Kategori: Status Facebook
Diterbitkan pada 21 December 2012 Klik: 5643
Print

Cukup mengagetkan hati tatkala melihat semangat sebagian "kiyai" atau "wali" dari kalangan aswaja dalam memberi ucapan "selamat natal" kepada kaum Nasrani. Bahkan tatkala Gus Dur dalam kondisi kritis dan menjelang wafatnya, maka beliau masih sempat mengucapkan selamat natal, sebagaimana dituturkan oleh putri beliau Inayah Wahid. Ia berkata :

((Saat itu, kondisi ayahnya yang makin kritis saat berbaring di rumah sakit. Teman, rekan, sahabat Gus Dur dari kalangan nasrani, datang menjenguk, bertepatan dengan Hari Natal, 25 Desember. "Dengan kondisi yang sakit, Gus Dur masih bisa mengucapkan selamat Natal. Ucapan itu persis pada pada tanggal 25 Desember.)), sebagaimana dinukil dari http://www.tribunnews.com/2011/01/01/gus-dur-masih-bisa-ucapkan-selamat-natal)

Demikian juga semangat mengucapkan natal disampaikan oleh Gus Sholah, sebagaimana dituturkan oleh Tribun News:
((Cendekiawan Muslim Salahuddin Wahid mengatakan, umat Islam sah-sah saja mengucapkan Natal kepada umat Kristiani. Pasalnya, tidak ada dasar yang melarang Muslim mengucapkan natal. "Mengucapkan Natal adalah bentuk ungkapan saling menghormati antarpemeluk agama," kata pria yang akrab disapa Gus Sholah itu, Kamis (20/12/2012))), http://www.tribunnews.com/2012/12/20/gus-sholah-tak-ada-larangan-muslim-ucapkan-selamat-natal,).
Padahal ketua MUI telah melarang mengucapkan selamat natal (http://www.tempo.co/read/news/2012/12/20/173449329/MUI-Umat-Islam-Tidak-Usah-Ucapkan-Selamat-Natal)

Hari natal adalah hari perayaan kaum Nashrani. Apa sih yang sedang mereka rayakan?, yang sedang mereka gembirakan??. Tentunya semua kaum Nashrani –dari Sabang sampai Merauke- sepakat bahwa mereka sedang merayakan hari kelahiran tuhan dan sesembahan mereka. Mereka tidak sedang merayakan kelahiran Yesus sebagai seorang nabi, akan tetapi merayakan kelahiran Yesus sebagai "Tuhan" atau "Anak Tuhan". Coba kita renungkan dengan akal sehat…, tatkala seorang muslim mengucapkan selamat kepada mereka, apakah yang dipahami oleh mereka?, apakah mereka memahami seorang muslim sedang menyatakan, "Selamat atas kelahiran Yesus sebagai seorang Nabi?". Tentunya sama sekali tidak !!!, karena jika mereka memahami demikian tentunya mereka akan ngamuk dan merasa dihina oleh seorang muslim….
Karenanya…mengucapkan selamat hari natal menimbulkan kelaziman-kelaziman yang sangat buruk…
((Selamat Hari Natal = Selamat hari lahirnya "tuhan" kalian = selamat menyembah salib = selamat kalau Allah punya anak = selamat bertrinitas = selamat memusuhi agama tauhid (Islam) = Selamat bahagia dengan bangkitnya kaum salibis yang senantiasa mengharapkan hancurnya Islam))
Ucapan selamat natal lebih parah daripada ucapan : Selamat berzina..., selamat mabuk..., selamat mencuri..., selamat membunuh..., selamat korupsi..., karena dosa terbesar adalah dosa kesyirikan…
Akan tetapi masih banyak kaum muslimin yang tidak menyadarinya...!!!!

