Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam As-Syafii

14747

Terlalu banyak hadits-hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid. Akan tetapi hal ini ditentang oleh Habib Munzir. Dan dalam penentangannya itu Habib Munzir berdalil dengan beberapa hadits dan perkataan para ulama.

Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat.

Habib Munzir berkata :

“Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya”. Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)”

Demikianlah perkataan Habib Munzir dalam kitabnya Meniti Kesempurnaan Iman hal 40)

Saya akan menunjukkan kepada para pembaca sekalian tentang tipu muslihat yang telah dilakukan oleh sang Habib, dengan menukil langsung teks yang sesungguhnya dari kitab Faidhul Qodiir Syarh al-Jaami’ As-Shogiir yang dikarang oleh Al-Munaawi rahimahullah.

Tatkala menjelaskan hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam

لَعَنَ اللهُ زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ

“Allah melaknat para wanita penziarah kuburan dan (melaknat) orang-orang yang menjadikan di atas kuburan masjid-masjid dan penerangan”

Al-Munaawi berkata :

(Sabda Nabi) :  وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِد”(Allah melaknat orang-orang yang menjadikan masjid-masjid di atas kuburan) karena padanya ada bentuk berlebih-lebihan dalam ta’dziim (pengagungan). Ibnul Qoyyim berkata, “Dan hadits ini dan hadits-hadits yang semisalnya adalah bentuk penjagaan Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam terhadap tauhid agar tidak diikuti oleh kesyirikan dan agar kesyirikan tidak menutup tauhid, dan untuk memurnikan tauhid dan sebagai bentuk kemarahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena Robnya disamakan dengan selainNya. As-Syafii berkata, “Aku benci diagungkannya seorang makhluk hingga kuburannya akhirnya dijadikan masjid, kawatir fitnah kepadanya dan kepada masyarakat”.

Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun mesjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

Zainuddin Al-‘Irooqi berkata, “Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun masjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala memberi wakaf) agar dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya”. (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 5/274)

Demikianlah teks secara lengkap dari kitab Faidhul Qodiir. Para pembaca yang budiman perhatikanlah teks diatas, ternyata :

Al-Munaawi menukil perkataan Ibnul Qoyyim, yang Ibnul Qoyyim sedang menukil perkataan Imam As-Syafii (perkataan Ibnul Qoyyim ini bisa dilihat di kitab beliau Ighootsah Al-Lahfaan, tahqiq Al-Faqii 1/189), lalu Al-Munawi menyampaikan suatu pendapat lantas kemudian Al-Munawi menukil perkataan Al-‘Irooqi yang membantah pendapat tersebut.

Dari sini tampak tipu muslihat Habib Munzir dari beberapa sisi:

Pertama :

Habib Munzir berdusta atas nama Imam As-Syafii dengan menambah perkataan yang bukan perkataan Imam As-Syafii, yaitu perkataan ((dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya)), yang ini jelas adalah bukan perkataan Imam Syafii, akan tetapi sebuah pendapat yang dinukil oleh Al-Munawi.

Perkataan Imam As-Syafii ini sangatlah masyhuur, perkataan ini telah dinukil oleh Abu Ishaaq Asy-Syiirooziy (wafat 476 H) dalam kitabnya Al-Muhadzdzab fi Fiqhi Al-Imaam Asy-Syaafii, beliau rahimahullah berkata :

 


“Dan dibenci dibangunnya masjid di atas kuburan, karena hadits yang diriwayatkan oleh Abu Martsad Al-Gonawi bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang sholat kearah kuburan dan berkata, “Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai berhala (sesembahan), karena sesungguhnya bani Israil telah binasa karena mereka menjadi kuburan-kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid”. As-Syafii berkata, “Dan aku benci diagungkannya seorang makhluq hingga kuburannya dijadikan masjid, kawatir fitnah atasnya dan atas orang-orang setelahnya” (Al-Muhadzdzab 1/456, dengan tahqiq : DR Muhammad Az-Zuhaili)

Perkataan As-Syiirooziy dan perkatan Imam As-Syaafii ini juga dinukil oleh An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab (5/288, tahqiq Muhammad Najiib Al-Muthi’iy). Kemudian An-Nawawi berkata :


