HANYA UNTUK PARA ISTRI  (Karakteristik Istri Sholihah)

HANYA UNTUK PARA ISTRI (Karakteristik Istri Sholihah)

Sesungguhnya banyak sifat-sifat yang merupakan ciri-ciri seorang istri sholihah. Semakin banyak sifat-sifat tersebut pada diri seorang wanita maka nil

KAPAN ISTRI BOLEH MINTA CERAI?
SERBA SERBI POLIGAMI
Suami Sejati ( bag 3) “Akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Terhadap Istri-Istri Beliau”

Sesungguhnya banyak sifat-sifat yang merupakan ciri-ciri seorang istri sholihah. Semakin banyak sifat-sifat tersebut pada diri seorang wanita maka nilai kesholehannya semakin tinggi, akan tetapi demikian juga sebaliknya jika semakin sedikit maka semakin rendah pula nilai kesholehannya. Sebagian Sifat-sifat tersebut dengan tegas dijelaskan oleh Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sebagiannya lagi sesuai dengan penilaian ‘urf (adat). Karena pasangan suami istri diperintahkan untuk saling mempergauli dengan baik sesuai dengan urf.

Sifat-sifat tersebut diantaranya :

Pertama : Segera menyahut dan hadir apabila dipanggil oleh suami jika diajak untuk berhubungan.

Karena sifat ini sangat ditekankan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi memerintahkan seorang istri untuk segera memenuhi hasrat seorang suami dalam kondisi bagaimanapun. Bahkan beliau bersabda “Jika seorang lelaki mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu istri itu menolak. Kemudian, suami itu bermalam dalam keadaan marah, maka istrinya itu dilaknat oleh para malaikat hingga waktu pagi.”

Kedua : Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dengan syariat. Allah berfirman :

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (QS An-Nisaa : 34)

Qotadah rahimahullah berkata فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ “Yaitu wanita-wanita yang taat kepada Allah dan kepada suami-suami mereka” (Ad-Dur al-Mantsuur 4/386)

Terkadang pendapat suami bertentangan dengan pendapat istri, karena pendapat istri lebih baik. Seorang istri yang sholehah hendaknya ia menyampaikan pendapatnya tersebut kepada sang suami akan tetapi ia harus ingat bahwasanya segala keputusan berada di tangan suami, apapun keputusannya selama tidak bertentangan dengan syari’at.

Ketiga : Selalu tidak bermasam muka terhadap suami.

Keempat : Senantiasa berusaha memilih perkataan yang terbaik tatkala berbicara dengan suami.

Sifat ini sangat dibutuhkan dalam keutuhan rumah tangga, betapa terkadang perkataan yang lemah lembut lebih berharga di sisi suami dari banyak pelayanan. Dan sebaliknya betapa sering satu perkataan kasar yang keluar dari mulut istri membuat suami dongkol dan melupakan kebaikan-kebaikan istri.

Yang jadi masalah terkadang seorang istri tatkala berbicara dengan sahabat-sahabat wanitanya maka ia berusaha memilih kata-kata yang lembut, dan berusaha menjaga perasaan sahabat-sahabatnya tersebut namun tidak demikian jika dengan suaminya.

Kelima : Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan wanita, seperti memasak, mencuci, memandikan dan mencebok anak-anak.

Keenam : Keluar rumah hanya dengan izin suami.

Ketujuh : Berhias hanya untuk suami.

Tidak sebagaimana sebagian wanita yang hanya berhias tatkala mau keluar rumah sebagai hidangan santapan mata-mata nakal para lelaki.

Kedelapan : Tidak membenarkan orang yang tidak diizinkan suami masuk/bertamu ke dalam rumah.

Kesembilan : Menjaga waktu makan dan waktu istirahatnya kerana perut yang lapar akan membuatkan darah cepat naik. Tidur yang tidak cukup akan menimbulkan keletihan.

Kesepuluh : Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami.

Terutama ibu mertua, yang sang suami sangat ditekankan oleh Allah untuk berbakti kepadanya. Seorang istri yang baik harus mengalah kepada ibu mertuanya, dan berusaha mengambil hati ibu mertuanya. Bukan malah menjadikan ibu mertuanya sebagai musuh, meskipun ibu mertuanya sering melakukan kesalahan kepadanya atau menyakiti hatinya. Paling tidak ibu mertua adalah orang yang sudah berusia lanjut dan juga ia adalah ibu suaminya.

