<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Nabi (seri 4): Wajibnya Wudlu Jika Ingin Menyentuh Mushaf & Kapan Disunahkan Untuk Berwudlu</title>
		<description>Discuss Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Nabi (seri 4): Wajibnya Wudlu Jika Ingin Menyentuh Mushaf & Kapan Disunahkan Untuk Berwudlu</description>
		<link>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu</link>
		<lastBuildDate>Tue, 18 Jun 2013 05:25:35 +0000</lastBuildDate>
		<generator>JComments</generator>
		<atom:link href="http://firanda.com/index.php/component/jcomments/feed/com_content/90" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<item>
			<title>lina says:</title>
			<link>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-3513</link>
			<description><![CDATA[@wawan dari yang ana pahami, hadits tersebut kan jelas maksudnya perintah untuk wudhu dan siwak sebelum sholat (tapi di sana ada kalimat 'kalaulah tidak memberatkan').. .nah hubungannya dengan -walau belum btal wudhunya- jadinya begini, ana beri contoh saja: misal ana mau sholat maghrib, kan ana berwudhu, ternyata setelah selesai maghrib hingga datang waktu sholat isya, ana tidak batal wudhunya...jadi karena ana masih punya wudhu ana bisa langsung sholat isya'...tetapi akan lebih baik jika ana memperbaharui wudhu (maksudnya wudhu lagi walaupun dari maghrib tadi belum batal) untuk sholat isya, sebagaimana yang ada dalam tulisan ust firanda --> terdapat kata disunnahkan...j adi insyaAllah kita dapat pahala dengan melakukan sunnah (wudhu lagi) tersebut, semoga membantu]]></description>
			<dc:creator>lina</dc:creator>
			<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 19:38:43 +0000</pubDate>
			<guid>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-3513</guid>
		</item>
		<item>
			<title>wawan says:</title>
			<link>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-3402</link>
			<description><![CDATA[Kalaulah tidak memberatkan umatku akan aku perintah mereka untuk berwudlu setiap sholat dan untuk bersiwak setiap berwudlu. (Riwayat Ahmad dan dishohihkan oleh Al-Albani dalam shohih at-Targib no 95) Afwan ustadz,, ana blm faham hubunganna dengan ...(walau belum batal wudlunya)]]></description>
			<dc:creator>wawan</dc:creator>
			<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 06:45:51 +0000</pubDate>
			<guid>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-3402</guid>
		</item>
		<item>
			<title>gunawan says:</title>
			<link>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-343</link>
			<description><![CDATA[Assalamualaikum , Ustadz firanda, kalau Al-Qur'an dan terjemahannya dapatkah kita namakan mushaf yang harus kita berwudhu ketika menyentuhnya? Komposisi tulisan arab dan terjemahannya tampaknya berimbang.]]></description>
			<dc:creator>gunawan</dc:creator>
			<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 03:40:14 +0000</pubDate>
			<guid>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-343</guid>
		</item>
		<item>
			<title>sayurhaseum says:</title>
			<link>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-339</link>
			<description><![CDATA[Berkata Syaikh Al-Albani : “Dan yang shohih dari para sahabat yaitu yang diriwayatkan oleh Mus’ab bin Sa’ad bin Abi Waqos bahwasanya dia berkata : “Aku memegang mushaf dihadapan Sa’ad bin Abi Waqos, lalu aku menggaruk, maka berkata Sa’ad :”Mungkin engkau menyentuh kemaluanmu?”, aku berkata :”Ya”, maka dia berkata :”Berdirilah dan berwudlulah”, maka akupun berdiri dan berwudlu kemudian aku kembali”. Diriwayatkan oleh Malik dan Baihaqi darinya dengan sanad yang shohih. (Irwaul golil 1/161) Menggaruknya hingga kedalam kain yak ? bukankah kalau masih ada kain tidak menjadikannya batal wudhu. pun masalah batalnya wudhu memegang kemaluan masih dalam ikhtilaf]]></description>
