10 Renungan Bagi Yang Ditimpa Ujian/Musibah

10 Renungan Bagi Yang Ditimpa Ujian/Musibah

Kezoliman adalah Kegelapan Yang Bertumpuk Tumpuk Pada Hari Kiamat
Antara Mengobati Hati dan Mengobati Jasad
PRAHARA STATUS…

Ujian menyerang siapa saja tidak pandang bulu. Sebagaimana orang miskin diuji…orang kayapun demikian. Sebagaimana rakyat jelata hidup di atas ujian…para penguasa juga diuji. Bahkan bisa jadi ujian yang dirasakan oleh para penguasa dan orang-orang kaya lebih berat daripada ujian yang dirasakan oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata.

Jangan disangka hanya si miskin yang menangis akibat ujian yang ia hadapi…, atau hanya si miskin yang merasakan ketakutan…bahkan seorang penguasa bisa jadi lebih banyak tangisannya dan lebih parah ketakutan yang menghantuinya daripada si miskin. Intinya setiap yang bernyawa pasti diuji sebelum maut menjemputnya…siapapun juga orangnya. Entah diuji dengan kesulitan atau diuji dengan kelapangan, kemudian ia akan dikembalikan kepada Allah untuk dimintai pertanggung jawaban bagaimana sikap dia dalam menghadapi ujian tersebut. Allah berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan” (QS Al-Anbiyaa’ : 35)

Memang dunia ini adalah medan ujian…kehidupan ini ada medan perjuangan…Allah berfirman ;

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١) الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”
(QS Al-Mulk : 1-2)

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya”
(QS Huud : 7)

Jikalau orang kafir juga tidak selamat dari ujian kehidupan, maka apatah lagi seorang yang beriman kepada Allah?, pasti akan menghadapi ujian. Allah berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS Al-‘Ankabuut : 2)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS Al-Baqoroh : 155)

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat” (QS Al-Baqoroh : 214)

Bahkan semakin tinggi iman seseorang maka semakin banyak ujian yang akan ia hadapi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِيْ دِيْنِهِ رِقَّةٌ اُبْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

“Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling sholeh dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya kuat maka semakin keras ujiannya, dan jika agamanya lemah maka ia diuji berdasarkan agamanya. Dan ujian senantiasa menimpa seorang hamba hingga meninggalkan sang hamba berjalan di atas bumi tanpa ada sebuah dosapun”
(Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 143)

Jika anda terkadang merasakan ujian yang terus menimpa anda maka itulah yang pernah dirasakan oleh seorang Imam besar sekelas Imam Syafii. Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata :

مِحَنُ الزَّمَانِ كَثِيْرةٌ لاَ تَنْقَضِي … وَسُرُوْرُهَا يَأْتِيْكَ كَالْأَعْيَادِ

Cobaan zaman banyak tidak habis-habisnya….

Dan kegembiraan zaman mendatangimu (sesekali) seperti sesekalinya hari raya

Bahkan terkadang ujian datang bertubi-tubi dan bertumpuk-tumpuk. Imam Syafi’i rahimahullah juga berkata :

تَأْتِي الْمَكَارِهُ حِيْنَ تَأْتِي جُمْلَةً … وَأَرَى السُّرُوْرَ يَجِيْءُ فِي الْفَلَتَاتِ

“Hal-hal yang dibenci tatkala datang bertumpuk-tumpuk…

Dan aku melihat kegembiraan datang sesekali”

Berikut ini 10 perkara yang hendaknya direnungkan oleh anda jika anda ditimpa musibah atau ujian :

Pertama : Yakinlah bahwa selain andapun juga diuji. Ada yang diuji dengan kemiskinan…, ada yang diuji dengan harta, jabatan, dan kekuasaan…ada yang diuji dengan istri yang berakhlak buruk…, ada wanita yang diuji dengan suami bejat…, ada wanita yang diuji dengan mertua jahat…, ada yang diuji dengan ibunya…, dan terlalu banyak model ujian yang menimpa manusia. Maka anda sebagaimana manusia-manusia yang lain yang juga ditimpa musibah/ujian yang beraneka ragam

Kedua : Sabarlah dengan ujian yang sedang anda hadapi…, Alhamdulillah anda masih bisa memikulnya. Bisa jadi jika anda diuji dengan ujian yang lain maka anda tidak akan mampu menghadapinya. Yakinlah bahwa tidaklah Allah menguji kecuali dengan ujian yang mampu dihadapi oleh seorang hamba

Ketiga : Terkadang syaitan membisikkan kepada anda bahwa ujian yang anda hadapi sangatlah berat dan tidak mungkin untuk anda pikul…maka ingatlah bahwa saat ini masih terlalu banyak orang yang diuji dengan ujian yang jauh lebih berat dengan ujian yang sedang anda hadapi

Keempat : Bukankah ujian jika dihadapi dengan kesabaran maka akan menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat??