Kesebelas : Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau, bukan malah banyak menuntut kepada suami sehingga menambah beban suami

Kedua belas
: Segera minta maaf jika melakukan kesalahan kepada suami, dan tidak menunda-nundanya.

Nabi shallallahu ‘alaihi bersabda :

” أَلاَ أُخْبِرُكُمْ ….بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ الْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ : لاَ أَذُوْقُ غُمْضًا حَتَّى تَرْضَى”

“Maukah aku kabarkan kepada kalian….tentang wanita-wanita kalian penduduk surga? Yaitu wanita yang penyayang (kepada suaminya), yang subur, yang selalu memberikan manfaat kepada suaminya, yang jika suaminya marah maka iapun mendatangi suaminya lantas meletakkan tangannya di tangan suaminya seraya berkata, “Aku tidak bisa tenteram tidur hingga engkau ridho kepadaku (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Sahihah no 287)

Karena sebagian wanita memiliki sifat angkuh, bahkan malah sebaliknya menunggu suami yang minta maaf kepadanya.

Ketiga belas : Mencium tangan suami tatkala suami hendak bekerja atau sepulang dari pekerjaan.

Keempat belas : Mau diajak oleh suami untuk sholat malam, bahkan bila perlu mengajak suami untuk sholat malam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ, فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ. وَ رَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى, فَإِنْ أَبَى نَضَحَت فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah merahmati seorang lelaki (suami) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya hingga istrinya pun shalat. Bila istrinya enggan, ia percikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita (istri) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suaminya hingga suaminya pun shalat. Bila suaminya enggan, ia percikkan air ke wajahnya.” (HR Abu Dawud no 1308)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِذَا أَيْقَظَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ مِنَ اللّيْلِ فَصَلَّيَا أَوْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا، كُتِبَا في الذَّاكِرِيْنَ وَالذَّاكِرَاتِ

“Apabila seorang lelaki (suami) membangunkan istrinya di waktu malam hingga keduanya mengerjakan shalat atau shalat dua rakaat semuanya, maka keduanya dicatat termasuk golongan laki-laki dan perempuan yang berzikir.”
(HR Abu Dawud no 1309)

Dalam riwayat yang dikeluarkan An-Nasa`i disebutkan dengan lafadz:

إِذَا اسْتَيْقَظَ الرَّجُلُ مِنَ اللّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ, كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ

“Apabila seorang lelaki (suami) bangun di waktu malam dan ia membangunkan istrinya lalu keduanya mengerjakan shalat dua rakaat, maka keduanya dicatat termasuk golongan laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat/berdzikir kepada Allah.”


Kelima belas
: Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang !!. Bahkan berusaha menutup aib-aib suami, serta memuji suami agar menambahkan rasa sayang dan cintanya.

Keenam belas : Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.

Ketujuh belas : Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kepada suami.

Kedelapan belas : Tidak menunjukkan kesedihan tatkala suami sedang bergembira, dan sebaliknya tidak bergembira tatkala suami sedang bersedih, akan tetapi berusaha pandai mengikut suasana hatinya.

Kesembilan belas : Berusaha untuk memperhatikan kesukaan suami dan jangan sampai suami melihat sesuatu yang buruk dari dirinya atau mencium sesuatu yang tidak enak dari tubuhnya.

Kedua puluh
: Berusaha mengatur uang suami dengan sebaik-baiknya dan tidak boros, sehingga tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan.

Kedua puluh satu : Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita yang lain kepada suaminya yang mengakibatkan suaminya bisa mengkhayalkan wanita tersebut, bahkan membanding-bandingkannya dengan wanita lain tersebut.

Kedua puluh dua : Berusaha menasehati suami dengan baik tatkala suami terjerumus dalam kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan suami bermaksiat kepada Allah, terutama di masa sekarang ini yang terlalu banyak kegemerlapan dunia yang melanggar syari’at Allah

Kedua puluh tiga : Menjaga pandangannya sehingga berusaha tidak melihat kecuali ketampanan suaminya, sehingga jadilah suaminya yang tertampan di hatinya dan kecintaannya tertumpu pada suaminya.

Tidak sebagaimana sebagian wanita yang suka membanding-bandingkan suaminya dengan para lelaki lain.

Kedua puluh empat : Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.

Kedua puluh lima : Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Bahkan sekali-kali tidak mengeluarkan perkataan yang mengisyaratkan akan hal ini. Karena sebab terbesar yang menyebabkan para wanita dipanggang di api neraka adalah tatkala suami berbuat kesalahan mereka melupakan dan mengingkari kebaikan-kebaikan suami mereka.

