Terlalu banyak hadits-hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid. Akan tetapi hal ini ditentang oleh Habib Munzir. Dan dalam penentangannya itu Habib Munzir berdalil dengan beberapa hadits dan perkataan para ulama.
Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat.
Habib Munzir berkata :
"Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya". Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)"
Demikianlah perkataan Habib Munzir dalam kitabnya Meniti Kesempurnaan Iman hal 40)
Saya akan menunjukkan kepada para pembaca sekalian tentang tipu muslihat yang telah dilakukan oleh sang Habib, dengan menukil langsung teks yang sesungguhnya dari kitab Faidhul Qodiir Syarh al-Jaami' As-Shogiir yang dikarang oleh Al-Munaawi rahimahullah.
Tatkala menjelaskan hadits Nabi shallahu 'alaihi wa sallam
لَعَنَ اللهُ زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ
"Allah melaknat para wanita penziarah kuburan dan (melaknat) orang-orang yang menjadikan di atas kuburan masjid-masjid dan penerangan"
Al-Munaawi berkata :
(Sabda Nabi) : وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِد"(Allah melaknat orang-orang yang menjadikan masjid-masjid di atas kuburan) karena padanya ada bentuk berlebih-lebihan dalam ta'dziim (pengagungan). Ibnul Qoyyim berkata, "Dan hadits ini dan hadits-hadits yang semisalnya adalah bentuk penjagaan Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam terhadap tauhid agar tidak diikuti oleh kesyirikan dan agar kesyirikan tidak menutup tauhid, dan untuk memurnikan tauhid dan sebagai bentuk kemarahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena Robnya disamakan dengan selainNya. As-Syafii berkata, "Aku benci diagungkannya seorang makhluk hingga kuburannya akhirnya dijadikan masjid, kawatir fitnah kepadanya dan kepada masyarakat".
Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun mesjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.
Zainuddin Al-'Irooqi berkata, "Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun masjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala memberi wakaf) agar dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya". (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 5/274)
Demikianlah teks secara lengkap dari kitab Faidhul Qodiir. Para pembaca yang budiman perhatikanlah teks diatas, ternyata :
Al-Munaawi menukil perkataan Ibnul Qoyyim, yang Ibnul Qoyyim sedang menukil perkataan Imam As-Syafii (perkataan Ibnul Qoyyim ini bisa dilihat di kitab beliau Ighootsah Al-Lahfaan, tahqiq Al-Faqii 1/189), lalu Al-Munawi menyampaikan suatu pendapat lantas kemudian Al-Munawi menukil perkataan Al-'Irooqi yang membantah pendapat tersebut.
Dari sini tampak tipu muslihat Habib Munzir dari beberapa sisi:
Pertama :
Habib Munzir berdusta atas nama Imam As-Syafii dengan menambah perkataan yang bukan perkataan Imam As-Syafii, yaitu perkataan ((dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya)), yang ini jelas adalah bukan perkataan Imam Syafii, akan tetapi sebuah pendapat yang dinukil oleh Al-Munawi.
Perkataan Imam As-Syafii ini sangatlah masyhuur, perkataan ini telah dinukil oleh Abu Ishaaq Asy-Syiirooziy (wafat 476 H) dalam kitabnya Al-Muhadzdzab fi Fiqhi Al-Imaam Asy-Syaafii, beliau rahimahullah berkata :

"Dan dibenci dibangunnya masjid di atas kuburan, karena hadits yang diriwayatkan oleh Abu Martsad Al-Gonawi bahwasanya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam melarang sholat kearah kuburan dan berkata, "Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai berhala (sesembahan), karena sesungguhnya bani Israil telah binasa karena mereka menjadi kuburan-kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid". As-Syafii berkata, "Dan aku benci diagungkannya seorang makhluq hingga kuburannya dijadikan masjid, kawatir fitnah atasnya dan atas orang-orang setelahnya" (Al-Muhadzdzab 1/456, dengan tahqiq : DR Muhammad Az-Zuhaili)
Perkataan As-Syiirooziy dan perkatan Imam As-Syaafii ini juga dinukil oleh An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmuu' Syarh Al-Muhadzdzab (5/288, tahqiq Muhammad Najiib Al-Muthi'iy). Kemudian An-Nawawi berkata :

"Dan telah sepakat nash-nash dari As-Syafii dan juga para ashaab (para ulama madzhab syafiiyah) akan dibencinya membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau selainnya karena keumuman hadits-hadits (yang melarang-pen). Ay-Syafii dan para ashaab berkata, "Dan dibenci sholat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang sholeh ataukah tidak". Al-Haafizh Abu Muusa berkata, "Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za'farooni rahimhullah : Dan tidak boleh sholat ke arah kuburannya, tidak boleh sholat di sisinya dalam rangka mencari barokah atau dalam rangka mengagungkannya, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A'lam".(Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu' syarh Al-Muhadzdzab 5/289)
Dan perkataan Imam As-Syaafii yang dinukil oleh Asy-Syiiroozi, An-Nawawi dan Al-Munaawi sesuai dengan penjelasan Imam As-Syafii dalam kitab beliau Al-Umm, dimana beliau tidak suka jika kuburan dibangun lebih tinggi dari satu jengkal, beliau berkata :

"Aku suka jika kuburan tidak ditambah dengan pasir dari selain (galian) kuburan itu sendiri. Dan tidak mengapa jika ditambah pasir dari selain (galian) kuburan jika ditambah tanah dari yang lain akan sangat tinggi. Akan tetapi aku suka jika kuburan dinaikan di atas tanah seukuran sejengkal atau yang semisalnya. Dan aku suka jika kuburan tidak dibangun dan tidak dikapur (disemen-pen) karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan, dan kematian bukanlah tempat salah satu dari keduanya (hiasan dan kesombongan), dan aku tidak melihat kuburan kaum muhajirin dan kaum anshoor dikapuri" (Al-Umm 2/631, tahqiq DR Rif'at Fauzi Abdul Muththolib, Daar Al-Wafaa')
Kedua :
Habib Munzir tidak amanah dalam penerjemahan, kata qiila (قِيْلَ) yang artinya "dikatakan" tidak diterjemahkan oleh Habib Munzir.

Terjemahan Habib Munzir sbb : "Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya". Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)"
Para pembaca yang budiman perhatikan terjemahan Habib Munzir, seharusnya terjemahan yang benar adalah : "…atau atas orang lain. Dikatakan : dan hal yang tidak…"
Ini jelas sangat merubah makna, karena fungsi dari kalimat qiila (dikatakan) ada dua:
- Pertama : Menunjukan pemisah antara perkataan Imam Syafii dan perkataan selanjutnya yang bukan merupakan perkataan Imam As-Syafii
- Kedua : Para penuntut ilmu telah mengerti bahwasanya para ulama tatkala menukil suatu pendapat dan dibuka dengan perkataan "dikatakan" maka ini menunjukkan lemahnya pendapat tersebut.
Ketiga :
Habib Munzir tidak menukil perkataan Al-Munaawi dalam Faidhul Qodiir secara sempurna. Padahal setelah nukilan yang didustakan kepada Imam Syafii tersebut, setelah itu Al-Munawi menukil dari Al-'Irooqi untuk membantah pendapat tersebut. Para pembaca yang budiman perhatikanlah kembali teks perkataan Al-Munawi berikut ini:

Terjemahannya: "Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun masjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.
Zainuddin Al-'Irooqi berkata, "Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun mesjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala member wakaf) untuk dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya". (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 5/274)
Maka sungguh saya bertanya kepada Habib Munzir yang mulia…"Kenapa anda begitu tega dan begitu berani memanipulasi perkataan para ulama…??"
Apakah anda tidak takut dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di hari akhirat kelak…???!!! Wallahul must'aaan (Bersambung…)
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 24-10-1432 H / 22 September 2011 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com
Comments
Amin ya Allah
Mohon tanggapannya, jazakallahu khairan katsiiran.
LU GOBLOG APE DONGO??? Mane yang didustakan woi???
Assalamu'alaykum..
coba di baca lagi akhi,...
pelan - pelan saja..
sekalian sama arabic dari buku aseli-nya
barakallahu
"Yang mbaca pada PICEK yang nulis PENDUSTA"
-------------------------------------------
fanatisme yang mematikan hati....
=> Seperti inilah buah akhlaq dari fanatikus habib.... yang duduk di majlisnya (habib m****r) ... ( fanatik BUTA ). Allahul musta'aan... Mudah mudahan Allah memberi hudayah kepada cara beragama yang benar.Akhlaq yang baik.
Syukran jazakallah.
Untuk para haba-ib kita, kita harapkan mengkaji dengan penuh kesungguhan dan amanah, barakallahu fihim.
azab yang dahsyat adalh dimatikan hatinya akibat fanatik buta, sekiranya membaca dari awal sampai akhir atau anda mengetahui barang sedikit ilmu tentang hal terkait 9membangun kuburan di atas kuburan) atau faham dan tau ttg kitab terkait, maka itu lebih baik bagi anda dan lebih berguna...
Mudah- mudahan ALLAH menguatkan hati dan iman kita diatas manhaj yang hak ini..
COPAS.....Copy...Paste ....
Pada ngiri pada Hb Munzir.....
BUSSUUKKKKK....
Wahai Allah....
Jadikanlah tiap2 huruf yang diketik ini menjadi saksi akan fitnah terhadap hb Munzir....
Muliakanlah hb mMunzir dn jama'ahnya Ya Allah.....
COPAS....Jurus Copy Paste....
PAda ngiri....
BUSSSOKKKKKKKKK...
WAhai Allah...
Jadikanlah tiap2 huruf yang diketik inni menjadi saksi akan fitnah mereka terhadap Hb. Munzir...
Muliakanlah Hb Munzir dan jama'ahnya...
Yaa Allah...
Tahukah kau anak muda?????
ketika kamu mencelanya, memfitnahnya, menjekkannya dll....
beliau mendo'akan kau sekalian dg segala kebaikan....
beliau sangat menyayangi antum sekalian....
ucapan beliau:
"aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan.... Ya Alllah...YA Allah....
قال المصنف رحمه الله تعالى : ويكره أن يبنى على القبر مسجدا ، لما روى أبو مرثد الغنوى رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى أن يصلى إليه وقال : لا تتخذوا قبري وثنا ، فإنما هلك بنو إسرائيل لأنهم اتخذوا قبور أنبيائهم مساجدقال الشافعي رحمه الله : وأكره أن يعظم مخلوق حتى يجعل قبره مسجدا مخافة
الفتنة عليه ، وعلى من بعده من الناس
- الشرح : حديث أبي مرثد رواه مسلم مختصرا قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : لا تجلسوا على القبور ولا تصلوا إليها وثبت معناه عن جماعة من الصحابة فعن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : قاتل الله اليهود اتخذوا قبور أنبيائهم مساج
رواه البخاري ومسلم رحمهما الله وعن ابن عباس وعائشة رضي الله عنهما قالا : لما نزل برسول الله صلى الله عليه وسلم طفق يطرح خميصة له على وجهه ، فإذا اغتم بها كشفها عن وجهه قال وهو كذلك : لعنة الله على اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد يحذر ما صنعوا رواه البخاري ومسلم ، وأبو مرثد بفتح الميم والثاء المثلثة واسمه كناز بفتح الكاف وتشديد النون وآخره زاي ابن حصين ، ويقال ابن الحصين الغنوي بفتح الغين المعجمة والنون توفي بالشام سنة ثنتي عشرة ، وقيل : سنة إحدى وهو ابن ست وستين سنة ، وحضر هو وابنه مرثد بدرا . واتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على كراهة بناء مسجد على القبر سواء كان الميت مشهورا بالصلاح أو غيره ، لعموم الأحاديث ، قال الشافعي والأصحاب : وتكره الصلاة إلى القبور ، سواء كان الميت صالحا أو غيره قال الحافظ أبو موسى : قال الإمام أبو الحسن الزعفراني رحمه الله : ولا يصلى إلى قبره ، ولا عنده تبركا به واعظاما له للأحاديث ، والله أعلم
Seram sekali. Inilah salah satu kesesatan dan kerusakan sufi. Allahul Musta'an. Datuknya -Shallallahu alaihi wasallam- saja sangat mewanti2 umatnya agar jgn sampai tersentuh api neraka barang seujung rambutpun, ini malah rela masuk neraka sementara jama'ahnya di surga, walah walaaah. Sadarlah wahai pak habib, jgn kau biarkan bisikan2 syaiton menutup hatimu. Apakah pak habib kira siksa neraka akan menjadi ringan hanya karena pak habib keturunan Rasulullah????? ?? Ya Allah Ya Ghofur, ampunilah kalimat2 habib Munzir ini, berilah beliau hidayah agar kembali pada sunnah dan meninggalkan jalan sufi ya Allah.