Apa yang saya simpulkan di atas ternyata telah jauh-jauh diperingatkan oleh para ulama. Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya "Ahkaam Ahli Adz-Dzimmah" berkata:

وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم فيقول عيد مبارك عليك أو تهنأ بهذا العيد ونحوه فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب بل ذلك أعظم إثما عند الله وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب الفرج الحرام ونحوه. وكثير ممن لا قدر للدين عنده يقع في ذلك ولا يدري قبح ما فعل

"Adapun memberi selamat terhadap perayaan-perayaan kufur yang khusus maka hukumnya haram berdasarkan kesepakatan (para ulama) seperti seseorang (muslim) memberi selamat kepada mereka (orang-orang kafir) atas perayaan-perayaan mereka. Maka ia berkata "Perayaan yang diberkahi atasmu…" atau "Selamat gembira dengan perayaan ini" atau yang semisalnya. Maka perbuatan seperti ini –kalau pengucapnya selamat dari kekufuran- maka perbuatan ini merupakan keharaman, dan kedudukannya seperti jika ia memberi ucapan selamat kepada orang yang sujud ke salib. Bahkan hal ini lebih parah dosanya di sisi Allah dan lebih di murkai dari pada jika ia mengucapkan selamat kepada orang yang minum khomr (bir) atau membunuh orang lain, atau melakukan zina dan yang semisalnya. Banyak orang yang tidak memiliki ilmu agama yang cukup terjerumus dalam hal ini, dan mereka tidak tahu akan buruknya perbuatan mereka." (Ahkaam Ahli Adz-Dzimmah 1/441, tahqiq : Yusuf bin Ahmad Al-Bakry dan Syaakir bin Taufiiq, cetakan Romaady li An-Nasyr, cetakan pertama 1418 H/1997 M)

Seseorang hendaknya mencari keridoan Allah ta'ala, dengan mencintai apa yang dicintai oleh Allah dan murka terhadap apa yang dimurkai oleh Allah. Allah sangat murka dengan pernyataan bahwa Yesus adalah anak Allah.

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (٨٨) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (٨٩) تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (٩٠) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا

"Dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena Ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda'wakan Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak." (QS Maryam : 88-91)

Allah menggambarkan rusaknya keyakinan Allah punya anak dengan menyatakan bahwa pernyataan tersebut hampir-hampir menjadikan benda-benda mati yang megah seperti langit, bumi, dan gunung hancur karena betapa mungkarnya pernyataan tersebut. Lantas kemudian kaum Nasrani bergembira dengan pernyataan tersebut…Lantas sebagian kaum muslimin ikut mengucapkan "Selamat" atas keyakinan yang batil ini, yang merupakan puncak kesyirikan !!!!

Tidak diragukan lagi bagi orang yang berakal/waras bahwasanya jika seseorang berkata kepada orang lain, "Selamat berzina" sambil mengirimkan kartu uacapan selamat, disertai senyuman tatkala mengucapkannya, maka tidak diragukan lagi bahwasanya menunjukan ia ridho dengan "zina" tersebut. Dan itulah yang dipahami oleh sang pelaku zina.

Lantas jika ada orang yang mengucakan "Selamat hari natal" bukankah ini menunjukan ia ridho denga acara kesyirikan dan kekufuran tersebut??. Ucapan selamat seperti ini, tidak diragukan lagi secara dzohir menunjukan keridoan !!!

Dari sinilah kenapa para ulama mengharamkan ucapan "selamat natal". Meskipun –sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnul Qoyyim- bahwasanya kebanyakan orang yang mengucapkannya tidak bermaksud demikian, dan tidak bermaksud rido dengan kekufuran dan kesyirikan.

 

 

Comments   

 
# farista std 2012-12-23 22:41
ALLAH musta'an
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jakius 2012-12-24 02:52
Anda tidak tahu dengan apa yang telah Anda katakan
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abi yazid 2012-12-24 14:39
Quoting Jakius:
Anda tidak tahu dengan apa yang telah Anda katakan