Kelima : Bahkan bisa jadi Allah menghendaki anda untuk meraih sebuah tempat yang tinggi di surga yang tidak mungkin anda peroleh dengan hanya sekedar amalan-amalan sholeh anda. Amalan sholeh anda tidak cukup untuk menaikan anda ke tempat tinggi tersebut. Anda tidak akan mampu untuk sampai ke tempat tinggi tersebut kecuali dengan menjalani ujian-ujian yang tidak henti-hentinya untuk mengangkat derajat anda

Keenam : Ingatlah… dengan ujian terkadang kita baru sadar bahwasanya kita ini sangatlah lemah dan selalu butuh kepada Allah Yang Maha Kuasa. Terkadang kita baru mengenal yang namanya khusyu’ dalam sholat…kita baru bisa merasakan kerendahan yang disertai deraian air mata…kita baru bisa merasakan nikmatnya ibadah…tatkala ujian datang…tatkala musibah menerpa.

Ketujuh : Ingatlah…dengan ujian atau musibah yang menimpa kita terkadang menghilangkan sifat ujub pada diri kita. Karena tatkala kita rajin beribadah dan selalu mendapatkan kenikmatan terkadang timbul ujub dalam diri kita dengan merasa bahwa diri kita hebat selalu beruntung. Jangan sampai kita salah persepsi dengan menganggap tanda kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah tidak ditimpanya sang hamba dengan musibah. Bahkan perkaranya justru sebaliknya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ

“Jika Allah mencintai sebuah kaum maka Allah akan menguji mereka”
(Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 146)

Kedelapan : Berhusnudzonlah kepada Allah, yakinlah bahwa dibalik ujian dan musibah yang menimpamu ada kebaikan dan hikmah. Justru jika ujian tersebut tidak datang dan jika musibah tersebut tidak menimpamu maka akan lebih buruk kondisimu. Allah berfirman :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

“Dan boleh jadi kalian membeci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian” (QS Al-Baqoroh : 216)

Kesembilan : Bahkan bisa jadi musibah atau ujian yang kita benci tersebut bahkan mendatangkan banyak kebaikan. Allah berfirman:

فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلُ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

“Maka mungkin kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”
(QS An-Nisaa : 19)

Kesepuluh : Ingatlah bahwasanya tidak ada istrirahat total…kegembiraaan total…kecuali di akhirat kerak. Selama anda masih hidup di dunia maka siap-siaplah dengan ujian yang menghadang. Bersabarlah…tegarlah…demi meraih ketentaraman dan kebahagiaan abadi kelak di surga. Ada orang awam yang berkata, “Kalau mau hidup di dunia harus siap diuji, kalau tidak mau diuji ya…jangan hidup di dunia !!!”

 

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 30-03-1433 H / 22 Februari 2011 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

www.firanda.com

COMMENTS

WORDPRESS: 13
  • comment-avatar
    nachrowi. 7 years ago

    syukron ustadz

  • comment-avatar
    nachrowi. 7 years ago

    terimakasih ustad, jazakallah khair

  • comment-avatar
    Abu Fakhiroh 7 years ago

    Ijin share ustadz, jazakumullah khairon

  • comment-avatar

    Jazaakallahu khair ya ustadzuna.

  • comment-avatar

    jazakallah khair

  • comment-avatar
    abu aulia 7 years ago

    syukron ustadz…mohon doa’nya, smg kita smua termasuk hamba2 yang sabar dan ikhlas dalam menjalani lika-liku hidup ini. agar kita smua kelak bisa meraih sukses yang abadi (masuk syurga nya allah azza wa jalla)..amien

  • comment-avatar
    arivin 6 years ago

    izin copi

  • comment-avatar

    izin copas stadz,…

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum wr wb.