Wahai teman2 yg ana sayangi, tolonglah dicermati kalimat2 tersebut dengan hati dan pikiran yg jernih, jgn dengan bungkus fanatik buta.
dari tafsir ibn katsir, surat abasa ayat2 terakhir, dijelaskan bahwa pada hari kiamat, manusia lari dari anak dan istrinya. sampai2 nabi Isa lebih mementingkan keselamatan dirinya dibanding ibunya sendiri.
anehnya habib kok rela masuk neraka karena jamaahnya ya...mumet deh dengernya
Astagfirullah ...
mas, cobalah berfikir logis.
Anda rela masuk neraka, sementara setiap hari masih berdo'a "rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqina adzaabannar"
"aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan.... Ya Alllah...YA Allah....
kayak ajaran yesus kristus..
semoga tak ada lagi muslim yang meniru ucapan bathil ini
"tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan..."
-------
pertanyaannya apakah hb.mundzir yang telah terbukti berdusta ini, hafal nama pengikut taqlid butanya yang ribuan? apakah hb.mundzir mengenal anda?
COPAS.....Copy...Paste ....
Pada ngiri pada Hb Munzir.....
BUSSUUKKKKK....
Wahai Allah....
Jadikanlah tiap2 huruf yang diketik ini menjadi saksi akan fitnah terhadap hb Munzir....
Muliakanlah hb mMunzir dn jama'ahnya Ya Allah.....
Maaf mas ; antum tahu dari mana tulisan diatas copas (copy paste ) ??? jangan cuman ngoceh,.kalo antum ingin membela habib antum, yang ilmiah dong jangan cuman bisa bilang "NGIRI ,BUSUKK " itu namanya antum emosian dan fanatik buta,.didalam islam dilarang loh mas fanatik buta kecuali kepada Rasulullah.
oh ya ucapan si habib yang antum nukil diatas
"aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan.... Ya Alllah...YA Allah...."
bener2 sebuah kata kesombongan dan amat sangat mengerikan ,.ana aja bergidik mendengarnya,.c oba antum telaah lagi mas ridwan kata-katanya dengan akal yang sehat dan pikiran yang jernih,..insya ALLAH antum akan menyadari hal tersebut.
-Allahul Musta'an -
bagian mana dari artikel ini yang tidak sesuai dgn si habib, kalaupun sanggahan antum itu diatas bukti yang kuat dan dalil yg shohih, maka saya pribadi bahkan Ust. Firandapun akan membenarkan si habib juga apabila dalil dan bukti antum paparkan juga.
Hadaakallahu wa iyyaanaa..
Coba deh kalian baca bismillah atau istighfar dahulu, lalu baca lagi pelan2 tulisan ust Firanda di atas... jelas banget akhi buktinya begitu kongkrit..!!
Antum bisa langsung cek ke kitab aslinya yang dirujuk Ust Firanda, dan bisa menentukan siapa yang dusta dan siapa yang keliru??? Ustadz Firanda ataukah habib Munzir yg dusta??!!
kalau kalian masih keras kepala dan tidak mampu merujuk ke kitab2nya, caranya mudah : Tinggal print aja artikel ini, lalu kasih habib untuk membacanya dan mengulasnya dengan JUJUR dan AMANAH. Lalu silahkan bantah dengan ilmiyah...!!! It's Very Simple...!!!
Jadi, tidak perlu menghujat Ustadz Firanda dengan kata2 yg "nggak penting" dan "nggak esensi". Langsung To The Point tunjukkan aja di mana buktinya kalau antum yg benar..
*Semoga Allah ta'ala menjaga dan merahmati ustadz Firanda Andirja beserta keluarganya... Barakallahu fiik ya ustadz.. :)
Salam kesejahteraan dan kenahagiaan untuk kalian semua..
Untuk orang2 yg mengatakan Habib Munzir berdusta,,, Sungguh engkau yg berdusta,,,
Ziarah kubur itu sunnah,,,,melem butkan hati dan mengingatkan kematian, Masjid Nabawiy di Madinah pun dibangun berdampingan dengan makam Rasulullah SAW, bahkan Ka'bah yg Mulia dihiasi dengan Kiswah yg nilainya -+2Milyar sungguh indah juga jika makam2 dan kuburan para Awlia Allah dihiasi bagai kamar pengantin,,,unt uk memuliakannya,, , jadi jika kalian mendustakan kalimat dan perkataan Habib Munzir sungguh engkau yg telah berdusta dan berbohong serta memfitnah,,, Allohumma sholi ala Sayidina Muhammad saw...
Coomment... FB: Muhammad Riyadi
Emang ini lagi membicarakan ziarah kubur Mas? Baca dulu baek baek...
coba perhatikan kalimat asli yg dikutip ust firanda dr kitabnya langsung dan perkataan habib yg diklaim beliau adalah perkataan imam syafii.
Bagian mana dari tulisan diatas yg menolak ziarah kubur? Sepertinya Mas lagi emosi deh .... He he he ...
dua Qoul yg anda anggap saling bertentangan itu tidak bertentangan sama sekali, kita harus jeli memahami tipu muslihat si penulis ini, menuduh Habib Munzir berdusta ternyata dialah yang pendusta itu,
Penulis, anda ingin sekali menjatuhkan Habib mundzir?? menganggap qoul pertama telah di nasakh / dianggap salah dengan qoul yg kedua. padahal tidak sama sekali
Makanya, kalau belajar itu jangan hanya sama buku dan kitab saja, perlu belajar juga berguru kepada pemegang Sanad Imam Syafi'i, kalau anda bingung terhadap kitab anda bisa merujuk kepada sang Guru tsb, supaya tidak keliru pemahaman anda,,
Anda kalau ingin sesat sesat sendiri saja jangan mempengaruhi orang lain dengan pemahaman anda yang dangkal yang hanya belajar dari kitab.
Sungguh, Sanad keguruan jauh lebih kuat untuk di pegang dan di percayai ketimbang hanya dengan kitab dan buku..
ulasan anda kalau dibaca sangat lucu, he he he
dalil??? ini bukan diskusi...
ini fitnah....
terkadang alangkah baiknya jika kita inging mendalami ilmu, tidak skedar punya atau membaca kitab saja....
terkadang seorang pengarang kitab menghukumi hukum yang beda atas tiap2 permasalahn sesuai keadaan juga.....
kita seharusnya tidak mengambil sepotong2...
itulah fungsinya sanad keguruan....
gurunya menerangkan masalah lin dgn keadaan ini, trus muridnya menerangkan kepada muridnya, dst..... sampai kpd kita.,..
dan hamba yakin yang nulis artikel ini sanad ilmunya terputus,,,,
coba tanya!!!! bener???????
semoga yang lainnya berhati jernih,,,, ok!!!!
Universitas Islam madinah bro, gimane bisa dikatakan sanadnya gak jelas ?
Sanad dari Yaman itu sanad recehan, sanad sisa2. Pusatnya sanad itu ya di Mekkah dan di Madinah, jangan di-balik2. Banyak orang Indonesia berguru ke Mekkah/Madinah bisa dapat sanad sampai Bukhari/Muslim. Kalau orang ke Yaman, kebanyakan dapat sanad sufi.
ustadz firanda,apakah anda takut dan pengecut untuk menemui habib munzir...???
demi alloh...demi rosululloh...be liau hamaba alloh yang amanah..
hentikan fitnahmu atau alloh yang akan menghentikanmu..
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
ttd
PENCINTA HABAIB
Istighfar mas. Jangan malu-maluin Habib Munzir, masak emosinya ampe segitunya. Doain aja moga Habib Munzir diberi taufiq oleh Allah.
Quoting firanda iblis:
SIMPLE....Jelas lah mana akhlak yg harus ana ikuti...pecinta nabi صلى الله عليه وسلم
tentu tidak berakhlak seperti ini. Alhamdulillah telah Engkau berikan petunjuk kepadaku ya Allah mana yang harus aku ikuti. Amin
ternyata yg katanya punya sanad, begini nih omongannya? katanya ahu hadits? bisanya cuma ngutuk. cemen lah....
Omongan 1 ama omongon 2. sebetulnya sama2 ngutuk..yang 1 to the point..yang 2 pake bahsa ilmiah...tapi sama2 menghina mahluk Alloh...cuma yang lebih parah yang ke 2 karena menghina seorang ulama...
Omongan ke 2 timbul karena adanya omongan ke 1, jadi harusnya omongan ke 1 lah yg anda kritisi....
mas kl ngebantah, tlg pake hujjah yg jelas. ini mah frustasi.
hanya saja, ana keberatan dengan kalimat "Dari sini tampak TIPU MUSLIHAT Habib Munzir dari beberapa sisi"
krn belum tentu habib sengaja mengadakan "tipu muslihat" trhadap umat.
mohon maaf jika tidak berkenan..
Barokallohu fiik ustad atas Sharenya..
Saya paham betul akan maksud dari web dan artikel ini dibuat.
Saya hanya mengingatkan kepada yang berkata tidak pantas dan tidak berpendidikan seperti yang ada di atas.
" Bukankah setiap Amal (semua perbuatan ataupun ucapan) akan dimintai pertanggung jawabannya? "
Mulailah mengenal agama sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah Azza wa-jalla melalui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Bagaimana caranya? Mari sama-sama kita belajar dan mengenali Agama kita dengan baik. Tuntutlah "ILMU", agar kita sama-sama selamat dunia dan Akhirat.
orang yang mendakwa/mengkl aim harus mendatangkan bukti
Na'am.
Andaikan memang benar sanad ilmunya bersambung hingga Rasulullah, apakah bisa dipastikan ke-tsiqohan guru2nya diatasnya itu??? Nah loh, sana belajar jarh wa ta'dil he he he
Ilmu yang dangkal adalah ilmu yang tidak punya dasar...
Bawakan saja bantahan yang jitu dari Habib Munzir dan teamnya (jangan asal bantah), supaya Ust. Firanda bisa bertobat dari kesalahannya.
Kalau cuma nulis-nulis komentar yang kesannya emosi doang, ini sih gak mencerminkan Akhlaq nya Nabi yang penuh kasih sayang.
ayo tunjukan akhlaq mulia Nabi pada Wahabi/Salafi, biar Wahabi/Salafi bisa belajar pada kalian.
Ditunggu ya bantahannya, dan kalau memang Habib Munzir salah BUKAN SUATU AIB untuk BERTAUBAT DARI KESALAHAN.
Anggap aja, ini wujud sayang Ust. Firanda sama Habib Munzir...gak usah terlalu dikaitkan dengan yang Lebay-Lebay (berlebihan).
Smoga Allah slalu melindungi kita, dan membimbing kita di jalan yang lurus, jalan yang ditempuh para nabi, sahabat dan ulama.
Karena ini akan membuat semakin menjadi diskursus Intelektual. Orang akan semakin mau menuntut Ilmu lagi. Kecuali dah kena penyakit taqlid buta akan smkin tambah skitnya.