saya ga paham maksud anda
jika anda lebih tahu... beritahu yang tidak tahu
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mon 2012-12-24 21:49
menrut saya klo seperti itu mending tinggal di negara timur aja.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# dodol 2012-12-25 11:08
lagi cari ulama yang mengatakan boleh mengucapkan natal ya pak? butuh pengakuan dari islam? saya sendiri orang islam kalau anda tidak mengucapkan selamat idul fitri tidak masalah kok....kok anda tidak pede dalam beragama?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rolland 2012-12-25 15:49
Bhineka tunggal ika bro,.. dari perbedaan kita belajar tenggang rasa, hormat menghormati, hidup kaya warna.. k'lo cuma 1 warna saja gak ada pelangi sehabis hujan #wassalam, damai sejahtera bagi kita semua 1 nusa, 1 bangsa, _Indonesia_
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# bulky biya 2012-12-26 06:58
Gak ada pelangi juga gak apa2 kok
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu nurqadar 2012-12-27 11:18
iya bro...pelangi khan fatamorgana yaa
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tommi 2012-12-26 11:12
Quoting Rolland:
Bhineka tunggal ika bro,.. dari perbedaan kita belajar tenggang rasa, hormat menghormati, hidup kaya warna.. k'lo cuma 1 warna saja gak ada pelangi sehabis hujan #wassalam, damai sejahtera bagi kita semua 1 nusa, 1 bangsa, _Indonesia_


Dalam beragama ga butuh pelangi mas
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abi yazid 2012-12-27 14:52
masalahnya adalah perbedaan aqidah, bagaimana bisa kita rela jika Nabi Isa Alaihissallam dijadikan anak Tuhan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Bandaro Sati 2013-02-02 20:55
Justru dengan bhineka tunggal ika bro kita saling menghormati. Saya menghormati bro sekalian tidak mengucapkan selamat idul fitri atau idul adha. Tolong juga hormati kita yang tidak mau mengucapkan selamat natal, dengan alasan tidak sesuai dengan keyakinan kita.. Menghormati bukan harus saling kasih selamat bro.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Bandaro Sati 2013-02-02 20:58
Menghormati bukan harus saling memberi selamat bro, kita juga ga masalah bro ga kasih selamat di hari raya kita.. Deal??
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Toyib 2012-12-26 20:24
Toyib
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

20 Artikel Favorit

Sebelum saya memaparkan celaan-celaan Habib Munzir ada baiknya kita kembali mengingat akan bahaya...
Cukup tersentak hati saya tatkala membaca pernyataan-pernyataan berani yang diungkapkan oleh Prof DR...
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, semoga salawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada...
Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan kepada Allah atas segala kenikmatan dan limpahan nikmat....
Terlalu banyak hadits-hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengharamkan menjadikan...
Sungguh merupakan suatu kemuliaan tatkala seseorang ternyata termasuk Ahlul Bait, tatkala seseorang...
Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena...
ANTARA HABIB MUNZIR & ISLAM JAMA'AH(Pernyataan Habib Munzir : Fatwa Orang Tidak Bersanad Adalah...
Kisah seorang wanita yang bernama 'Abiir yang sedang dilanda penyakit kanker. Ia mengirimkan sebuah...
Syubhat-syubhat para pendukung bid'ah hasanah(Imam Syafii mendukung bid'ah hasanah??)Syubhat pertama...
Sesungguhnya banyak sifat-sifat yang merupakan ciri-ciri seorang istri sholihah. Semakin banyak...
Berikut ini penulis nukilkan beberapa perkara yang penting yang berkaitan dengan adab tatkala berjimak...
Alhamdulillah sang ustadz telah menanggapi dengan baik tulisan saya, yang ini tentunya menunjukan...
(Catatan Terhadap Tulisan Ustadz Muhammad Idrus Ramli dan Kiyai Tobari Syadzili)Telah lalu tulisan saya...
KOLEKSI DUSTA PEMERINTAH IRANKalau Nggak Bohong, Bukan Syi'ah Namanya !!! Al-Imam Asy-Syafii berkata...
Nabi shallahu 'alaihi wa sallam bersabda : يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ "Setiap...
Yang Kadang Terlupakan Oleh Kedua Orang Tua :Ternyata Mencium Anak-Anak Mendatangkan Rahmat Allah...
Uwais bin ‘Amir Al-Qoroni adalah tabiin terbaik sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam...
Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah karuniakan kepada kita semua, semoga shalawat dan salam...
Disusun oleh Abu Abdil Muhsin Firanda PrologIstri yang bisa membahagiakan suami merupakan idaman,...
You are here:   HomeARTIKELStatus Facebook"DIBALIK" UCAPAN SELAMAT HARI NATAL