Setelah membaca dan memperhatikan sifat-sifat di atas, hendaknya seorang wanita benar-benar menimbang-nimbang dan menilai dirinya sendiri. Jika sebagian besar sifat-sifat tersebut tercermin dalam dirinya maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah dan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan terbaik.

Akan tetapi jika ternyata kebanyakan sifat-sifat tersebut kosong dari dirinya maka hendaknya ia ber-instrospeksi diri dan berusaha memperbaiki dirinya. Ingatlah bahwa surga berada di bawah telapak kaki suaminya !!!

Tentunya seorang suami yang baik menyadari bahwa istrinya bukanlah bidadari sebagaimana dirinya juga bukanlah malaikat. Sebagaimana dirinya tidak sempurna maka janganlah ia menuntut agar istrinya juga sempurna.

Akan tetapi sebagaimana perkataan penyair :

مَنْ ذَا الَّذِي تُرْضَي سَجَايَاه كُلُّهَا…كَفَى الْمَرْءَ نُبْلًا أَنَّ تُعَدَّ مَعَايِبُهُ

“Siapakah yang seluruh perangainya diridhoi/disukai…??

Cukuplah seseorang itu mulia jika aibnya/kekurangannya masih terhitung…”

 

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 04-03-1433 H / 27 Januari 2011 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

www.firanda.com

COMMENTS

WORDPRESS: 45
  • comment-avatar
    abu abdillah ramdhan 6 years ago

    assalamualaikum
    ustadz ..
    ana ijin mengambil beberapa artikel dan konten dr web ini untuk menambah wawasan dan kepahaman ana dan keluarga ana ttg islam..
    sukron jazakallohu khoiron..
    barokallohufik

  • comment-avatar

    Assalamu`alaikum
    Usatdz ana punya usul gmana juga ustadz menampilkan artikel ttg suami yang shaleh dan tepat untuk sang istri. Jazakallah khair.

  • comment-avatar
    apriyanti 6 years ago

    Assalamualaikum
    Izin share ya ustad…. jazakalloh khoir.

  • comment-avatar
    windi 6 years ago

    Mohon ijin share..

  • comment-avatar
    umu aulia 6 years ago

    assalamu’alaikum…ustadz,mohon doa nya supaya ana bisa menjadi istri yang solehah..

  • comment-avatar
    umu aulia 6 years ago

    assalamu’alaikum ustadz…syukron atas artikelnya, mohon doanya juga supaya ana bisa menjadi istri yang solehah bagi suami ana. jazakalloh

  • comment-avatar
    akh islam 6 years ago

    Sukron ustadz, mohon ditambahkan keutamaan istri yg ridho dipoligami.dan bagaimana jika istri yg belum siap dipoligami?boleh di paksa atau kita yang sabar sampai dia siap?
    Jazakallahukhoiron

  • comment-avatar
    Adi Rahman 6 years ago

    Izin share ustadz..

  • comment-avatar
    teguh pondok cabe 6 years ago

    hanya sedikit yang dimiliki mungkin saya sadar akan kekurangan saya

  • comment-avatar
    yulianto 6 years ago

    Assalamualaikum
    Izin share ya ustad…. buat pembelajaran

  • comment-avatar

    Assalamualaikum
    Izin share ya ustad…. buat pembelajaran

  • comment-avatar
    TiYass 6 years ago

    artikelnya bermanfaat bgt ustadz…….
    semoga aq bisa jadi istri sholihah……

    ammiiiinn……

  • comment-avatar
    sulaiman abdullah 6 years ago

    tulisan yang bagus. izin copast yah.

  • comment-avatar
    Ayah Dibitha 6 years ago

    Assalamualaikum,
    Mohon ijin ustad untuk dicopy dan share buat istri saya. Semoga beliau menjadi lebih baik lagi setelah membaca artikel yang ustad berikan. Amin ya robbal alamin.

    Wassalam,

  • comment-avatar
    # umi risna 6 years ago

    Assalamualaikum….
    Mohon ijin untuk dishare ya ustad, smoga bisa bermanfaat untuk para ukhty.

  • comment-avatar
    yogi sandy 6 years ago

    Assalamualaykum, semoga nasihat ustadz jd bekal saya dalam berumahtangga khusunya dlm menasihati istri. baarakallahu fiik

  • comment-avatar
    afdel syarif 6 years ago

    seandainya saja para wanita mngamalkan hal tsb tntu kantor pngadilan agama sepi dr prkara2 prceraian.

