Perbedaan Lafadz Allah اَللَّه dan Al-ilah اَلْإِلَه

2645

Lafadz اَللَّه DAN اَلْإِلَه

Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

Menurut para ulama seperti Sibawaih dan yang lainnya bahwa lafal اَللَّه berasal dari kata اَلْ  untuk makrifat dan إِلَه. Kemudiannya keduanya digabung menjadi اَلْإِلَه, lalu hamzahnya dihilangkan sehingga menjadi اَللَّه ([1]). Dari sini kita tahu bahwasanya antara اَللَّه dan اَلْإِلَه maknanya tidak berbeda.

Lafal اَلْإِلَه berasal dari kata أَلَهَ – يَأْلَهُ yang artinya beribadah. إِلَه berwazan فِعَالٌ yang bermakna مَفْعُوْل. Ini seperti kata كِتَابٌ yang bermakna مَكْتُوْبٌ. Sehingga إِلَه artinya مَأْلُوْهٌ yang bermakna yang disembah. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma ketika menafsirkan makna اَللَّه dia mengatakan,

ذُوْ الْأُلُوْهِيَّةِ، وَالْعُبُوْدِيَّةِ عَلَى خَلْقِهِ أَجْمَعِيْنَ

“Dialah pemilik penyembahan dan peribadatan dari seluruh makhluk-Nya.” ([2])

Oleh karenanya, dengan kita mengetahui makna “اَللَّه” maka memahami bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah ﷻ. Ini adalah makna dari لَا إِلَه إِلّا الله yang artinya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah ﷻ.

Dari sini kita tahu bahwasanya yang berhak disembah hanyalah Allah ﷻ adapun selain Allah ﷻ tidak boleh disembah sebagaimana yang terjadi di alam semesta di mana orang-orang mengambil sembahan selain Allah ﷻ. Ada yang menyembah matahari, rembulan, patung, dewa, nabi, orang saleh, mayat, ikan, monyet, tikus, ular, sapi, dan yang lainnya yang semuanya seharusnya tidak boleh disembah.

Kekhususan Nama-Nama Allah

  1. Nama “اَللَّه” adalah sumber semua nama-nama, oleh karenanya kita mengatakan أسمَاءُ اللهِ الْحُسْنَى “nama-nama Allah yang indah”. Allah ﷻ memiliki nama-nama yang banyak, namun nama “اَللَّه” adalah sumber semua nama dan “اَللَّه” nama yang pertama.

Kita katakan “di antara nama-nama Allah adalah nama Ar-Rahman, Al-Ghafur, dan lainnya”, dan kita tidak mengatakan sebaliknya seperti “di antara nama-nama Ar-Rahman adalah nama اَللَّه”. Dalil tentang ini sangat banyak, Allah ﷻ berfirman,

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى

“(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.” (QS. Thaha: 8)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah ﷻ lah yang memiliki nama-nama yang indah dan Dia adalah sumber dari semua nama. Contoh lainnya Allah ﷻ berfirman,

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ, هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ, هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Maha sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Maha perkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Maha perkasa, Maha bijaksana.” (QS. Al-Hasyr: 22-24)

  1. Nama اَللَّه adalah nama yang khusus untuk Allah ﷻ, tidak boleh ada makhluk yang diberi nama dengan nama اَللَّه. Jadi ada nama-nama yang hanya diperuntukkan kepada Allah ﷻ saja seperti اَللَّه dan Al-Khalik. Berbeda dengan nama Ar-Rahim karena ada hamba yang dinamakan dengan nama Rahim. Begitu juga Al-Qawi yang makhluk boleh bernama dengan nama ini, sebagaimana Allah ﷻ berfirman,

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

“Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.” (QS. Al-Qasas: 26)

  1. Ketika kita menyeru Allah ﷻ maka kita berkata يَا اللَّه, alif lam pada lafal اَللَّه tidak hilang. Makna يَا اللَّه sama dengan اللَهُمَّ. Adapun pada nama yang lainnya secara bahasa Arab alif lamnya dihilangkan. Contoh: يا رَحْمَنُ dan يَا رَحِيْمُ bukan يا الرَّحْمَنُ dan يَا الرَّحِيْمُ, ini keliru karena ada alif lamnya.
  2. Nama اللَّه adalah nama yang paling banyak datang di dalam Al-Qur’an.
  3. Nama اللَّه adalah nama yang paling banyak disebutkan di dalam zikir-zikir Nabi Muhammad ﷺ.

Footnote:

Artikel ini telah terbit versi cetak dalam buku Syarah Asma’ul Husna

_________

([1]) Lihat: Al-Asma’ Wa As-Sifat Lil-Baihaqi (1/56).

([2]) Lihat: Haasyiyah Kitaab at-Tauhiid (1/13) dan Tafsiir At-Thabari (1/121).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here