Jazakallah
kalimat haq digunakan secara batil...
hehehe.. antum tau dari mana bahwa itu yang batil?
emangnya ente Tuhan? kok udah bisa mengatakan mana yang hak mana yang batil
Buat saudara-saudari yang Insya Allah dimuliakan oleh Allah, saya cuma ingatkan...kalo mo mengaji dan mengkaji islam yang luhur carilah Guru2/ustadz yang sanad keguruan yang bersambung dengan Rasulullah SAW! Jangan guru/ustadz yang belajar dari buku dan kagak jelas sanadnya...!!!
Mas Yadi, daripada kelamaan nanya-nanya Ust. Firanda berguru dimana dan tetek bengek lainnya...mendi ngan print tulisan Ust. Firanda dan bawakan kepada Habib Munzir dan team nya,...kok kayaknya AIB banget kalau Habib Munzir dikritik sehingga nulisnya agak beraroma emosi, kan tulisan Ust. Firanda ini belum tentu benar dan juga belum tentu salah...makanya jawab/bantah aja dengan jitu
Bagi mas bro Habib Munzir gak Ma'shum kan ya?...kalau gak ma'shum ya biasa aja kali nanya + responnya ke Ust. Firanda.
tapi kalau memang sudah kebiasaan nulisnya dan biasa respon ke Wahabi/Salafi kayak gitu ya saya maklumin deh, kan kita bersaudara terikat kalimat Laa Ilaha Illallahu..
OK mas bro yadi, bisa dipahami ya
terlalu kalem, membosankan...
gw bingung sama pendukung habib mundir, ini forum ilmiah,lo terima aja tantangannya bawa tulisan diatas bawa ke habib ente, kalo emang bisa jawab ilmiah publikasikan, kalo perlu pasang spanduk di belah tugu pancoran biar semua orang tau ,ngaku sanadnya sampai tapi kelaukan jauh, pake emosi lagi. sori gw bukan pendukung firanda, gw ga kenal firanda, tp kalo firanda kenal gw, gw ga tau.
ini bukan soal dukung dukungan kaya capres, btw ini ilmiah bro,... ilmoe.....janga n pakai taqlid perorangan, sdh basi.....
Setuju !!!
Terlihat jelas kebencian dan kedengkian di diri Bpk Firanda kpd Habib Munzir di dalam tulisannya. Mari kita lhat tulisannya yg diletakkan di awal : "
Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat.
Habib Munzir dikatakan sprti org yg suka melakukan tipu muslihat menurut ustad firanda. Astagfirulloh, sangat terlihat jelas ustad ini hanya ingin menebarkan kebencian dan fitnah, tdk ada niat baik dari dirinya. Ustad ini hanya menyebarkan kebencian pd ulama. Tidak bisa dipungkiri jika ustad firanda hanyalah antek2 Nasrani dan Yahudi. Dia tdk senang atas keberhasilan Habib Munzir yg tlah menyebabkan kebangkitan umat muslim. Dia juga tdk suka Habib Munzir yg tlah berhasil membawa orang2 kafir menjadi mualaf sprti dakwah yg dia lakukan di Irian Jaya, Jakarta, dan wilayah lainnya sampai ke luar negeri
Saya jadi teringat hadist shahih yg diriwayatkan Imam Bukhori yg berbunyi: "Akan muncul di akhir jaman, manusia muda yg lemah akalnya. Mreka membaca Qur'an tetapi hanya sampai kerongkongannya saja. Merka melesat sperti anak panah yg kluar dri busurnya. Mreka sibuk memerangi umat Islam tetapi membiarkan penyembah berhala berhala". Haidts ini sangat pas dgn Bp Firanda yg sibuk memerangi ulama.
Saya sudah cek bukunya Habib Munzir dan ternyata tdk ditemukan kata2 yg disebutkan oleh ustad Firanda.
Buktinya mana mas?...tulisin aja disini, gampang kan?
Kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh Habib Munzir tidak lantas menyebabkan ia TIDAK BOLEH DIKRITIK kan?...atau menurut sampeyan dia Ma'shum?..
Kalau Habib Munzir tidak salah dalam menukil maka Ust. Firanda yang harus bertaubat, sedangkan kalau Habib Munzir yang salah dalam menukil maka beliau wajib bertaubat...gam pang kan.
tapi kalau merasa Habib gak mungkin salah, Habib pasti bener alias Habib itu Ma'shum...yah mau gimana lagi kalau masih seneng tersandera dalam pemikiran seperti itu mudah-mudahan suatu waktu nanti bisa lebih baik....amin
Memang ciri-ciri manusia yg tidak berahlak adl gemar mencaci maki para ulama. Apakah kalian sebelumnya sudah mengecek bukunya Habib Munzir apakah sesuai dgn apa yg ditulis firanda ?
Ini saya sertakan bukti nyata, silahkan antum lihat sendiri di link https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2116107181099&set=a.2116106261076.2106295.1198314275&type=1&theater
atau antum bisa download langsung dari websitenya di http://majelisrasulullah.org/media/meniti_kesempurnaan_iman.pdf
Habib Munzir berguru kepada seorang ulama besar yang mendapat gelar Alhafid dan Almusnid (yang hafal sekitar 100.000 ribu hadits berikut sanad dan matannya) selama empat tahun di Hadramauth, Yaman. Guru beliau Alhafid Almusnid Alalamah Alarif billah Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafids sudah termasyur di seluruh dunia. Ingat sabda Nabi Muhammad SAW: "Imam dan kelembutan ada di Yaman" (HR. Shohih Bukhari). Rasulullah SAW sudah mengetahui bahwa nanti akan timbul fitnah besar maka berpedomanlah pada ulama2 dari Yaman.
Banyak karomah dalam diri Habib Munzir yg menunjukkan bahwa beliau adl Wali Allah (yang benar jalannya). Saya sendiri sudah menyaksikan beberapa kali di Majeli Taklim beliau sering muncul lafad Allah di langit. Inilah salah satu karomah beliau sebagai seorang wali. Meskipun demikian beliau adalah orang yg tawadhu. Beliau selalu merendh dgn mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang pendosa. Lihatlah jawaban-jawaban beliau di forum tanya jawab websitenya : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34
Hentikanlah caci maki kalian kepada habib Munzir. Jangan sampai kalian mendapat azab dari Allah SWT seperti hadits berikut : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, Allah subhanahu wata'ala berfirman: "Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku kumandangkan perang terhadapnya" ( Shahih Al Bukhari )
Saya sudah baca buku Meniti Kesempurnaan Iman Karya Habib Munzir, Ust. Firanda salah dalam menulis halaman, mungkin maksud beliau bukan halaman 30 melainkan halaman 40, tulisan Habib Munzir diatas ada pada halaman 40, silahkan antum baca.
Ust. Firanda hanyalah manusia biasa, namun Beliau tidak berdusta, karena Habib Munzir benar-benar menulisnya seperti itu pada halaman 40.
Ataukah itu hanya syarat dan term yang dibuat-buat oleh kaum tarekat sendiri?
Saudaraku yang terhormat,
kita ini kan orang Islam,
wajib taat sama Allah,
Allah menyuruh kita taat pada Rasul,
Rasul melarang kita menghadirkan perkara-perkara baru "dalam agama" selain dari yang Rasul & Khulafaur Rasyidin contohkan,
Kemudian anda membuat term ini itu tanpa contoh Rasul & para Shahabat apakah itu baik?
Saya tau kecintaan anda pada ahlul bayt, tapi perlu anda ketahui bahwa menjadi keluarga Rasul bukanlah jaminan seseorang itu suci dari dosa.
Ingatkah anda dengan Paman tercinta beliau? Ayah atau Ibu tercinta beliau?
Beliau shalallaahu 'alaihi wasallam beberapa kali menegaskan bahwa mereka adalah penghuni Neraka.
Setiap kali mengingatnya Rasul pun meneteskan air mata karena sangat sayangnya beliau terhadap mereka, namun Beliau tetap dan terus menggambarkanny a sedemikian rupa sebagai pelajaran bagi kita bahwa nasab tak bisa dijadikan jaminan seseorang itu masuk surga & wali Allah, melainkan semua karena amalan kita.
Syarat-syarat seorang ulama bisa dijadikan rujukan ada banyak, yang mungkin Habib Munzir sendiri belum satu kalipun mengikuti testnya oleh para Ulama kibar semacam Beliau yang juga hafal ratusan ribu hadis beserta sanadnya, mereka juga hafal Qur'an bahkan faham tafsir-tafsir dari banyak Ulama terdahulu.
Ulama-ulama dari Yaman yang mana dulu teman?
Apakah semua Ulama?
Apakah yang gemar melakukan kebid'ahan dalam agama dan tawassul kubur?
Atau yang gemar ngebom dan mengkafirkan Saudaranya seiman seperti Usamah bin Laden, Ulama jihadiyun yang juga berasal dari Yaman?
Tentu tidak, tentu saja Ulama yang berpegang teguh Al-Qur'an & Sunnah menurut pemahaman Generasi Sholih terdahulu (Para shahabat).
Ini bukanlah caci maki wahai saudaraku, melainkan pembelaan kami atas Al Imam Asy Syafi'i rahimahullaahu ta'ala yang Habib Munzir telah selewengkan perkataannya.
Anda lihat Habib anda itu, bukankah beliau malah mencela Imam Masjidi Haram (Syaikh Sudais) dengan celaan yang tanpa bukti?
Dan celaan beliau pada ahlul Hadits masa kini, Syaikh Nashiruddin Al Albani?
Atau celaan tanpa bukti beliau pada Mufti Arab Saudi era 90-an, Syaikh Abdul Aziz bin Baz?
Tanpa bukti itu namanya celaan, kalau buktinya salah itu tuduhan, kalau buktinya benar adanya itu namanya bantahan & peringatan.
Bukankah sesama muslim sudah seharusnya untuk saling mengingatkan?
Kalau bukan saudara seiman yang mengingatkan, lalu siapa lagi?
1. Habib Syaikh Abu Bakar bin Haddar al-Haddar (Ketua Yayasan Sosial Adhdhamir al-Khairiyah di Tariim)
2. Habib Syaikh Aiman bin Salim al-'Aththos (Guru Ilmu Syari’ah di SMP dan Khatib di Abu ‘Uraisy)
3. Habib Syaikh Hasan bin Ali al-Bar (Dosen Kebudayaan Islam Fakultas Teknologi di Damam dan Imam serta khatib di Zhahran.
4. Habib Syaikh Husain bin Alawi al-Habsyi (Bendahara Umum ‘Muntada al-Ghail ats-Tsaqafi al-Ijtima’I di Ghail Bawazir)
5. Habib Syaikh Shalih bin Bukhait Maula ad-Duwailah (Pembimbing al-Maktab at-Ta’awuni Li ad-Da’wah wal Irsyad wa Taujih al-Jaliyat, dan Imam serta Khatib di Kharj).
6. Habib Syaikh Abdullah bin Faishal al-Ahdal (Ketua Yayasan ar-Rahmah al-Khairiyah, dan Imam serta Khatib Jami’ ar-Rahmah di Syahr).
7. Habib Syaikh DR. ‘Ishom bin Hasyim al-Jufri (Ustadz Musaa'id Fakultas Syari’ah Jurusan Ekonomi Islam di Universitas Ummu al-Qurra’, Imam dan Khotib di Mekkah).
8. Habib Syaikh ‘Alawi bin Abdul Qadir as-Segaf (Pembina Umum Mauqi’ ad-Durar )
9. Habib Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Maqdi (Pembina Umum Mauqi’ ash-Shufiyah, Imam dan Khotib di Damam).
10. Habib Syaikh Muhammad bin Muhsi al-Baiti (Ketua Yayasan al-Fajri al-Khoiriyah, Imam dan Khotib Jami’ ar-Rahman di al-Mukala).
