<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>NIKAH SYUBHAT</title>
		<description>Discuss NIKAH SYUBHAT</description>
		<link>http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat</link>
		<lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2013 13:47:40 +0000</lastBuildDate>
		<generator>JComments</generator>
		<atom:link href="http://firanda.com/index.php/component/jcomments/feed/com_content/272" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<item>
			<title>Abu Taufiq says:</title>
			<link>http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat#comment-6403</link>
			<description><![CDATA[Bagaimana dengan janda? bagaimana hukumnya. Ana baca di kitab fiqih wanita, diperbolehkan menikah dengan mengangkat wali hakim.]]></description>
			<dc:creator>Abu Taufiq</dc:creator>
			<pubDate>Thu, 04 Apr 2013 07:18:02 +0000</pubDate>
			<guid>http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat#comment-6403</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Mehmed says:</title>
			<link>http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat#comment-6384</link>
			<description><![CDATA[Seorang wanita ahlussunnah yang ayahnya adalah pelaku bid'ah, sang putri mendapat pinangan dari seorang ikhwan ahlussunnah juga dan si putri menyetujuinya, bahkan menyukainya, namun sang ayah melarang dikarenakan perbedaan prinsip aqidah diantara keduanya. Pertanyaannya: Apakah diperbolehkan bagi sang putri dan ikhwan yang meminangnya tersebut menikah dengan menggunakan wali hakim tanpa persetujuan dari ayah sang putri?]]></description>
			<dc:creator>Mehmed</dc:creator>
			<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 00:58:27 +0000</pubDate>
			<guid>http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat#comment-6384</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Abu Dhobith says:</title>
			<link>http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat#comment-4325</link>
			<description><![CDATA[Assalamu'alayku m warohmatulloohi wabarokatuh... Barokalloohu fiik ya ustadz, ana mau tanya jika ada seorang wanita yang tetap menikah dengan laki2 yang tidak disetujui oleh orang tua perempuan ( sehingga dengan wali hakim ) apakah syah pernikahannya. Dan menjadi catatan si orang tua wanita sudah tidak lagi menganggap sebagai anaknya. Apakah si anak wanita dianggap durhaka ? Dan bagaimana solusinya. Jazakalloohu khoyr. Wassalamu'alayk um warohmatulloohi wabarokatuh]]></description>
			<dc:creator>Abu Dhobith</dc:creator>
			<pubDate>Thu, 23 Aug 2012 03:38:36 +0000</pubDate>
			<guid>http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat#comment-4325</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