“Dan telah sepakat nash-nash dari As-Syafii dan juga para ashaab (para ulama madzhab syafiiyah) akan dibencinya membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau selainnya karena keumuman hadits-hadits (yang melarang-pen). Ay-Syafii dan para ashaab berkata, “Dan dibenci sholat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang sholeh ataukah tidak”. Al-Haafizh Abu Muusa berkata, “Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za’farooni rahimhullah : Dan tidak boleh sholat ke arah kuburannya, tidak boleh sholat di sisinya dalam rangka mencari barokah atau dalam rangka mengagungkannya, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A’lam”.(Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu’ syarh Al-Muhadzdzab 5/289)

Dan perkataan Imam As-Syaafii yang dinukil oleh Asy-Syiiroozi, An-Nawawi dan Al-Munaawi sesuai dengan penjelasan Imam As-Syafii dalam kitab beliau Al-Umm, dimana beliau tidak suka jika kuburan dibangun lebih tinggi dari satu jengkal, beliau berkata :


“Aku suka jika kuburan tidak ditambah dengan pasir dari selain (galian) kuburan itu sendiri. Dan tidak mengapa jika ditambah pasir dari selain (galian) kuburan jika ditambah tanah dari yang lain akan sangat tinggi. Akan tetapi aku suka jika kuburan dinaikan di atas tanah seukuran sejengkal atau yang semisalnya. Dan aku suka jika kuburan tidak dibangun dan tidak dikapur (disemen-pen) karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan, dan kematian bukanlah tempat salah satu dari keduanya (hiasan dan kesombongan), dan aku tidak melihat kuburan kaum muhajirin dan kaum anshoor dikapuri” (Al-Umm 2/631, tahqiq DR Rif’at Fauzi Abdul Muththolib, Daar Al-Wafaa’)

Kedua :

Habib Munzir tidak amanah dalam penerjemahan, kata qiila (قِيْلَ) yang artinya “dikatakan” tidak diterjemahkan oleh Habib Munzir.


Terjemahan Habib Munzir sbb : “Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya”. Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)”

Para pembaca yang budiman perhatikan terjemahan Habib Munzir, seharusnya terjemahan yang benar adalah : “…atau atas orang lain. Dikatakan : dan hal yang tidak…”

Ini jelas sangat merubah makna, karena fungsi dari kalimat qiila (dikatakan) ada dua:

–         Pertama : Menunjukan pemisah antara perkataan Imam Syafii dan perkataan selanjutnya yang bukan merupakan perkataan Imam As-Syafii

–         Kedua : Para penuntut ilmu telah mengerti bahwasanya para ulama tatkala menukil suatu pendapat dan dibuka dengan perkataan “dikatakan” maka ini menunjukkan lemahnya pendapat tersebut.


Ketiga :

Habib Munzir tidak menukil perkataan Al-Munaawi dalam Faidhul Qodiir secara sempurna. Padahal setelah nukilan yang didustakan kepada Imam Syafii tersebut, setelah itu Al-Munawi menukil dari Al-‘Irooqi untuk membantah pendapat tersebut. Para pembaca yang budiman perhatikanlah kembali teks perkataan Al-Munawi berikut ini:


Terjemahannya: “Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun masjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

Zainuddin Al-‘Irooqi berkata, “Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun mesjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala member wakaf) untuk dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya”. (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 5/274)

Maka sungguh saya bertanya kepada Habib Munzir yang mulia…”Kenapa anda begitu tega dan begitu berani memanipulasi perkataan para ulama…??”

Apakah anda tidak takut dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di hari akhirat kelak…???!!! Wallahul must’aaan (Bersambung…)

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 24-10-1432 H / 22 September 2011 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

www.firanda.com

285 COMMENTS

  1. Lanjutkan terus pembahasan ini Ustadz Firanda. Semoga Allah Ta’ala selalu memberkahi antum dan membalas usaha antum dengan kebaikan yang banyak.

  2. Ustadz, bagaimana dengan klaimnya yang mengatakan guru2nya musnid (hafal 100.000 hadits dan sanadnya), sedangkan ulama “wahabi” gurunya adalah buku dan sanadnya terputus. Dan bagaimana juga klaim murid2nya banyak yang mengaku mimpi bertemu Nabi berkat habib Munzir.

    Mohon tanggapannya, jazakallahu khairan katsiiran.