11. Habib Syaikh Muhammad Sami bin Abdullah Syihab (Dosen di LIPIA Jakarta)
12. Habib Syaikh DR. Hasyim bin ‘Ali al-Ahdal (Prof di Universitas Ummul Qurra’ di Mekkah al-Mukarramah Pondok Ta’limu al-Lughah al-‘Arabiyah Li Ghairi an-Nathiqin Biha)
Cetakan siapa mas? Infonya dong, saya jg pengen tahu nih. Jgn bisanya cuma nyalahin saudi dan turki telah mentahrif kitab
Saudara2 yg kumuliakan,
Saya orang awam yg bodoh punya sedikit saran.Sebagai orang2 muslim mungkin ada baiknya kita memperhatikan 3 hal sebelum memperdebatkan ttg KEBENARAN.
1.Niat
Yaitu NIAT mencari KEBENARAN. Jadikanlah forum semacam ini sebagai ajang utk ber sama2 MENCARI kebenaran. Tidaklah sama antara "berdiskusi" mencari kebenaran dengan "berdebat" ttg kebenaran. "Berdebat" hanya akan membawa kita untuk mati2an MEMPERTAHANKAN pendapat kita tanpa peduli salah atau benar. Sebaliknya jika kita berdiskusi mencari kebenaran dg Niat baik, Insha Allah kebenaran yg akan kita dapat (bukan masalah siapa yg menang berdebat). Ingat bhw kebenaran itu milik Allah, bukan milik kita. Sungguh banyak diantara kita yang merasa kebenaran itu ada dalam gengamannya. Manusia itu bisa salah meskipun dia habib atau ulama sekelas imam besar sekalipun. Jika dengan niat baik mencari kebenaran bersama2, tidak akan keluar diantara kita kata2 ANJING, PENDUSTA, DAJJAL, dll.
2. Doa
Alangkah indahnya bila sebelum berdiskusi kita berdo'a:" Ya Allah, Ya Tuhan kami, mohon tunjukkanlah kepada kami jalan yang se-benar2-nya melalui diskusi ini. Jalan yang benar menurut pengetahuanMU. Jadikanlah dalil terkuat yang kami temui nanti merupakan kebenaran yg Kau ridhoi, agar kami dapat merujuk kepadanya. Jika kelak yang kami pilih adalah benar, maka sesungguhnya itu datang dari MU ya Allah, tetapi jika salah, maka ampunilah kami, karena kami hanya manusia biasa yang hina dina & penuh keterbatasan. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Tahu & Maha Pemberi petunjuk. Amin."
Insha Allah doa ini akan menjadi "jawaban" jika di Yaumil akhir nanti kita diminta pertanggung jawaban atas pilihan kita terlepas itu Benar atau Tidak. Indah bukan? Banyak sekali lho orang2 yang "sombong" & merasa kebenaran ada di tangannya, bahkan bisa dengan mudahnya mentakfirkan orang lain, padahal kebenaran adl milik Allah.
3. Ikhtiar
Setelah Niat utk mencari kebenaran disertai Do'a barulah kita berikhtiar melalui diskusi2 spt ini. Silakan keluarkan semua dalil & argumentasi kita tapi dengan NIAT utk mencari KEBENARAN & utk merujuk kepadanya.
Mudah2 perkataan orang awam yg bodoh ini ada gunanya bagi kita semua.
kalau ada yang tahu, bagi-bagi infonya ya...
akhirnya, Allah menjelaskan penyimpangan habib mlalui prantara ust-firanda ..
pnjelasnnya yg sngt ilmiah ..
jazaakallohu khoiron, baarokallohu fiik ya ust ..
Ana punya usul gmana orang yang ingin membantah artikel al Ustadz Firanda Andirja (Calon Doktor Aqidah Universitas Islam Madinah) untuk ditulis terus ditampilkan di sini atau memakai website lain terus tampilkan alamat website tersebut supaya kita semua bertindak ilmiah. Ana tunggu ya.
Mas Yadi, antum itu cuma kebanyakan komentar bertele-tele doang ah.
masak udah gede kelakuannya kayak gitu, pernah belajar adab-adab kan sama Guru Mulia Habib Munzir?
Kalau belum ya minta diajarin aja dulu.
kalau emang niat ikhlas mewakili Habib Munzir..udah lah gak usah BERTELE-TELE, bantah aja artikel Ust. Firanda ini..gimana, bisa dong ya?, kan itu diatas nulis komentar kayaknya udah siap tuh...jangan cuma sekedar MAMERIN KESOMBONGAN ILMU YANG MINIMALIS ya...(Jangan istiqomah mempermalukan diri sendiri mas, gak baik buat kesehatan jiwa).
Ayo kamu bisa mas Yadi...!!!
"Ya Allah, berilah kemudahan pada mas Yadi menjawab artikel Ust. Firanda, agar kami para pengunjung blog ini senantiasa mendapat berkah dari Ilmu yang bermanfaat...am in"
Klo anda mau coba tampilkan segera tulisan karya asli anda ingin kami lihat ya(bukan karya concetan orang lain ya)
Abu Ahnaf..
-kristalilmu.com-
Assalamu`alikum
Buat Virgo sorry bang,klo ustadz firanda itu memang sibuk abis beliau orang lagi sibuk belajar n mengajar di madinah apalagi dia lagi mempersiapkan gelar Doktor Aqidah(S3) di Universitas Islam Madinah apalagi beliau dpt beasiswa dari Univeritas atau pihak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tersebut mas. Harap maklumi.
jangan mempermalukan diri, apalagi gurumu...
kalau ndak sanggup, segera lapor sama yang lebih senior...
"qulhanu burhanakum inkuntum shodiqiin..."
tunjukkan buktimu kalau kamu orang jujur
cayooo
ayo ms yadi aku dukung 100% untuk membuat bantahannya..
jangan mempermalukan diri, apalagi gurumu...
kalau ndak sanggup, segera lapor sama yang lebih senior...
"qulhanu burhanakum inkuntum shodiqiin..."
tunjukkan buktimu kalau kamu orang jujur
cayooo
Bagi akhi2 yg gkspendapat dgn tulisan us.firanda, cobalah utk lebih berakhlak dlm myampaikan keberatan antum, jgn hy memaki2..bukank ah teko hanya mengeluarkan air dr dalamnya, jd bila antum memaki2 hy akan menggambar siapa dan akhlak antum sebenarnya..akh i, belajar kebaikan sgt penting, tp kebaikan yg ddasarkan tnp dalil yg jelas atau diada2kan malah menuntun kdlm kesesatan. Kl tdk setuju dg tulisan ust.firanda silakan bantah dg dalil yg jelas..
1.Kelihtan orng yng sombong telah dtng kebnrn kpdnya dia menolak,....smg Allh mengampuni dosa2 dan buka hidaya kpd mrka ats kebodhnya.
2.apakah Habib km mngjrkn Kt2 ktor?
3."Jangan mencaCi habib" padahal antum sendiri yg menacaci saudra antum sendiri dgn kt2 ksar...
Assalamu`alaikum
Saya rasa yang benar kita bersikap adalah membantah tulisan Ustadz Andirja dengan ilmiah bukannya membela sang habib secara membabi buta. Ana teringat dengan ucapan Imam Syafi`i apabilah ada pendapatku yang bertentangan dengan hadits shahih maka benturkanlah ke tembok(gunakan hadits shahih). satu lagi saya dulu punya guru spiritual yang katanya bisa menemui Nabi Khaidir bahkan hebatnya lagi dia pernah membantu BIN(Badan Intelejen Negara) untuk menangkap teroris bahkan dulu Presiden Soeharto dan beberapa Presiden berikutnya pernah jadi pasiennya, jadi anda ucapkan pernah saya alami semua
kepada ustadz firanda
adakah ustadz ingin bersilaturrohmi kepada habib mudzir....????
kami jama'ah majelis rosululloh sangat merindukan ustadz firanda.
wss.wr.wb.
Dan bukan kerinduan untuk sekedar mau cium tangan sebagaimana yg biasa antum lakukan kpd habib kalian.
kebetulan ada pengikut habib mundzir..ane mau titip tanya habib mundzir kapan mau berdiskusi ilmiah dengan ustadz firanda. Diskusi secara online juga gpp, insyaAlloh bisa mencerdaskan dan memperkokoh iman.
Quoting Tholib:
KLO Quoting selamat:
1.KLO BOLEH USUL DIADAKAN ACARA DISKUSI ILMIAH,DENGAN SYARAT HARUS SOPAN DAN TAKA ADA TERTAWA SELAMA ACARA DISKUSI SUPAYA TAK ADA TERSINGGUNG?
2.ANA USULKAN JUGA KLO BISA DATANGKAN PARA MASAYAIKH DARI ARAB SAUDI?
Diskusi secara langsung atau lewat media online juga tidak masalah.
Untuk mendatangkan para masyaikh dari arab saudi sepertinya belum diperlukan. Cukup ustadz firanda dan habib munzir saja. Apakah habib munzir punya kapasitas keilmiahan atau tidak. Soalnya selama ini habib munzir tidak bisa merespon secara ilmiah apa yg sudah ditulis ustadz firanda tentang pendapat2 habib mundzir yg ternyata menyimpang itu.
السلم عليكم ورحمة الله وبركاته
apakah akhi mewakili dari ustadz firanda...??? link ini (http://artikelislami.wordpress.com/) yang bisa menghubungkan beliau habib mudzir dan ustadz firanda berdiskusi...
semoga bisa menjadi sebab hidayah....
عليكم السلم ورحمةالله وبركاته
Disini saya tidak mewakili ustadz firanda. saya pikir jika seseorang bersikap terbuka kiranya ia bisa belajar dari suatu diskusi ilmiah yg argumentatif.
Adapun link yg anda sampaikan sama sekali tidak menjawab tulisan ustadz firanda tentang "Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam As-Syafii".
Saya sudah membacanya. Tidak ada kebohongan yg disampaikan ustadz firanda dlm tulisan tersebut. Dan msh dlm kerangka ilmiah. Yg ada adalah kritik atas sandaran yg dipakai oleh ustadz firanda.
Berbeda dengan KEBOHONGAN habib mundzir yg mengatakan Imam Syafii mengatakan 'A' padahal Imam Syafii tidak pernah mengatakan 'A'.
----
Berikut ringkasan kritik yg saya baca;
-Al-Imam Al-Auzaa’i (wafat 157 H) >> masalah di sanad
-Qutaibah bin Sa’iid (150-240 H) >> masalah di sanad
-Ibnu Qutaibah (213 H- 276 H) >> dianggap mujassim
-Utsmaan bin Sa’iid Ad-Daarimi (wafat 280 H) >> dianggap mujassim musyabih
Zakariyaa As-Saaji (wafat tahun 307 H) >> dianggap Mujassim yg bermadzhab Hanbali
-Abu Bakr Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah (223 H-311 H) >> dianggap Mujassim
-Al-Imam Ibnu Baththoh (304 H-387 H) >> dianggap pemalsu hadits
-Imam Abu Umar At-Tholamanki Al Andalusi (339-429H) >> Imam Adz-Dzahabi tidak sejalan dengannya.
-Syaikhul Islam Abu Utsman Ash Shabuni (372 – 449H) >> Status Hujjah salah alamat! (??)
-Imam Abu Nashr As-Sijzi (meninggal 444 H) >> dianggap muharif hadits.
-Imam Abu Nu’aim -Pengarang Kitab al Hilyah-(336-430 H) >> Kitab al-I’tiqod karya Abu Nu`aim Al-ashfahani tidak ada wujudnya, ini merupakan kitab Majhul.
-Imam Abu Zur’ah Ar Raazi (meninggal tahun 264H) Imam Abu Hatim (meninggal tahun 277H) >> ada 2 rawi yg majhul.
-Imam Ibnu Abdil Bar (meninggal tahun 463H) >> hadits ahad riwayatnya untuk masalah 'aqidah ditolak.
-Imam Abul Hasan Al-Asy’ariy rahimahullah dalam kitabnya Risaalah ila Ahli Ats-Tsagr >> Ulama Asy’ariyah meragukan keaslian kitab.(???)