    Mohon penjelasan bagaimana saya harus bersikap yang saat ini Istri menuntut untuk diceraikan yang tanpa ada dasar yang kuat? Saya telah menikah selama 3 tahun, dengan anak 1 berumur 3 tahun. dan selama ini tidak pernah ada masalah yang berarti. Saya mendapat musibah karena mendapat PHK dari tempat kerja saya pada bulan April 2011, namun masih mendapat gaji sampai bulan September 2011. Selama tidak ada pekerjaan saya sudah berusaha melamar ke sana kemari, tapi sampai hari ini saya belum mendapat pekerjaan. Akhirnya Istri saya memutuskan untuk bekerja mulai Maret 2012. Pada bulan Juli 2012 saya pernah salah ucap terhadap istri dengan berkata “Mentang – mentang kerja ga nurut suami lagi” Istri tersinggung dan menangis, saat itu juga saya meminta maaf atas kesalahan tersebut. Kami pun biasa lagi. Namun sekitar tgl 10 Juli 2012 saya membaca SMS dari seorang bernama Indra yang mengatakan tentang persaaan suka terhadap Istri saya. Saya membalas dengan mengingatkan agar jangan mengirim SMS dengan kata-kata seperti itu. Keesokan harinya Istri kecewa karena sy membalas SMS tsb, dan menjelaskan bahwa Indra adalah seorang perempuan bernama Dewi, kembali saya minta maaf, namun sejak itu Istri selalu merahasiakan SMS. Biasanya Istri tidak pernah SMS berlama2 dengan seseorang, namun sejak itu hampir sepulang kerja ia lakukan. Istri sering ber SMS ria dengan Dewi dan kemudian berganti dengan Dwi1, namun selalu dirahasiakan dari saya. Namun akhirnya saya mengetahui ternyata yang bernama Dewi, Dwi1 adalah Hendra teman kerja Istri saya yang sdh berkeluarga dan mempunyai anak 1. Saya pun sedikit marah karena Istri telah berbohong, namun Istri malah mengatakan ‘saya melakukan ini karena benci sama Ayah, kita sdh tidak cocok, jadi lebih baik pisah’. Astaghfirullah…Pada tgl 14 Agustus jam 10 Istri sedang SMS ria, dan HP saya ambil, istri teriak minta cerai…disitu sy menemukan SMS dari Hendra yang berbunyi “Istri saya kan kamu, bukan dia, tiap mlm sy di dpn TV, istri dirumah, saya cemburu, jangan ya pokoknya” sungguh kecewa sy melihat SMS itu, namun Istri malah lebih marah dengan mengunci pintu. Akhirnya tgl 15 Agustus jam 03.30 sy pergi dari rumah menuju rmah Kakak saya, untuk menenangkan diri. Namun tgl 17 Agustus 2012 jam 10.29 Istri sms sy yang intinya keputusan sdh bulat minta pisah. Mohon pentunjukkan sikap apa yang mesti saya lakukan? Mohon dikirim ke eamail saya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr wb. S. Pambudi

    • comment-avatar
      den de sheva 6 years ago

      mas kasusnya hampir sm dgn sy< mhn kt slg sharing berbagi perkembangannya. tks

  • comment-avatar

    assalamualaikum wr wb..

    Ustadz,,,saya seorang wanita yang telah menikah hampir sembilan tahun,sudah hampir tiga bulan ini saya berpisah dengan suami saya, dia sdh menalak saya dihadapan ibu mertua dan mengembalikan saya ke orangtua….
    Saya msh bertahan karena saya melihat ada keanehan dr suami saya(alasan yg dibuat2 dan sikap yg tidak biasa)
    Bgaimana melihat seseorang yg terkena sihir,,karena memang sholat dia msh sering bolong2…
    Mohon bantuan penjelasannya ustadz…syukron ustadz..

  • comment-avatar
    Anisyah Madinah 6 years ago

    subhanallah….semoga kita semua termasuk org2 yg sll sabar dalam ujianNya

  • comment-avatar
    atin hayatin 6 years ago

    Aslmmualaikum… pak ust,sy mhon bimbingnya.
    Begini pak,sya menikh sm suami hmpir 2thn,tp slma hdp brsama suami tdk memberi nafkh sandng&pangn,slalu sya yg krja kesn kmari……krn tdk than dng prekonomian rmh akhrnya aku brngkt ktaiwn.dng tujuan supyya prekonomian lbh baik lg..tp kok tmbh kesni bknnya tmbh baik tpi sllu kurng bgi kluarga,suami,ortu&mertua.sllu nuntut yg lbh trus driku….. adakh doa yg bs membuat merka sdr,,supya mrka tdk byk nuntut yg lbh2 sm sya………. trimaksh buat pak ust