  3. Parah ya… mengaku keturunan nabi (habib) tapi malah menyesatkan ummat nabi.. berani beraninya membelokkan perkataan ulama.. Allah yahdihu

  4. memang perlu dibongkar ustadz syubhat sang habib karena sering kali beliau memelintirkan hadits2….ketika tampil di media televisi : sperti beliau telah pelintirkan hadits tentang hadits kullu bid’atin dholaalah

    • @ Aden Kejawen

      Assalamu’alaykum..

      coba di baca lagi akhi,…
      pelan – pelan saja..

      sekalian sama arabic dari buku aseli-nya

      barakallahu

    • [quote name=”Aden Kejawen”]Yang mbaca pada PICEK yang nulis PENDUSTA

      LU GOBLOG APE DONGO??? Mane yang didustakan woi???[/quote]
      => Seperti inilah buah akhlaq dari fanatikus habib…. yang duduk di majlisnya (habib m****r) … ( fanatik BUTA ). Allahul musta’aan… Mudah mudahan Allah memberi hudayah kepada cara beragama yang benar.Akhlaq yang baik.

  5. mumtaaz ustadz, ana punya kitabnya itu, syaikh Imam abu ishhaq fairuuz Abadi asysyrozi, buku jadul warisan bapak, dan syarahnya al muhadzdzab karya imam nawawi, mohon ustadz juga meneliti buku habib yang lain yang judulnya kenalilah aqidahmu, 2 buku itu tidak mencerminkan si habib itu keturunan Rasulullah, benar2 bertolak belakang. syukran ustadz atas ilmunya

  6. Jazallahu al-ustadz al-fadhil khoiron, wanafa’a bihi al-islama walmuslimin.
    Untuk para haba-ib kita, kita harapkan mengkaji dengan penuh kesungguhan dan amanah, barakallahu fihim.

  7. sya sangat tidak percaya apakah aden kejawen itu ada, krn saya yakin dia hanya fiktif, komentar yang dibuat oleh mereka yang membuat tulisan dan komentar2 diatas, smoga kalian yang mencerca para ulama dan habaib yang bersih dan lembut hatinya mendapatkan hidayah, dan sekirannya kemurkaan Alloh SWT lebih tepat kpd mereka, maka sepantasnyalah adzab yang mereka terima

  8. #azmi, apakah anda berhak menetukan azab?
    azab yang dahsyat adalh dimatikan hatinya akibat fanatik buta, sekiranya membaca dari awal sampai akhir atau anda mengetahui barang sedikit ilmu tentang hal terkait 9membangun kuburan di atas kuburan) atau faham dan tau ttg kitab terkait, maka itu lebih baik bagi anda dan lebih berguna…

  9. coba ustadz baca juga karomah-karomah si habib d****l ini yang disebarkan oleh pengikutnya,.bener-bener mengerikan ,.

    Mudah- mudahan ALLAH menguatkan hati dan iman kita diatas manhaj yang hak ini..

  10. lagi2 orang yang tidak bersanad ngoceh…..
    COPAS…..Copy…Paste ….

    Pada ngiri pada Hb Munzir…..
    BUSSUUKKKKK….
    Wahai Allah….
    Jadikanlah tiap2 huruf yang diketik ini menjadi saksi akan fitnah terhadap hb Munzir….
    Muliakanlah hb mMunzir dn jama’ahnya Ya Allah…..

  11. lagi2 orang yang tidak bersanad ngoceh….
    COPAS….Jurus Copy Paste….

    PAda ngiri….
    BUSSSOKKKKKKKKK…

    WAhai Allah…
    Jadikanlah tiap2 huruf yang diketik inni menjadi saksi akan fitnah mereka terhadap Hb. Munzir…
    Muliakanlah Hb Munzir dan jama’ahnya…
    Yaa Allah…

  12. padahal,….
    Tahukah kau anak muda?????
    ketika kamu mencelanya, memfitnahnya, menjekkannya dll….
    beliau mendo’akan kau sekalian dg segala kebaikan….
    beliau sangat menyayangi antum sekalian….

    ucapan beliau:
    “aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan…. Ya Alllah…YA Allah….