Kalau ternyata ustadz Firanda toh salah dalam menyebutkan riwayat dari para ulama, karena ada rawi yang lemah itu sudah dicap oleh Ahmad Syahid sebagai pendusta murokkab (pendusta kuadrat) maka cap apakah yang akan dicap oleh AHmad Syahid kepada Habib Munzir yang menyebutkan hadits palsu dari Nabi.., berdalil dengan riwayat palsu dari Ibnu Abbaas..., berdusta atas nama Imam Syafii dan Ibnu Hajar??? apakah akan dicap oleh Ahmad Syahid bahwa Habib Munzir pendusta super kuadrat??!!!
Ustadz Firanda,ada sebuah usulan dari seorang muslim kenapa ustadz firanda untuk berdiskusi langsung dengan pihak Habib Minzir kan ada sekretariat majelis yang dipimpin mereka dan kenapa tidak tabayun dulu? Sekian pesan dari seorang teman yang menyampaikan kepada ustadz melalui saya.
Sebaiknya habib mundzir yg memberi penjelasan untuk bukunya itu. Bukan Ustadz Firanda yg harus datang ke sekretariat majelis habib mundzir.
Fahrul Aprianto Prayudi Ustadz Firanda knapa gak ngajak tabayun,abis ad protes ama antum kok gak tabayun dulu ke sekretariat mereka Majelis Rasulullah SAW di Jakarta tuh padahal kata si pemrotes Imam Abu hanifah aj di tabayunkan dulu
Kemarin jam 11:16 · Suka
Kemarin jam 11:32 · SukaTidak Suka · 5 orang
Fahrul Aprianto Prayudi Ustadz Firanda knapa gak ngajak tabayun,abis ad protes ama antum kok gak tabayun dulu ke sekretariat mereka Majelis Rasulullah SAW di Jakarta tuh padahal kata si pemrotes Imam Abu hanifah aj di tabayunkan dulu
Kemarin jam 11:16 · SukaTidak Suka
#
* Tandai Sebagai Spam
* Laporkan Sebagai Penyalahgunaan...
Firanda Andirja kenapa waktu Habib Munzir membantah syaikh Bin Baaz tidak tabayyun dulu..minimal kepada murid2 syaikh Bin Baaz atau kepada para murid dari murid beliau??
Kemarin jam 11:28 · SukaTidak Suka · 5 orangTommi Marsetio, Andi Priyatno dan 3 orang lainnya menyukai ini.
#
Fahrul Aprianto Prayudi Wah ana malah gak tau ustadz soal itu cuma mereka minta ustadz buaat semacam sebuah tabayun dulu ap lagi ustadz suka ke indonesia kata mereka ustadz maaf ana cuma nyampein apa mereka omongin
Kemarin jam 11:30 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja dan para ulama tatkala membantah mereka tidak tabayyun dulu jika perkara yang dibantah jelas sesat. mereka tabayyun jika ada kabar yang diragukan dari seseorang...ada pun tulisan Kenalilah akidahmu dan juga meniti kesempurnaan iman maka itu tidak perlu ditabayyun...su dah jelas isinya dan tidak diragukan. seharusnya Habib Munzir tidak asal membantah syaikh Bin baaz dan tidak asal menulis jika tidak berhati-hati
Adapun apa yang terdapat dalam buku Meniti Kesempurnaan Iman dan Kenalilah Akidahmu maka jika itu memang karya Habib Munzir maka tidak perlu ditabayyun lagi. perlu tabayyun jika masih diragukan apakah buku-buku tersebut yang banyak kesesatan dan kengawurannya benar2 karya Habib Munzir atau bukan??
Kedua : Habib Munzir sendiri tatkala membantah syaikh Bin Baaz sama sekali tidak tabayyun kepada syaikh, atau jika tidak memungkinkan (karena syaikh sudah meninggal) maka bertabayyunlah kepada murid-murid syaikh yang begitu banyak di Arab Saudi.
Atau jika memang tidak memungkinkan juga maka silahkan bertabayyun kepada ustadz-ustadz Indonesia yang telah berguru kepada murid-murid syaikh Bin Baaz, dan jumlah mereka sangatlah banyak.
ketiga : Para ulama ahlus sunnah tatkala membantah orang-orang yang menyelisihi maka mereka tidak tabayyun terlebih dahulu jika ternyata kesalahan-kesal ahan tersebut telah tersebar apalagi dalam bentuk buku.
Keempat : Jika setiap kesalahan yang tersebar itu perlu tabayyun dulu maka seharusnya kita harus tabayyun dulu kepada ulama syiah dan juga ulama ahmadiyah juga ulama wahabi tatkala kita ingin membantah mereka
kelima ; Apakah Habib Munzir dan juga orang-orang yang semodelnya jika membantah pemikiran wahabi selalu bertabayyun dulu??
Intinya tabayyun ini hanya pada berita-berita yang tidak jelas karena disampaikan oleh orang ketiga,... adapun apa yang telah jelas merupakan pernyataan Habib Munzir dalam buku-bukunya yang telah sengaja ia sebarkan maka hanya tinggal dikritika saja oleh ustadz firanda. sekarang tinggal tugas habib munzir menanggapi kritikan firanda jika memang krtikan tersebut ngawur,
#
Fahrul Aprianto Prayudi Ustadz Firanda knapa gak ngajak tabayun,abis ad protes ama antum kok gak tabayun dulu ke sekretariat mereka Majelis Rasulullah SAW di Jakarta tuh padahal kata si pemrotes Imam Abu hanifah aj di tabayunkan dulu
Kemarin jam 11:16 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja kenapa waktu Habib Munzir membantah syaikh Bin Baaz tidak tabayyun dulu..minimal kepada murid2 syaikh Bin Baaz atau kepada para murid dari murid beliau??
Kemarin jam 11:28 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat...
#
Fahrul Aprianto Prayudi Wah ana malah gak tau ustadz soal itu cuma mereka minta ustadz buaat semacam sebuah tabayun dulu ap lagi ustadz suka ke indonesia kata mereka ustadz maaf ana cuma nyampein apa mereka omongin
Kemarin jam 11:30 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja dan para ulama tatkala membantah mereka tidak tabayyun dulu jika perkara yang dibantah jelas sesat. mereka tabayyun jika ada kabar yang diragukan dari seseorang...ada pun tulisan Kenalilah akidahmu dan juga meniti kesempurnaan iman maka itu tidak perlu ditabayyun...su dah jelas isinya dan tidak diragukan. seharusnya Habib Munzir tidak asal membantah syaikh Bin baaz dan tidak asal menulis jika tidak berhati-hati
Kemarin jam 11:32 · SukaTidak Suka · 5 orang
Firanda Andirja kalau semua kesesatan butuh tabayyun maka seharusnya kita tabayun dulu kepada syia'ah, tabayyun dulu sama ahmadiyah. dst...wong mereka tatkala membantah ahlus sunnah tidak pernah tabayyun??. apakah ana harus tabayun misalahnya kepada habib munzir : "Wahai habib apakah benar anda membolehkan maulid?, apakah benar anda membolehkan istighotsah kepada mayat?, apakah benar anda mengatakan imam syafii mengatakan demikian dan demikian...?", tentunya tidak perlu..woang sudah jelas semua pernyataan beliau di buku-buku beliau. wallahu a'lam
Kemarin jam 11:35 · SukaTidak Suka · 5 orang
Firanda Andirja perkaranya mudah...jika apa yang ana katakan tidak benar... tinggal dibantaha saja. sebagaimana tatkala ana melihat bantahan beliau terhadap syaikh bin baaz ngawur maka ana membela syaikh bin baaz dan menjelaskan kengawuran habib munzir
Kemarin jam 11:36 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat...
#
Fahrul Aprianto Prayudi Tapi ada sedikit bantahan dari teman (pengikut sang habib) yaitu bukanny tawasul dg orang shalih ad perselesihan seperti ditulis farid nu`man jadi ap salah sang hbaib
Kemarin jam 11:37 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja kalau masalah bantahan itu masalah lain...intinya tidak perlu tabayun...ana rasa antum akh fahrul sudah paham
Kemarin jam 11:38 · SukaTidak Suka
#
Fahrul Aprianto Prayudi ya sih akh ana cuma mewakili aja aspirasi teman dari Majelis Rasulullah SAW. Maaf klo ada kekeliruan dan kesalahan yang ana perbuat
Kemarin jam 11:39 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja antum tidak salah akhi...ana juga paham... hanya saja begitulah mereka, mereka berlindung dibalik topeng tabayyun untuk menutup kengawuran dan aib mereka
Kemarin jam 11:40 · SukaTidak Suka · 1 orang
Ana tampilkan dengan minta ijin kepada ustadz firanda. Tujuan ana tampilkan adalah juga jawaban bwt saudara Daleel . Ana gak bermaksud bwt tujuan jelek tapi malah kebaikan kita semua.
JAzakumullohu khoer ats artikelnya.
Ana izin shared ya ustazd.
Kelihatan mana yang pake dalil dan yang mengikuti hawa nafsu, andai benar semua mencari kebenaran maka insya Alloh dia akan mendapatkannya. murid 2 HAbib mundzir berdialog tak pantas dengan bahasa yang seronok layaknya orang yang ga punya ilmu, gumnakanlah bahasa2 yang religius, santun dan beretika, kalo ga bisa maka lebih baik DIAM
Saya jd teringat ada artikel yang katanya ditulis sang habib yang mengatakan bahwa Syaikh Albani seorang tong kosong.
Mudah-mudahan dengan sikap sang habib yang gak jawab2 artikel ust. firanda, SEMUA ORANG BISA SADAR SIAPA SEBENARNYA YANG TONG KOSONG !!
Quoting Pak Ahmad:
Sangka baik saja pak, mungkin beliau sedang ada kesibukan yang lebih mendesak.
Semoga nantinya Habib bisa menjelaskan hal-hal yang dituliskan oleh Ust. Firanda.
Mari sama-sama kita sibukan diri kita untuk mencari ridho Allah.
Amin
ASSALAMU`ALAIKU M
SEMOGA SANG HABIB BISA SEGERA MENJELASKANNYA/ MEMBANTAH TULISAN SANG USTADZ FIRANDA APALAGI USTADZ FIRANDA SUDAH MEMPERSILAKANNY A. DAN ANA HARAP SEMUANYA MENJADZ ADAB DAN SOPAN SANTUN SERTA BERSIKAPLAH ILMIAH
Alangkah Elok nya Bila Ustadz Firanda Dalam Membantah Apa yang telah disampaikan oleh Habib Munzir baik melalui tulisan atau melalui lisan sang Habib langsung di sampaikan kepada Habib Munzir perihal caranya atas kesepakatan dari Ustadz Firanda dan Habib Munzir, tetapi tidak melalui artikel di web ini, agar hal ini tidak memicu perselisihan di antara sesama umat Islam sehingga terjadi salah faham yang nantinya akan timbul penyakit hati. Karena belum tentu yang mengolok-olok lebih baik dari yang diolok-olok, yang menyudutkan orang lebih baik dari yang disudutkan.
Ini saya sampaikan sebagai langkah tengah, agar dari para pro Ustadz Firanda dan Habib Munzir bertaklid buta.
Wassalam.
Pak, pernah baca majelisrasullul lah.org ? isinya juga menjelekkan - jelekkan golongan yang mereka anggap wahabi, dan ulama - ulamanya, kemudian di situ juga ada e-book karangan habib munzir yang bisa didownload. wajar kalau tulisan ustadz firanda juga disampaikan melalui internet.
kerjasama yu. . .
kita bikin aja "DIALOG ILMIAH ANTARA UST. FIRANDA DAN HABIB MUNDZIR"
ky ny itu bisa nemuin benang merah deh. . .
note :
1. please. .jgn ajak saya jd panitia. . masih pelajar. .belum banyak ilmunya. . ha. .ha. .
2. kalo mw komenin komentar saya, jgn pake kata2 yg gk ngenakin ya . .