			<dc:creator>sayurhaseum</dc:creator>
			<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 10:05:26 +0000</pubDate>
			<guid>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-339</guid>
		</item>
		<item>
			<title>sayurhaseum says:</title>
			<link>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-338</link>
			<description><![CDATA[Adapun khobar (Saad bin abi waqas) maka ini adalah perbuatan sahabat. pun harus dipertanyakan : 1. yang berlaku pada masa ini mushaf yang mana ? padahal sebelum masa ini pun masing-masing sahabat diantaranya ibn mas'ud ali zaid dll memiliki mushaf sendiri. 2. perbuatan sahabat tidak menggugurkan kebolehan seorang yang tak punya wudhu untuk menyentuh mushaf karena adanya dalil perbuatan rasulullah yang membolehkannya. sebagai jalan tengah adalah, merupakan bagian dari adab dalam meng agungkan pun bukanlah suatu dosa bagi yang meninggalkannya karena suatu hal. kalaupun imam ahmad berpendapat seperti diatas, maka inipun adalah timbul dari ketaqwaan hati semata-mata untuk mengagungkannya . tapi bukanlah suatu pelarangan dari apa yang rasulullah bolehkan atasnya. Wallahu'alam]]></description>
			<dc:creator>sayurhaseum</dc:creator>
			<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 09:51:02 +0000</pubDate>
			<guid>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-338</guid>
		</item>
		<item>
			<title>sayurhaseum says:</title>
			<link>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-337</link>
			<description><![CDATA[seandainya hadits ini sahih pun masih meninggalkan beberapa pertanyaan Abu Bakr bin Muhammad bin Amr bin Hazm dari bapaknya dari kakeknya :(Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menuliskan kepada penduduk Yaman sebuah kitab yang padanya (ada tulisan) “Tidaklah menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” (Hadits shohih, irwaul golil no 122) 1. apakah kitab ini(dl hadits) mushaf al qur'an ? yaitu mushaf yang lengkap 30 juz sebagimana mushaf ustmani. kalau iya, bagaimana mungkin itu adalah mushaf utsmani yang lengkap isinya seluruh firman allah padahal rasulullah belum mennggal. 2. rasulullah mengirim surat kepada penguasa-pengia sa musyrik, yahudi dan nashrani yang isinya adalah penggalan-penga lan firman allah. yang hakikatnya sama dengan sebuah kitab yang dikirim oleh rasulullah ke yaman yaitu yang isinya merupakan hanya sebahagian dari firman allah swt. Apakah rasulullah mewajibkan penguasa kafir itu ber wudhu dulu sebelum menyentuh suratnya ? yang pada hakikatnya surat itu pun adalah sama saja dengan mushaf ustmani, yaitu firman allah yang ditulis pada kertas. 3. apa yang dimaksud dengan mushaf ? dan apa bedanya dengan tafsir (dalam perkara ini) karena pada masa rasululah belumlah firman allah dikumpulkan dan disempurnakan. dan hakikatnya kitab tafsir yang sekarang ini hakikatnya sama saja dengan kitab (dlm hadist) dan surat yang dikirim oleh rasulullah kepada penguasa kafir. 4. apakah keadaan rasulullah selalu bersih dari hadats ketika mendapatkan wahyu ? 5. apakah ada dalil yang menegaskan bahwa rasulullah memerintahkan untuk berwudhu terlebih dahulu kepada para hafidz dan penulis kitab (Ali, muawiyah, zaid dll) pada waktu itu ? kalau ada mengapa tidak ada stu pun hadits yang diriwayatkan mengenainya ?]]></description>
			<dc:creator>sayurhaseum</dc:creator>
			<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 09:50:21 +0000</pubDate>
			<guid>http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/90-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-4-wajibnya-wudlu-jika-ingin-menyentuh-mushaf-a-kapan-disunahkan-untuk-berwudlu#comment-337</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