    • dengan senang hati akan ana tunjukkan kitabnya langsung, silahkan antum main ke toko buku walisongo, toko yang bukan pendukung salafi, di bagian kitab kuning, di rak 3 atau 4 dari bawah, jika antum berdiri menghadap rak itu antum menghadap ke arah timur, ada kitab yang di susun secara menyamping, dan tertulis al majmuu ( dengan bahasa arab), buka kitab ke 5, jilid ke 5, itu juz ke 5, buka kitab jana’iz, bab atta’ziyatu wal baka’ alal mayyiti, di sana di halaman 275-300an cari kata2 ini
      قال المصنف رحمه الله تعالى : ويكره أن يبنى على القبر مسجدا ، لما روى أبو مرثد الغنوى رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى أن يصلى إليه وقال : لا تتخذوا قبري وثنا ، فإنما هلك بنو إسرائيل لأنهم اتخذوا قبور أنبيائهم مساجدقال الشافعي رحمه الله : وأكره أن يعظم مخلوق حتى يجعل قبره مسجدا مخافة
      الفتنة عليه ، وعلى من بعده من الناس

      – الشرح : حديث أبي مرثد رواه مسلم مختصرا قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : لا تجلسوا على القبور ولا تصلوا إليها وثبت معناه عن جماعة من الصحابة فعن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : قاتل الله اليهود اتخذوا قبور أنبيائهم مساج
      رواه البخاري ومسلم رحمهما الله وعن ابن عباس وعائشة رضي الله عنهما قالا : لما نزل برسول الله صلى الله عليه وسلم طفق يطرح خميصة له على وجهه ، فإذا اغتم بها كشفها عن وجهه قال وهو كذلك : لعنة الله على اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد يحذر ما صنعوا رواه البخاري ومسلم ، وأبو مرثد بفتح الميم والثاء المثلثة واسمه كناز بفتح الكاف وتشديد النون وآخره زاي ابن حصين ، ويقال ابن الحصين الغنوي بفتح الغين المعجمة والنون توفي بالشام سنة ثنتي عشرة ، وقيل : سنة إحدى وهو ابن ست وستين سنة ، وحضر هو وابنه مرثد بدرا . واتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على كراهة بناء مسجد على القبر سواء كان الميت مشهورا بالصلاح أو غيره ، لعموم الأحاديث ، قال الشافعي والأصحاب : وتكره الصلاة إلى القبور ، سواء كان الميت صالحا أو غيره قال الحافظ أبو موسى : قال الإمام أبو الحسن الزعفراني رحمه الله : ولا يصلى إلى قبره ، ولا عنده تبركا به واعظاما له للأحاديث ، والله أعلم

      • Hai akhirzaman (akromuzaman), loe nyantri di sekolah pemerintah ya, blagu bener kaya udah jadi mutjahidz mutlaq aja, kalau berani langsung protes ke habib munzir ya, itu cm fitnah aja jadinya …

    • [quote name=”ridwan”]

      ucapan beliau:
      “aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan…. Ya Alllah…YA Allah….[/quote]

      Seram sekali. Inilah salah satu kesesatan dan kerusakan sufi. Allahul Musta’an. Datuknya -Shallallahu alaihi wasallam- saja sangat mewanti2 umatnya agar jgn sampai tersentuh api neraka barang seujung rambutpun, ini malah rela masuk neraka sementara jama’ahnya di surga, walah walaaah. Sadarlah wahai pak habib, jgn kau biarkan bisikan2 syaiton menutup hatimu. Apakah pak habib kira siksa neraka akan menjadi ringan hanya karena pak habib keturunan Rasulullah??????? Ya Allah Ya Ghofur, ampunilah kalimat2 habib Munzir ini, berilah beliau hidayah agar kembali pada sunnah dan meninggalkan jalan sufi ya Allah.

      Wahai teman2 yg ana sayangi, tolonglah dicermati kalimat2 tersebut dengan hati dan pikiran yg jernih, jgn dengan bungkus fanatik buta.