Tolong jawab yg jujur para sufi-sufi, pernahkah anda mempelajari kitab tauhid imam assyafi'i..???? ?? wallahi..wallah i anda akan menangis, karna apa yg diajarkan imam assyafi'i berbeda dengan apa yg ada pada diri anda..
Barakallahufikum
Oh ternyata di Darul Mustofa Yaman sama saja saja ya? kirain cuman di Indonesia aja'. Mungkin pengalaman antum selama di sana bisa share ke yang lain. Hingga bertemu ke manhaj yang haq Imam Assyafi'i sebenarnya
Bisa antum sebutkan nama lengkap antum dan angkatan keberapa ? ana tahu semua murid yang mondok di pesantren Darul Mustafa, Tarim
Saya paham betul dengan sepak terjang kaum wahabi yg selalu menyebarkan fitnah...
lebih esensial jika antum menanggapi "fitnah" di atas, apakah betul yang dikatakan al akh santri darul mustafa begini dan begini? daripada antum cuma menanyakan nama dan angkatan beliau, hal ini tidak perlu dibicarakan di website ini. kalau mau ngobrol masalah pribadi seperti itu silakan sms atau telfon saja.
ini menunjukkan seorang ulama/ahli ilmu memiliki guru yg byk sekali, Imam syafi'i memiliki guru di atas 60 org, Imam Bukhory memiliki 1000 lebih guru, belum lagi imam2 ahlul hadits lainnya.
Lalu bagaimana dg Habib Mundzir yg mengatakan hanya belajar kepada Habib Umar Al Musnid. ini artinya hanya berguru kepada 1 orang...?
Sufyan Ats Tsauri : "Aku tdk mengetahui amalan di muka bumi ini yang lebih afdhal daripada menuntut ilmu hadits bagi orang yang menghendaki dengannya wajah Allah SWT" (Atsar Shahih, diriwayatkan Al-Baghawy)
Ibnul Mubarak : "Aku tidak mengetahui sesuatu yang paling afdhal dari menuntut ilmu hadits bagi orang yang menginginkan (keridhoan)Alla h SWT" (Al-Baghawy : Shahih)
Qutaibah bin Said : "Apabila kamu menjumpai seseorang mencintai ahli hadits, ketahuilah sesungguhnya ia berada di atas sunnah. Barangsiapa menyelisihi hal ini, ketahuilah bahwa ia seorang ahli bid'ah" (Khatib Al-Baghdady : Sanad Atsar Shahih)
Sahabatku semua ini kami Copas jawaban atas ustadz Firanda, dari KH. Ibn Mas'ud.
setelah bertebaran ytulisan ustadz karbitan yaitu Firanda Andirja yg menyinggung Habib Munzir ehhh ternyata kena batunya oleh santri berikut tulisann bantahan yg tak dapat di bantah firanda SETELAH SY KROSCEK APA YG ADA DI KITAB ASLINYA DARI WEB YG HEBOH TSB. http://fir...anda.com/index.php/artikel/bantahan/183-habib-munzir-berdusta-atas-nama-imam-as-syafii,
MAKA INILAH KALIMAT YG TERTULIS DALAM KITAB AL-UMM (ABU ABDULLOH MUHAMMAD BIN IDRIS ASY-SYAFI’I) باب ما يكون بعد الدفن وأحب أن لا يزاد في القبر تراب من غيره وليس بأن يكون فيه تراب من غيره بأس إذا زيد فيه تراب من غيره ارتفع جدا وإنما أحب أن يشخص على وجه الأرض شبرا أو نحوه وأحب أن لا يبنى ولا يجصص فإن ذلك يشبه الزينة والخيلاء وليس الموت موضع واحد منهما ولم أر قبول المهاجرين والأنصار مجصصة
MA’AF, KENAPA KALIMAT DIATAS TDK DILANJUTKAN DENGAN KALIMAT BERIKUTNYA, ADA MAKSUD APA NIH ? INI LANJUTAN KALIMATNYA SBB: قال الراوي عن طاوس إن رسول الله نهى أن تبنى القبول أو تجصص قال الشافعي وقد رأيت من الولاة من يهدم بمكة ما يبنى فيها فلم أر الفقهاء يعيبون ذلك فإن كانت القبور في الأرض يملكها الموتى في حياتهم أو ورثتهم بعدهم لم يهدم شيء أن يبنى منها وإنما يهدم أن هدم ما لا يملكه أحد فهدمه لئلا يحجر على الناس موضع القبر فلا يدفن فيه أحد
Tolong dipelejarain lagi, dan hati-hati dengan ustadz Firanda
Akhi Abu Lapar...(semoga Allah mengenyangkan perutmu)..., bantahan terhadap perkataan KH Ibnu Mas'ud tersebut dari banyak sisi :
PERTAMA: Ustadz Firanda tidak melanjutkan perkataan Imam Syafii karena memang tidak begitu diperlukan, dan tujuan tulisan ustadz firanda adalah untuk menunjukan kebohongan Habib Munzir, dan sudah sangat jelas seperti matahari di siang bolong kedustaan Habib Munzir...apakah engkau ragu??!!
KEDUA: Justru pada lanjutan perkataan Imam Syafii itu semakin mendukung pemahaman yang benar. karena Imam Syafii bertutur bahwa di zaman beliau (sekitar abad ke dua) ternyata para umaro (penguasa) membongkar kuburan-kuburan yang tinggi. ini menunjukan bagusnya aqidah para penguasa tatkala itu
KETIGA: Imam Syafii juga menyatakan bahwa perbuatan para penguasa tersbut tidak diingkari oleh para fuqohaa', yang menunjukan pada waktu itu para ulama setuju dengan pembongkaran tersebut
KEEMPAT:Yang tidak dihancurkan adalah pekuburan pribadi...karen a hal itu berkaitan dengan kempemilikian seseoarng. dan Imam Syafii sama sekali tidak mendukung ditinggikannya kuburan, camkan hal ini. Adapun pekuburan umum maka kuburan-kuburan yang tinggi dihancurkan, karena kuburan yang tinggi dan lebar akan makan tempat, sehingga menyempitkan areal pekuburan
KELIMA: Sudah sangat jelas dalam penukilan perkataan Imam Syafii sebelumnya bahwa Imam Syafii benci ditinggikan kuburan karena kawatir fitnah. jadi ada 2 sebab yang disebutkan oleh Imam Syafii yang membuat beliau benci, pertama kawatir fitnah, yang kedua agar areal pekuburan tidak menjadi sempit
KEENAM: apa yang dipahami oleh ustadz Firanda itulah yang dipahami oleh Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Haitami, apakah si KH Ibnu Mas'ud lebih paham dari mereka?? SILHKAN BACA KEMBALI http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/187-imam-as-syafii-imam-an-nawawi-dan-imam-ibnu-hajr-al-haitamiy-pengikut-wahabi
Padahal teks arabnya adalah sbb :
وَإِنَّمَا يُهْدَمُ أن هُدِمَ ما لَا يَمْلِكُهُ أَحَدٌ فَهَدْمُهُ لِئَلَّا يُحْجَرَ على الناس مَوْضِعُ الْقَبْرِ فَلَا يُدْفَنُ فيه أَحَدٌ
Pembongkaran itu dilakukan pada tanah yang tidak dimiliki oleh seorangpun (*yaitu pekuburan umum), agar manusia (*masyarakat) tidak terhalangi dari tempat/areal kuburan sehingga tidak seorangpun yang bisa dikubur di situ"
Inilah terjemahan yang tepat, sehingga maksudnya kalau terlalu tinggi dan luas kuburannya dipekuburan umum menjadikan seakan-akan seprti areal pekuburan pribadi, sehingga orang lain tidak bisa dikubur disitu. sungguh sayang KH Ibnu Mas'ud tidak bisa menerjemahkan dengan baik...lantas sudah berkoar-koar menuduh ustadz Firanda berdusta.
Saya rasa lain kali admin tidak perlu menampilkan komentar-koment ar seperti ini yang menunjukan kejahilan orang seperti Ibnu Mas'ud. kita para pengunjung web masih sangat menunggu jawaban As-Syaikh Habib Munzir untuk menunjukan dia bukan pendusta !!!
EHH MALAH KH IBNU MAS'UD YANG KENA BATUNYA KETAHUAN TIDAK TAHU BAHASA ARAB YANG BAIK...
http://dedox0297.multiply.com/journal/item/85/sanad_keguru_al-habib_munzir_
Jalurnya dari Ali kw, yang kita tahu hadits dari Ali sangat sedikit. Terus di dalam sanadnya tidak ada salah satu dari Imam mazhab, Imam hadits, dll. Kenapa cuma punya recehan sanad dari Mekkah & Madinah kok berani ngasih sanad kitab2 para Imam yang dia nggak punya sanadnya? Dan lebih lancang lagi, mengatakan orang2 yang berguru di Mekkah dan Madinah, pusatnya sanad, malah nggak punya sanad? Lebih parah lagi, kok banyak umat Islam yang tertipu dengan jurus manqul ala LDII?
Bagaimana dengan Albani yang anda bangga-banggaka n. APakah dia punya sanad satu saja yg bersambung hingga ke Rasulullah SAW ?. Albani TIDAK MEMPUNYAI SANAD SAMA SEKALI. DIA HANYA BELAJR SENDIRI DI PERUSTAKAAN TANPA ADA GURU. SUNGGUH MENYEDIHKAN KALIAN YANG SUKA MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN.
HABIB MUNZIR (ULAMA ASWAJA) TELAH MENGISLAMKAN ORANG KAFIR TETAPI KALIAN PAWARA WAHABI KERJANYA MENGKAFIRKAN ORANG ISLAM. NAUDZU BILLAH. SEMOGA KALIAN DAPAT HIDAYAH DARI ALLAH SWT SEGERA AGAR TIDAK MENDAPATKAN AZAB DARI ALLAH SWT
Malahan saya lihat saudara-saudara anda mencela Ust Firanda dengan sebutan Fir'aun & Dajjal, bahkan ada diantara saudara anda yang mengatakan bahwa nama Firanda itu singkatan dari Dajjal & Fir'aun.
Bukankah Dajjal & Fir'aun itu kafir?
Jika disematkan pada Ust Firanda, bukankah sama saja saudara anda mengatakan bahwa Ust Firanda kafir?
Lalu bagaimana Ulama-ulama kesayangan anda yang juga mengatakan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab itu Kafir?
Sekarang saya ingin tanya, siapa sih kaum takfiry ini? Habib anda & pengagumnya atau para penegak tauhid?
tinggal bantah aja trus bikin tulisan klo emang si habib tersebut tidak sesuai seperti yang dituduhkan yaitu berdusta...
atau ada fans si habib di sini (yang bahkan berani mengkafirkan saudaranya sesama muslim dengan membawakan ayat "lakum dinukum wa liyadin") yang punya ilmu "bersanad" yang bisa bantu dia untuk bantah dan bikin tulisan..??!
DITUNGGU !!
Wah bagus itu,
titip laporan boleh ya biar sekalian, tolong laporkan juga perbuatan Habib Munzir yang sudah memfitnah Syaikh As-Sudays-Imam Masjidil Haram tanpa bukti.
Fitnah beliau tersebut memprovokasi dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan umat.
Anda Berani!!!
Saya NUDUH anda gak Berani!!!
قلت: وهذا الحديث من المسلسلات المشهورة المروية بالمحبة، وقد أجازني بروايته الشيخ الفاضل راغب الطباخ رحمه الله...
Aku katakan (Syaikh Al-Albani): Hadist ini salah satu dari musalsal yang popular yang diriwayatkan dengan kecintaan, dan Syaikh yang mulia Raghib Ath-Thabbakh rahimahullah telah memberikan kepadaku Ijazah dengan riwayat yang ia miliki...
وقد بين بطلان هذه الفرية شيخي في الإجازة الشيخ راغب الطباخ...
Dan Syaikhku yang telah memberikanku Ijazah Syaikh Raghib Ath-Thabbakh sudah menjelaskan kebathilan firyah/dusta perkara ini...