  • comment-avatar
    abu nasywa 6 years ago

    assalamu’alaikum ustadz, kaifa haluk…??? ana rindu kajian ustadz di tempat kami, ijin copas artikelnya . jazakalloh kher

  • comment-avatar
    dian hadiansyah 6 years ago

    Assalamualaikum,,,ustad tolong untuk minta copy artikelnya,,terimakasih

  • comment-avatar

    izin ustadz,ana share tuk umahat.jazakumullah khoiron

  • comment-avatar
    ridwan 5 years ago

    Indahya mendapat pendamping dengan ciri tsb diatas, bantu doanya

  • comment-avatar

    Izin copas ustad, buat istri ane

  • comment-avatar

    berat

  • comment-avatar

    assalamu’alaikum .saya ingin bertanya.selama ini saya tidak terbiasa mencium tangan siapa pun,tetapi saya juga tidak menolak jika ada yang mendorong tangannya ke wajah saya.yang saya ingin tanyakan,apakah memang ada sunnah nya mencium tangan suami?saya tau kalau hal itu tidak terlarang/boleh.saya sudah mencari hadits2,tapi yang saya temukan hanya hadits sahabat mencium tangan nabi atau tangan sahabat lain,tapi tidak menemukannya berkaitan dengan istri nabi atau istri sahabat.bahkan fatimah menyambut kedatangan ayahnya tidak dengan cara mencium tangan

  • comment-avatar
    abu ulum 5 years ago

    Bismillah
    Izin share untuk sebagian dan atau seluruh artikel di website Ustadz …!
    Jazakallahu khairan katsiran.

  • comment-avatar
    wiwin 5 years ago

    Assalamu’alaikum wr.wb…
    ustad mohon doa’y ya mudah” saya jadi istri yang bisa berbakti sama suami…
    dan mudah”n keluarga yang saya jalaani sama suami saya bisa sampai ajal menjemput kita.Amin

  • comment-avatar
    ingrid mei 5 years ago

    Assalamu’alaikum wr.. wb..

    Terima kasih ustad.. smga semua wanita yang sudah membaca artikel ini menjadi wanita, istri yg sholeha. Aamiin yaa Rabbal ‘Alamiin.

    Jazakallahu khairan katsiran.

  • comment-avatar
    susiana 5 years ago

    ijin share ustads
    semoga bermanfaat untuk saya dan semuanya………
    Aamiin.

  • comment-avatar
    اُمُّ abdullooh 5 years ago

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ,izin copy dan share ustadz,sebagai bahan pembelajaran buat ana,جَزَاك اللهُ خَيْرًا وَبَارَكَ اللَّهُ فيكم

  • comment-avatar
    abu naufa 5 years ago

    Subhanallah

  • comment-avatar
    Rodiyah ummu nafisah 5 years ago

    izin share ya ustadz..

  • comment-avatar
    Sumarsih 5 years ago

    Assalamu’alaikum
    Ustadz afwan an ijin mengcopy materinya untuk dibaca-baca lagi

  • comment-avatar
    Sumarsih 5 years ago

    Assalamu’alaikum, ijin share ya ustadz

  • comment-avatar
    Sumarsih 5 years ago

    ijin share ustadz

  • comment-avatar
    Sumarsih 5 years ago

    ijin share ya ustadz untuk dibaca lagi di rumah

  • comment-avatar
    taufik 5 years ago

    sgd bermanfaat,izin share ea, thanks 🙂

  • comment-avatar
    taufik 5 years ago

    izin share ea, thanks

  • comment-avatar
    tati sumirat 5 years ago

    izin share yaa ustad..

  • comment-avatar
    ilham riko 5 years ago

    izin

  • comment-avatar

    izin share

  • comment-avatar
    gerhana 5 years ago

    iijin share ustad

  • comment-avatar

    Barakallahu Fyk, semoga kami semua bisa semakin bersemangat untuk menjadi istri yg sholeh

  • comment-avatar

    Semoga kami semakin bersemangat untuk memperbaiki diri menjadi wanita, istri yg sholeh. terima kasih Ustadz, barakallahu fyk

  • comment-avatar

    Kelima : Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan wanita, seperti memasak, mencuci, memandikan dan mencebok anak-anak.

    Lalu bagaimana jika saya yg bekerja (mencari nafkah keluarga) sementara hal yg ke lima di atas harus dikerjakan oleh suami? apakah saya dosa?
    Ustad mohon nasihatnya jika saya salah 🙁

  • comment-avatar

    Assalamu Alaikum izin share ustadz barakallahu fikum