Sa’i Hanya Lima Putaran Karena Letih

Bekal Haji dan Umroh Tanya Jawab Haji-Umroh Sa'i Hanya Lima Putaran Karena Letih

Jika seseorang telah sa’i  5 putaran lalu ia letih dan pulang ke hotel, apakah setelah istirahat ia boleh melanjutkan 2 putaran sisanya?, ataukah harus mengulangi lagi dari awal?

Jawab :

Disunnahkan al-muwaalaat (menyambung) antara putaran saí yang satu dengan yang lain. Akan tetapi hal ini tidaklah wajib([1]), karena yang dituntut adalah melakukan saí sebanyak 7 putaran, maka kapan saja terwujudkan ketujuh putaran tersebut -baik berkesinambungan atau terpisah-pisah-, maka telah saí. Yaitu seseorang disunnahkan untuk melakukan putaran saí yang pertama hingga yang ketujuh secara bersambung, akan tetapi jika seseorang baru melakukan 2 putaran saí, lalu iapun pergi untuk buang air, setelah itu ia kembali melanjutkan putaran saí yang ketiga dan seterusnya maka tidaklah mengapa.

—-

([1]) Dan ini adalah pendapat madzhab Asy-Syafií, An-Nawawi berkata :

وَالْمُوَالَاةُ فِي مَرَّاتِ السَّعْيِ سُنَّةٌ

“Dan ketersambungan antara putaran-putaran saí adalah sunnah” (Roudhot At-Toolibiin 3/90)

Bahkan An-Nawawi juga berkata :

فَلَوْ تَخَلَّلَ فَصْلٌ يَسِيْرٌ أَوْ طَوِيْلٌ بَيْنَهُنَّ لَمْ يَضُرَّ وَإِنْ كَانَ شَهْرًا أَوْ سَنَةً أَوْ أَكْثَرَ، هَذَا هُوَ الْمَذْهَبُ وَبِهِ قَطَعَ الْجُمْهُوْرُ

“Jika terpisah antara putaran yang satu dengan yang lainnya jeda yang sebentar atau yang lama maka tidak mengapa. Bahkan meskipun jeda-nya hingga sebulan atau setahun atau lebih dari itu. Ini adalah pendapat madzhab Syafií dan inilah pendapat yang dipstikan oleh mayoritas ulama” (al-Majmuu’ 8/73)

Dan pendapat inilah yang dirajihkan oleh Ibnu Qudamah al-Hanbali (lihat Al-Mughni 3/198) dan Asy-Syaikh Bin Baaz (lihat Majmuu’ Fatawaa Bin Baaz 17/232)

Share

ARTIKEL TERHUBUNG

Bolehkah Mentayammumkan Jenazah?

Bolehkah mentayammumkan jenazah? Berkata an-Nawawi: قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللَّهُ وَالْأَصْحَابُ إذَا تَعَذَّرَ غُسْلُ الْمَيِّتِ لِفَقْدِ الْمَاءِ أَوْ احْتَرَقَ بِحَيْثُ لَوْ غُسِّلَ لَتَهَرَّى لَمْ يُغَسَّلْ بَلْ يُيَمَّمُ...

Hukum dan Tata Cara Tayammum di Pesawat

Hukum bertayammum di pesawat Jika seseorang terhalangi dari menggunakan air dan dia berada di dalam pesawat sedangkan waktu shalat sangatlah sempit maka bolehkah ia bertayammum...

Hukum Tayammum Jika Tidak Ada Air dan Tanah

Hukum jika tidak ada air dan tanah Jika seseorang hendak melaksanakan shalat namun ia tidak mendapati air berwudhu dan tanah untuk bertayammum sebagai pengganti air...

Hukum Memukul Tangan ke Tanah Dua Kali atau Lebih

Hukum memukul tangan ke tanah dua kali atau lebih Terdapat di dalam shohih Muslim bahwa jumlah menepukkan tangan cukup satu kali untuk mengusap wajah dan...

Batasan Tangan yang Diusap Ketika Tayammum

Batasan tangan yang diusap ketika tayammum Disebutkan dalam hadits di atas ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ “Kemudian beliau mengusap dengan kedua tangannya wajahnya dan kedua pergelangan tangannya.” Kemudian...

Bolehkah Tayammum Mendahulukan wajah sebelum kedua tangan?

Mendahulukan wajah sebelum kedua tangan Di dalam hadits Ámmar bin Yaasir yang telah lalu  terdapat penyebutan dua tata cara tayammum: Pertama: Mendahulukan kedua tangan daripada wajah «إِنَّمَا...

Artikel Terkait

Hukum Mengulang-Ngulangi Umroh dalam Satu Safar

Hukum mengulang-ngulangi umroh dalam satu safar Mengulang-ngulangi umroh ada dua kondisi : Kondisi Pertama : Mengulangi-ngulangi...

Kapankah Seorang Boleh Menggauli Istrinya Selama Musim Haji?

Kapankah seorang boleh menggauli istrinya selama musim haji? Diantara hal yang kelihatannya sepele namun ternyata...

Haji Reguler atau ONH Plus Mana yang Lebih Mabrur?

Haji reguler atau ONH plus kah yang lebih mabrur? Sebagian jamaah haji memahami ungkapan "Pahala...

Bolehkan Badal Haji dan Umroh?

Bolehkan Badal Haji dan Umroh? Berikut ini hukum-hukum yang berkaitan dengan Badal Haji dan Umroh Pertama...