Telah berlalu pernyataan dari Syaikh Al-Albani bahwa ia memiliki sanad yang bersambung melalui Syaikh Muhammad Raghib Ath-Thabbakh.
Berikut pernyataan yang menguatkan bahwa beliau benar-benar memiliki Ijazah tersebut:
Buka buku Hayatu Al-Albani Hal. 65 dan diperkuat dengan buku Rad’ul Jaani Al-Muta’adi ‘Alal Al-Baani Hal. 33 sebagaimana diperkuat dengan pernyataan beberapa murid dari Syaikh Al-Albani semisal Syaikh Saliim Al-Hilaali . Semua buku tersebut menegaskan bahwa Syaikh Al-Albani mendapatkan sanad yang bersambung kepada para Ulama melalui Syaikh Muhammad Raghib Ath-Thabbakh atas kehendak dari Syaikh Raghib bukan permintaan dari Syaikh Al-Albani. Adapun sanad tersebut tersambung kepada berbagai Ulama sebagaimana termuat dalam kitab Al-Anwar Al-Jaliyah fi mukhtasharil Atsbaat Al-Halabiyah dimana buku ini merupakan ringkasan dari tiga buku:
1. Kifayatur Rawi was Sami’ karya Syaikh Yusuf Al-Hanafi
2. Inalatuth Thalibin karya Syaikh Abdul Kariim Al-Halabi
3. Manarul Is’ad karya Syaikh Abdurrahman Al-Hanbali Al-Halabi
Dengan demikian jelas bahwa Syaikh Al-Albani memilki sanad yang bersambung sampai kepada para Ulama.
orang awam seperti saya selalu menunggu ilmu ustad baik tulisan disitus ini atau dakwahnya. semoga banyak orang yg ngerti islam lewat situs ini
http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=517
* Habib yang di Pancoran sering berdusta atas nama ulama.
* Habib yang di Solo, beramal tanpa ilmu bikin buku dengan judul "Mana dalilnya ?" yang intinya menanyakan dalil yang melarang amalan tersebut.
* Habib yang berinisial "H" dilaporin ke Polisi karena kasus pelecehan.
Secara umum Habaib di Nusantara berpaham Sufi dan umumnya pula mengaku ilmu mereka bersanad tanpa putus sampai ke Rasulallah صلى الله عليه وسلم. Ciri-ciri ajaran mereka sebagai berikut :
1. Fans berat kuburan "Orang Sholeh".
2. Tawassul kepada mayat
3. Istighoosah kepada mayat
4. Mengamalkan ajaran yang tidak bersumber dari Rasulallah sementara pengakuan mereka "Ilmu harus bersanad" dan lain-lain.
Para Habib Sufi Yang Terhormat atau Kroni-kroninya tolong dong bantu ana jawab pertanyaan ini :
Apakah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم diutus Allah untuk menyampaikan Ajaran Sufi ?
Wassalam.
dikompleks ane anak habib hobi mabok, yg perempuan hamil diluar nikah. lah didik anak sendiri aja ga bener apalagi ngajarin umat.
http://cinta-salafy.blogspot.com
Assalamu'alaikum .
Bila antum memiliki hati yg baik,maka baiklah anggota badan yang lain. Artinya kata2 yg antum sebutkan itu tidak akan keluar dr mulut antum jika antum memiliki hati yg baik .
Baiknya hati adalah memiliki rasa takut, rasa cinta pada Allah dan ikhlas dalam niat. Rusaknya hati adalah karena terjerumus dalam maksiat, keharaman dan perkara syubhat (yang masih samar hukumnya).
Semoga dapat menjadikan perenungan buat antum . Dan hindarilah diri dari hati yg tidak baik (rusak) .
Wallahu Ta'ala A'lam ..
Numpang Tanya??
Siapa sih Ustad Firanda itu? siapa si dia? jangan asal Mengklaim Orang itu Pendusta!!
Istigfar Antum N Banyak belajar kpd Ulama Sholihin. jangan dari buku aja.. Wassalam. kaya paham wahabi aja!!!
Bagi yang tidak sepakat dengan dg tulisan ustad firanda silahkan di bantah dengan ilmiah dg menunjukkan referensinya... jangan comment yang emosional apalagi menghujat seseorang..kita dikasih otak untuk berfikir bukan hanya bertaklid buta pada seseorang...
Habib Munzir memang berdusta dan jangan antum dustakan kedustaannya.
1) Habib Munzir menyelipkan perkataannya sendiri kemudian menyandarkannya kepada Imam Syafii. terlepas dari sama atau tidaknya pemahaman Habib Munzir dengan Imam Syafi'i, perbuatan ini sudah merupakan bentuk kedustaan. tidak tahukah antum bahwa ada banyak sekali hadits lemah atau palsu yang mempunyai makna selaras dengan hadits shahih?
2)faktanya, setelah perkataan Imam Syafi'i diubah dari teks aslinya, maknanya jadi berubah juga. Imam Syafi'i membenci dibangunnya bangunan di kuburan, sedangkan Habib Munzir mengatakan tidak ada larangannya, padahal jelas2 ada hadits Nabi yang shahih tentang larangan membangun bangunan di kuburan.
---Bayangkan jika nanti yang hadir di Monas adalah 1 juta jiwa maka pahala bacaan Yasin 1 juta akan kita dapatkan, subhanallah. Serta dzikir يا الله 1000 X dikalikan 1 .000.000 maka pahala 1.000.000.000 dzikir يا الله akan kita dapatkan, belum lagi dikalikan 700 karena malam Nisfu Sya’ban termasuk ke dalam hari-hari yang mana amal kebaikan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. --
================================
Dari artikel di atas, apakah pantas seorang habib mengajarkan dzikir yg tidak ada asal usulnya (dalilnya) .
Setau ana .. dzikir2 itu banyak dipraktekkan oleh orang2 suffiah .. seperti aliran tarekat, tassawuf dan sejebisnya .
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan dzikir2 bid'ah seperti itu.
Wallahu Ta'ala A'lam ..
dzikir yang ente bilang bidhah adalah itu kan pemahaman wahabi.
ente tau gak ? muhammad bin abdul wahab sejarah nya ??? baca dong ...
dialah yang dimaksud Nabi Muhammad SAW dengan hadist timbulnya tanduk setan fitnah dari NEJD.
sadarlah ente ente sudah kena virus wahabi.
kunjungi dong blog yang lain jangan blog wahabi aja..!!!
kalau mau tau/cari dalil jangan diblog wahabi sampai budeg nggak bakalan ketemuu...!!!
ente kunjungin dong blog aswaja.banyak tuh..dalil yang ente cari banyaaaaaak.
coba deh...
biar ente sadar dan insyaf.
Sebelumnya sy berterima kasih atas saran dan masukan anda di atas .
Dan sebelumnya juga sy sdh kunjungi blog2 yg anda sarankan (blog2 yg mencela Wahabi) seperti: http://pondokhabib.wordpress.com/cerita-karomah-habib-munzir-al-musawwacerita-dari-jamaah-majelis-rasulullah-tentang-karomah-habib-munzir-al-musawwa/, dan bolg2 yg lainnya (terlalu banyak u/ disebutkan)
Tapi sayangnya didalam blog2 tsb yg sy temukan hanya hujatan2, caci maki, dan kata2 kotor yg tidak pantas u/ diucapkan oleh kaum muslimim, yang anehnya juga di dalam blog2 tsb banyak yg memaksakan dan menggunakan dalil2 yg tidak shahih yg dipaksakan agar sesuai dgn akal dan logika mereka .
Padahal Rasulullah Shallallahu’ala ihi Wasallam melarang menggunakan akal dan logika dalam beragama . Akal dan logika harusnya dipakai hanya untuk memahami Ayat2 Allah dan Al-Hikmah Rasulullah Shallallahu’ala ihi Wasallam, dan bukan u/ memperdebatkan keduanya .
Alangkah baiknya jika pengikut2 habib munzir mengemukakan pendapatnya dgn kata2 yg baik pula .
Jika sekiranya pengikut2nya memiliki hati yg lembut (tidak keras) pastilah kata2 yg diucapkan adalah kata2 yg baik.
Jika hati sdh mengeras , hujjah2 yg disampaikan dgn disertai dalail yg naql itupun mereka tidak dapat menerimanya , karena mereka lebih mementingkan akal dan syahwat mereka .
Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayahnya kpd mereka (pengikut habib) dan habib juga .
Wahai habib, hilangkanlah ajaran2 suffiah yg engkau dapatkan dr negeri Yaman itu karena di Indonesia sdh tidak sesuai lg dgn ajaran sufi tsb .
masalah artikel habib yg saudara sunting d atas saya ga ada koment,.. itu urusan habib, dia mau bilang zikir ini itu ya terserah aja.
menurut pemahaman pribadi saya, perkataan habib Mundzir itu berlawanan 180 derajat dengan perkataan imam Syafi'i.
selain itu, meskipun SEANDAINYA benar bahwa makna kedua perkataan itu sama, masih tetap saja bahwa habib Mundzir itu telah melakukan kedustaan atas nama imam Syafi'i. letak kedustaan habib Mundzir adalah menyisipkan perkataannya sendiri kemudian menyandarkannya pada imam Syafi'i, sehingga orang-orang akan mengira bahwa perkataan yang disisipkan oleh habib Mundzir itu adalah bagian dari perkataan imam Syafi'i.
Mas Ikhawan, pak habib munzir bahasa arabnya kurang menguasai. jadi pantas saja asal2an dalam menerjemahkan. menerjamahkan sja bnyk yang kacau apalgi memahaminya. Kalo anda jeli, bukan makna nya sama, tapi memang kurang menguasi. Itu bisa dipahami kalo anda bisa berbahasa arab. Anda bisa berbahasa Arab belum ?
fasih dalam berbahasa arab tidak menjamin orang masuk surga,. tu di arab sana byk bgt org arab yg jahil yg mana bahasa arab nya sangat kental sekali di lidah nya. bagi saya prasangka baik adalah hal yg uatama... saya tidak membela habib munzir maupun yg lain ya tetapi saya hanya berprasangka baik... menurut pribadi saya kita tdk perlu mbahas org lain... org lain mau bdakwah salah atau benar terserah org. org lain itu akan mdapat ganjaran sesuai dgn apa yg dia lakukan, begitu juga kita, jd yg penting pandangi diri kita sendiri sdh bnr atau blm. trs belajar & belajar. jgn selalu mbuka aib org lain,. mbuka aib org lain itu bukan hanya membicarakan tetapi mendengar pembicaraan org lain pun tentang aib org itu sdh termasuk mbuka aib org lain. apabila kita mlht aib org lain maka yg sebenarnya di lihat itu adalah aib kita sendiri & sesegera mungkin wajib kita untuk bertobat.... jaga hati dari memandang hal negatif agar hati selalu hidup. klu hati selalu hidup maka pahaman2 ilmu yg sifat nya sgt halus bs dgn mudah d pahami... ilmu itu dari allah & tidak di berikan kpd hati yg kotor.
Kepada saudaraku Ikhwan, semoga Allah membersihkan subhat yang ada diotak antum dan menurunkan hidayaNya kepada antum, Amin.
Agama ini mengajarkan bahwa ketika ada seseorang baik ulama ataupun siapapun dia ketika menyesatkan orang lain, maka harus dicegah supaya kebanyakan orang tidak sesat karenanya.
Bukti :
1. Banyak ayat qur'an mengisahkan perjuangan Nabi Musa untuk menghentikan kedzaliman Fir'aun.
2. Nabi Muhammad mencegah Umar Ibnu Khattab mempelajari lembaran-lembar an Taurat.
3. Umar Ibnu Khattab menghukum orang yang suka membuat ta'wil ayat-ayat mutasyabihat.
4. Abu Bakar memerangi Muzailamah Al-Kadzab.
5. Dan lainnya tidak terhingga.
Coba antum cari atsar tentang bukti nomor 4 dan 5. Antum akan tahu Umar Ibnu Khattab mementung kepala orang "nyeleneh" dalam agama hingga pingsan berkali-kali. Sementara Abu Bakar memerangi Muzailamah dan pengikutnya hingga terbunuh.