      • mas tomi, tambahan dari saya:

        dari tafsir ibn katsir, surat abasa ayat2 terakhir, dijelaskan bahwa pada hari kiamat, manusia lari dari anak dan istrinya. sampai2 nabi Isa lebih mementingkan keselamatan dirinya dibanding ibunya sendiri.

        anehnya habib kok rela masuk neraka karena jamaahnya ya…mumet deh dengernya

    • [quote name=”ridwan”]

      ucapan beliau:
      “aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan…. Ya Alllah…YA Allah….[/quote]

      Astagfirullah …
      mas, cobalah berfikir logis.
      Anda rela masuk neraka, sementara setiap hari masih berdo’a “rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqina adzaabannar”

    • Allah tidak mempersulit hambanya untuk beribadah, Allah tidak membebankan kepada hambanya mencari keturunan Rasulullah sebagai pedoman beribadah, itu sangat sulit sekali, zaman sekarang buyut kita aja sudah sulit mencari silsilahnya sampai ke kita, apalagi di zaman Rasulullah yang sudah berabad-abad lamanya sampai waktu sekarang ini, masya Allah, yang menjadi pedoman hanyalah Al-Qur’an dan sunnah, apalagi ada yang menganjurkan beribadah kekuburan, wahai kawan jangan mengambil resiko beribadah yang masih sangat diperdebatkan apalagi antara sunnah (yang katanya sunnah meminta2 kekuburan) dengan kemusrikan, masih banyak amalan yang benar2 sunnah yang diakui semua ulama seperti tahajjud, puasa sunnah, mengaji dirumah, apa kita udah sanggup mengerjakan itu, jangan2 yang wajib aja tidak dikerjakan. Ini pengalaman saya pribadi, saya kemarin itu sering beli Majalah Alkisah, masa ada habib yang mau membuat sebuah kitab dia bermimpi dulu, dia katanya di telepon sama Imam Syafi’i dan Nabi Muhammad SAW, terus menanam pohon bisa langsung berbuah katanya dan banyak lagi yang lain, itu pada edisi no. 2 Tahun IX 24 Januari-6 Februari 2011, masya Allah, apakah kita dibebankan oleh Allah untuk mempercayainya ? Didalam AlQuran Allah sering menegaskan bagi “orang yang berpikir” berarti hanya orang2 yg berpikir saja yang bisa menjalani agama ini dengan baik, kalau udah minta kekuburan berari orang yang tidak berpikiran.

    • ucapan beliau:
      “aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan…. Ya Alllah…YA Allah….

      kayak ajaran yesus kristus..
      semoga tak ada lagi muslim yang meniru ucapan bathil ini

    • mohon dicatat kata-kata ini :
      “tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan…”
      ——-
      pertanyaannya apakah hb.mundzir yang telah terbukti berdusta ini, hafal nama pengikut taqlid butanya yang ribuan? apakah hb.mundzir mengenal anda?

  13. @ Ridwan : lagi2 orang yang tidak bersanad ngoceh…..
    COPAS…..Copy…Paste ….

    Pada ngiri pada Hb Munzir…..
    BUSSUUKKKKK….
    Wahai Allah….
    Jadikanlah tiap2 huruf yang diketik ini menjadi saksi akan fitnah terhadap hb Munzir….
    Muliakanlah hb mMunzir dn jama’ahnya Ya Allah…..

    Maaf mas ; antum tahu dari mana tulisan diatas copas (copy paste ) ??? jangan cuman ngoceh,.kalo antum ingin membela habib antum, yang ilmiah dong jangan cuman bisa bilang “NGIRI ,BUSUKK ” itu namanya antum emosian dan fanatik buta,.didalam islam dilarang loh mas fanatik buta kecuali kepada Rasulullah.

    oh ya ucapan si habib yang antum nukil diatas
    “aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan…. Ya Alllah…YA Allah….”
    bener2 sebuah kata kesombongan dan amat sangat mengerikan ,.ana aja bergidik mendengarnya,.coba antum telaah lagi mas ridwan kata-katanya dengan akal yang sehat dan pikiran yang jernih,..insya ALLAH antum akan menyadari hal tersebut.

    -Allahul Musta’an –

  14. @Ridwan: Silahkan antum berikan sanggahan diatas bukti dan dalil apabila antum memang fans berat si habib.
    bagian mana dari artikel ini yang tidak sesuai dgn si habib, kalaupun sanggahan antum itu diatas bukti yang kuat dan dalil yg shohih, maka saya pribadi bahkan Ust. Firandapun akan membenarkan si habib juga apabila dalil dan bukti antum paparkan juga.

    Hadaakallahu wa iyyaanaa..