarakat sebagai bid'ah hasanah

A.   Pengingkaran Al-Izz bin Abdis Salam terhadap perkara-perkara yang dianggap bid'ah hasanah

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 29 October 2012 Klik: 4326
Print

BAB KEEMPAT
SEJARAH DUSTA VERSI IDAHRAM
(Koleksi kedustaan idahram)


Prolog :

Senjata yang paling utama yang digunakan oleh orang-orang yang hasad terhadap dakwah salafy wahabi adalah tuduhan bahwasanya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dan para pengikutnya mengkafirkan kaum muslimin dan menghalalkan untuk memerangi mereka. Tuduhan inilah yang selalu digembar-gemborkan oleh mereka, dan tuduhan inilah yang menjadi pembahasan utama idahram untuk menggambarkan karakter bengis yang haus darah dari sosok seorang wahabi.

Akan tetapi yang benar adalah, barang siapa yang memperhatikan sejarah dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab maka ia akan mendapati perkara-perkara berikut:

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 21 October 2012 Klik: 3306
Print

TAKFIR (MENGKAFIRKAN)


Diantara tuduhan idahram yang sangat keji terhadap kaum salafy wahabi bahwasanya mereka suka mengkafirkan kaum muslimin. Dan ini salah satu argumen Idahram untuk mengkafirkan kaum salafy wahabi

Padahal, perkaranya adalah sebaliknya, justru kaum wahabi yang sangat berhati-hati dalam mengkafirkan, mereka tidaklah mengkafirkan kecuali setelah terpenuhi syarat pengkafiran. Tidak seperti idahram yang membabi buta mengkafirkan kaum salafy wahabi.

Aqidah "Hobi mengkafirkan" adalah ciri kaum khawarij yang suka mengkafirkan kaum muslimin hanya karena mereka terjerumus dalam dosa besar yang tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam. Aqidah khawarij ini telah diperangi dengan keras oleh kaum Salafy Wahabi. Silahkan para pembaca sekalian membaca sebuah disertasi Dr. Muhammad Hisyaam Thoohir yang berjudul

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 15 October 2012 Klik: 3940
Print


IDAHRAM MENGKAFIRKAN KAUM SALAFY WAHABI
(Siapa sebenarnya yang khawarij, kaum salafi atau idahram??)

Saya jadi bingung, sebenarnya yang suka mengkafirkan itu kaum salafy atauhkah idahram??!!, yang khawarij yang mana?, kaum wahabi ataukah idahram??!!

Idahram berkata, ((Mereka "keluar dari agama Islam seperti anak panah yang tembus keluar". Mereka dihukumi oleh Nabi Saw. sebagai orang yang telah keluar dari agama Islam (murtad) dan tidak pernah kembali lagi seperti tidak pernah kembalinya anak panah yang tembus keluar dari badan binatang buruannya. Hal itu diantaranya karena penyimpangan aqidah mereka dalam (*1) tajsim (menganggap Allah Swt. memiliki badan dan anggota tubuh) dan (*2) tasybiih (menyerupakan Allah Swt. dengan makhluk), juga disebabkan perilaku mereka yang buruk terhadap umat Islam, seperti ; (*3) takfir (mengkafirkan), tabdii' (membid'ahkan), menganggap diri paling benar, menjaga jarak dan tidak mau berteman atau menegur muslim lain di luar kelompok mereka (mereka istilahkan dengan hajr al-mubtadi')"…)) (lihat Sejarah berdarah… hal 144-145).

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 11 October 2012 Klik: 4675
Print

Idahram membawakan beberapa hadits yang –menurut persangkaannya- menunjukkan bahwa khawarij munculnya dari Najd yang ada di timur kota Madinah, yaitu daerah tempat munculnya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, yang ini menunjukkan bahwa yang dimaksud oleh Nabi dengan kaum khawarij adalah kaum Salafi Wahabi.
Diantara hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Najd adalah tempat munculnya fitnah adalah:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Nabi pernah bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”. Para shahabat : “Dan juga Najd kami ?”. Beliau bersabda : “Di sana muncul bencana dan fitnah. Dan di sanalah akan muncul tanduk setan. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1037. Diriwayatkan juga pada no. 7094 dan Muslim no. 2095)

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 08 October 2012 Klik: 4161
Print

SYUBHAT KELIMA

Diantara dalih yang sering disampaikan oleh para pendukung syubhat hasanah adalah pengumpulan al-Qur'an yang dilakukan oleh para sahabat setelah wafatnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Tentunya pengumpulan al-Qur'an tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam semasa hidup beliau, maka apa yang dilakukan oleh para sahabat merupakan bid'ah hasanah.

Sanggahan

 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 05 October 2012 Klik: 4307
Print

 

CIRI-CIRI KHAWARIJ YANG DIPAKSAKAN OLEH idahram HARUS COCOK DENGAN CIRI-CIRI KAUM SALAFY WAHABI

 

PERTAMA : Sabda Nabi tentang sifat khawarij "Kaum Yang Muda Usianya"

Idahram berkata :

((Usia kaum itu "berumur muda"

Poin ini bisa memiliki banyak maksud, diantaranya adalah (*1) usia pergerakan dakwahnya masih muda, atau (*2) ajaran yang dibawanya adalah ajaran muda (baru) yang tidak sama dengan sekte-sekte sebelumnya. (*3) Atau ilmunya sedikit dan belum matang sehingga dikatakan masih muda. (*4) Atau cara berpikirnya pendek dan sempit disebabkan oleh pengalamannya yang masih muda.

Semua kriteria ini bisa masuk ke dalam sekte wahabi)). Demikian perkataan Idahram dalam bukunya hal 143.
 
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 30 September 2012 Klik: 3449
Print

SYUBHAT KEEMPAT

Diantara dalil yang digunakan oleh para pendukung bid'ah hasanah adalah sebuah atsar yang diakui sebagai sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

مَا رَآهُ الْمُسْلِمُوْنَ حَسَناً؛ فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ، وَمَا رَآهُ الْمُسْلِمُوْنَ سَيِّئاً؛ فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّئٌ

"Apa saja yang dipandang kaum muslimin merupakan kebaikan maka ia di sisi Allah juga merupakan kebaikan. Dan apa saja yang dipandang kaum muslimin merupakan keburukan maka ia di sisi Allah juga merupakan keburukan" (HR Ahmad)

Karenanya jika kaum muslimin memandang suatu bid'ah baik maka ia juga baik di sisi Allah.

 

 

Page 1 of 3

<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
You are here:   HomeARTIKELBantahan