Dibalik Ucapan "Selamat Hari Natal" :
Selamat Hari Natal = Selamat hari lahirnya tuhan kalian = selamat menyembah salib = selamat kalau Allah punya anak = selamat bertrinitas = selamat memusuhi agama tauhid (Islam) = Selamat bahagia dengan bangkitnya kaum salibis yang senantiasa mengharapkan hancurnya Islam.
Ucapan selamat natal lebih parah daripada ucapan : Selamat berzina..., selamat mabuk..., selamat mencuri..., selamat membunuh..., selamat korupsi..., selamat berhomoseksual...
Akan tetapi masih banyak kaum muslimin yang tidak menyadarinya...!!!!
Sebagian kiayi menganggap acara natalan seperti acara ulang tahunsaja...padahal kaum nasoro merayakan natalan bukan karena kelahiran yesus sebagai manusia akan tetapi kelahiran yesus sebagai Tuhan atau anak tuhan. sehingga tatkala ada seorang muslim mengucapkan selamat natal maka mereka sangat gembira...seorang muslim telah meridhoi keyakinan mereka bahwa yesus adalah tuhan
Comments
Bahkan dengan Niat Tulus 2,6 juta personil banser NU menjaga gereja agar natalan bisa berjalan dengan lancar : (lihat http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/35476/Warta/Banser_NU_Jakarta_Pusat_Jaga_Katedral.html)
Padahal Allah berfirman "Dan Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan"
Maka dosa manakah yang lebih besar dari dosa syirik dan menganggap Allah punya Anak??!! silahkan baca firman Allah QS Maryam ayat 88-92
Sungguh kasihan nasib saudara-saudara kita di NU, semoga Allah memberi petunjuk kepada mereka
Saudara Abu Zainab yang saya hormati. Indonesia adalah negara yang jelas-jelas berasaskan Pancasila, dimana dalam Pancasila ada falsafah "Binneka Tunggal Ika". Saya kira landasan kami warga Nahdiyin jelas, yaitu mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang bahkan sudah ada di negeri ini sejak dahulu kala, sebelum Islam dan Kristiani ada di Indonesia. Akulturasi budaya dan adat istiadat adalah suatu keniscayaan karena Indonesia adalah negara demokrasi yang berasaskan Pancasila. Islampun sangat menghargai keragaman dan menjunjung tinggi keadilan. Baca dasar kehadiran putri-putri Gus Dur secara rinci, disana tidak ada unsur mengubah akidah. Dasarnya adalah manusia dan kemanusiaan.
Apalagi uacapan selamat natal, itu sama sekali tidak ada tujuan menyatukan apalagi keluar dari aqidah.
Jangan mudah menghakimi orang lain, apalagi Kyai yang jelas lebih mengerti agama dari kita.
Wassalamu'alikum wr. wb.
Derajad
Quoting abu zainab:
Ucapan Anda ini mengingatkan saya kepada ucapan orang awwam yang bunyinya demikian "Kita ini orang Islam tapi kita juga orang Indonesia". Dasar/pedoman hidup kita sebagai seorang muslim itu alqur'an lho mas, bukan pancasila.
Keberagaman itu bukan berarti mencampuradukan antara yang haq dan yang bathil. Tidak heran kl keluarga besar Pak Gus Dur itu nyeleneh, lha wong katanya dia itu wali, dibuat patung mirip patung budha manut wae. Bebas sasukane. Opo sampean nda mudeng to mas???
Kalapun kita kembali ke pancasila , maka sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa!!!! lantas apakah kita memberi selamat kepada kaum yang menyatakan ALlah tidak Esa, tapi punya anak? atau trinitas...??, ikut bergembira dengan keyakinan kafir mereka?? sungguh kasihan kalian warga NU. Jika anda mengucapkan selamat kepada mereka maka apakah sih yang mereka pahami? Yang mereka pahami adalah kita ikut berbahagia dengan keyakinan mereka. Ingatlah firman Allah ((Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Isa adalah anak Allah)), firman ALlah juga ((Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah satu dari yang tiga))
Sungguh kasihan kalian umat NU...memusuhi kaum wahabi dan mesam-mesem kepada Kaum Kafir.
Sungguh kasihan kalian warga NU...yang menjadikan Ulil Absor tokoh Liberal sebagai calon ketua kalian
Sungguh kasihan nasib kalian warga NU yang dipimpin sama Gus Dur yang didoakan oleh pendeta wanita kristen...yang menyatakan alquran porno...yang dinyatakan sebagai bapak pluralisme...ya ng mendukung inul...
Sungguh kasihan kalian warga Nu yang sekarang dipimpin oleh Aqil Siroj yang mesam-mesem sama orang syia'h. semoga Allah menyelamatkan kalian sebelum dihisab oleh Allah
Tetaaapiii...faktanya di lapangan...lihatlah...
Lihatlah siapa yg skrg dengan begitu mudahnya memberikan ucapan selamat natal tanpa mengkuatirkan mendapat murka Allah Azza wa Jalla?
Lihatlah siapa yg skrg dengan begitu mudahnya ikut merayakan natal dengan alasan kemanusiaan dan mengorbankan aqidah islamnya?
Aduhai, alangkah benarnya, tuduhan itu berbalik sendiri kepada org2 yg menuduh. Allahul Musta'an. Aku berlepas diri dari tindakan org2 itu ya Allah.
Kasihan saudara2ku di NU...
RSS feed for comments to this post