Apa maksud ke 2 khalifah ini; sadis ?, mau membuka aib orang lain seperti perkataan antum ?, ya nggak. Tentunya mencegah agama ini supaya nggak dirusak orang-orang seperti itu.
Jadi kalau mengikuti logika antum, ketika agama ini dirusak seseorang dengan mengajarkan apa yang dilarang Rasulallah, maka diamkan atau ikut saja, karena kalau dibahas akan membuka aib orang lain ?. Dengan logika yang sama, maka Nabi Nuh, Luth, Hud dan Saleh tidak perlu diutus, karena mereka membuka aib umatnya yang akhirnya musnah ?????!!!!!!
Wan... Allah lengkapi kita dengan akal, coba deh pake akalnya untuk mengkaji logika antum diatas.
Wassalam.
Allah akan selalu menjaga alqur'an dan hadist dari orang-orang yg jahil sampai hari kiamat..
Jahil dalam pemahaman..
jahil dalam niatnya...
Akan selalu ada orang yg membela hadist rosulullah dari kejahilan orang-orang yg ingin merusak akidah kaum muslimin, dengan mengatasnamakan rosulullah.
sadarlah..
ajaklah manusia untuk menuju jalan Allah, jangan ajak manusia taqlid sama manusia/habibnya..
dalinya sudah jelas sperti matahari d siang bolong..
ingat peasn imam Asyafi,i " janganlah kau taqlid kepadaku,bila hadist itu shahih itulah mahzabku"
“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula daam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)
“Berbahagialah orang yang asing itu (mereka adalah) orang-orang baik yang berada di tengah orang-orang yang jahat. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada orang yang mengikuti mereka.” (Shahih, HR. Ahmad)
Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Madarijus Salikin 3/199-200, berkata: “Ia adalah orang asing dalam agamanya dikarenakan rusaknya agama mereka, asing pada berpegangnya dia terhadap sunnah dikarenakan berpegangnya manusia terhadap bid’ah, asing pada keyakinannya dikarenakan telah rusak keyakinan mereka, asing pada shalatnya dikarenakan jelek shalat mereka, asing pada jalannya dikarenakan sesat dan rusaknya jalan mereka, asing pada nisbahnya dikarenakan rusaknya nisbah mereka, asing dalam pergaulannya bersama mereka dikarenakan bergaul dengan apa yang tidak diinginkan oleh hawa nafsu mereka”.
Terlihat dr tulisan antum di atas bahwa antum masih mendahulukan akal dan logika dalam masalah agama. Akal adalah rahmat yg diberikan oleh Allah kpd kita dan wajib untuk mensyukurinya . Karena dgn akal pulalah menjadi pembeda antara manusia dan hewan, dan dgn akal pulalah manusia dapat memiliki wawasan yang lebih luas drpd hewan .
Tapi akal diciptakan oleh Allah bukan untuk memperdebati agama-Nya, dan bukan pula untuk menghukumi sesuatu karena yg berhak menghukumi sesuatu itu hanyalah Allah Tabara wa Ta'ala dan Rasul-Nya . Dan akal yg diberikan oleh-Nya hanya untuk memahami Ayat2 Allah dan Al-Hikmah Rasullah sallallahu 'alaihi wa sallam.
Memang benar apa yg dikatakan oleh akhi # abu ridho yaitu baiknya antum bersihkan dulu syubhat yg ada di kepala antum . Karena apabila syubhat, rasio dan logika masih bersarang di otak antum dikuatirkan jiwa antum menjadi kotor. Bersihkan dgn mempelajari ilmu agama, dan yakinlah akan kebenarannya dan berusahalan untuk mengamalkannya .
Memang pd saat ini kita2 juga masih dalam tahap belajar dan mendalami ilmu agama, dan berusaha menghindari fitnah2 syubhat dan lain2nya . Dan semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kpd kita .
Amiin ..
gimana sih ente...bukan ente sendiri yang mendahului akal (mengakali alqur'an untuk memahami alqur'an)...
akal manusia gak bakalan nyempe memahami alqur'an......
hindari memakai akal ente untuk memahami alqur'an itulah yang menjadi penyebab ente merasa lebih benar dan orang lain sesat.
perlu ente ketahui bayak syarat untuk memahami alqur'an secara langsung.dan manusia zaman/abad sekarang tak sanggup untuk memenuhi syarat tersebut...(wal au pun sekelas Muhammad bin abdul wahab pencetus WAHABI)
jadi ane kasih tau kalau pengen selamat???
Kalau ente mau pake baju,jangan ente soktahu untuk bikin sendiri itu baju,banyak tersedia baju yang bagus rapijahitanya enak dipakenya.kalau ente bikin sendiri itu baju saya yakin jadinya bukan baju tapi CELANA KOLOR repotkan kalo begitu jadinya........
Mudah mudahan ente dapat berpikir dan tahu apa yang ane maksud .
ini adalah perkataan yang goncang, apakah antum akan diam saja (tidak boleh menilai amalan seseorang) ketika ada seseorang yang melakukan suatu amalan yang salah ? contoh antum sebagai makmum, apakah antum akan diam saja jika ada orang yang salah dalam shalatnya misalkan habis ruku' tanpa i'tidal atau shalat 4 rakaat hanya 1 kali duduk tahiyyat ?
Quote:Kebenaran itu ada acuannya akhi... ada tolak ukurnya. apakah alquran sangat sulittttt sekali untuk dipahami ?
Akal yang sehat maka tidak akan sulit/kontra dengan Nash.
Sejak kapan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mencetuskan/mendklarasikan nama WAHABI. Antum kemakan omongan sama orang-orang kafir tuh.
Quote:Kalo mau selamat kembali kepada pemahaman shalafushshalih
Syukran
yg dibahas bukan lagi al-Qur'an dan Sunnah Rasul. tapi hanya pendapat ulama.
bola berselisih kembalikan kepada al-Qu'an dan Sunnah Rasul. darimana saja sumbernya yg penting sanadnya dan matanya shahih.
Bukan untuk saling mencela atau menghina.
Maqam Rasulullah SAW saja dan kedua sahabat Abubakar ra dan Umar bin Khatab ra ada didalam mesjid Nabawi .
Begitu juga maqam Nabi Ibrahim as di Pelestina, maqam Ali ra di Baghdad juga dalam mesjid.
Maqam Imam Syafii pun didalam mesjid di Mesir.
Anda sudah ke masjid nabawi ?
atau ke Mesjid Ibrahim di Palestina yang sekarang dikuasai zionis laknattulloh?
kalo belum pernah kesana gak usah comment.!!!
ga perlu kesana... didalam kitab-kitab hadits dan sirah.
bulan terlihat bulat dan permukaannya tidak rata, apakah antum harus ke bulan untuk mastikannya ?
Assalamu'alaikum ..
Terlihat jelas dr tulisan antum di atas masih menggunakan akal dan logika yg kotor, dan sampai kapanpun antum menggunakan akal seperti itu tidak akan dapat memahami ayat Allah dgn baik dan benar .
Berkenaan dgn pendapat antum tentang Syekh Muhammad bin Abdul Wahab, ana cuma bisa katakan kpd antum :
Jika antum tidak memiliki ilmu dan pengetahuan yg shahih tentang beliau rahimahullah, baiknya antum diam, karena diam itu lebih baik buat antum drpd mengeluarkan kata2 yg tidak jelas juntrungannya .
Wallahu Ta'ala a'lam
habib?????
Ustadz????
Kiyai????
ikutilah yang lebih dekat dengan ILMU..
kalo begitu pemerintah juga dholim donk.. karena hampir semua jalanan macet setiap jam berangkat & pulang kantor..
Kenapa pengajian yang dihadiri ribuan bahkan puluhan ribu jemaah diributin sih ?
kenapa bukan panggung maksiat seperti malam tahun baru yang diributkan..?
kita tidak pernah katakan bahwa pemerintah tidak bersalah, karena kurang memperhatikan kebutuhan masyarakat akan ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
akan tetapi kita tidak akan membenarkan perbuatan yang salah meskipun hal itu juga dilakukan oleh seorang pemerintah atau seorang ulama.
apakah antum akan membenarkan perbuatan merampas harta orang lain, karena pemerintah juga merampas harta rakyat melalui perpajakan?
Saya sampaikan hujjah bahwa Ulang Tahun/ Milad/Ultah/Hap py Birthday adalah Ajaran Fir'aun dalam Alkitab. bukan ajaran Nabi Yesus dan Nabi Muhammad. Maulid bukan ajaran Islam, itu ajaran Agama Syi'ah. Eh... Malah saya divonis Sesat.
Sekalian saja buat Habib bikin Maulid Nabi Ibrahim, ada dalilnya lahir tanggal 10 Muharam,lumayan proyek amplop
pemahaman jangan dijadikan masjid atau sholat tidak menghadap ke kuburan aja masih di pelintir ngalor ngidul.... sesama muslim haruse tahu kalo sholat itu ya ke kiblat... dan itupun bahasa hati karena bukan nyembah ka'bah yang di jadikan kiblat... begitu juga jika didepannya ada kuburan apakah juga terus diartikan berarti menyembah kuburan....
akhirnya yang tak baca sebenarnya kalian tak ubahnya sebagai sales kecap yang merasa diri paling bener... sedang dalaman hati sendiri menyimpan sejuta "fitenah"... ngeri... apakah kalian akan mendikte Alloh tentang bagaimana menerima ibadah atau menolak ibadah... sebagai malaikat Roqib Atit yang menulis kebaikan dan kejelekan seseorang???
TIAP MANUSIA PUNYA HATI.... hanya pribadi masing-masing yang tau "Arah hatinya" kemana.....
Masalah perkataan nukilan habib Mundzir kalian nukil dari apa?? perkataan, esay?? ... ada penterjemahan gamblang yang orang lebih mudah menerima ... seperti afalaa yatafakkaruun.. .. aq kalo ngartikan "GOBLOK TA KOEN" dimana yang kita ajak bertukar fikiran paham....
daripada nulis disini kenapa gak tabayyun aja sekalian depat ilmiah langsung ketemu yang bersangkutan... . TABAYYUN..TABAY YUN... saya kira kalian lebih bisa cari dalil dari ane tentang bab musyawarah dari pada menyebar tulisan yang malah jadi fitenah dan hujatan... Penulis yg menanggung semuanya...
Oh ya... penulis ini apa bener-bener memakai madzhab SYAFI'I dalam melaksanakan Syari'at nya??? atau GADO-GADO?? hanya untuk mencari-cari kesalahan orang saja??
Mau bukti siapa yang salah dan benar??
Maka MATILAH !!!
Ya Naby Salam 'alaika
Ya Rosul Salam 'alaika
Ya habiib Salam 'alaika
Shoalawatulloh 'alaika
Allohumma Sholly 'ala sayyidina Muhammad
(kalo mau nanggepi gak mau jawab sholawat jangan ngaku ummat Rosul)
Asslamu'alaikum ..
Sayangnya tulisan yg antum sampaikan di atas masih kurang berbobot dikarenakan masih dangkalnya (baca: jauhnya) ilmu yg antum dapatkan .
Jika antum memiliki ilmu berkenaan dgn akidah yg menyatakan boleh tidaknya sholat di masjid yg ada kuburannya, pastinya tidak akan tertuang tulisan seperti di atas .
Di bawah ini kami bawakan dalil yg menjelaskan akan hal itu , dan bisa juga sbg rujukan buat antum, yaitu:
"Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah" (QS, Al-Jinn: 18) .
Wa billahit taufiq.., Bismillahi wa sholaatu was salaamu 'ala rasullilaah ..
Kepada Saudaraku Abi Akmal, mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada antum. Antum bicara soal agama berdasarkan fikiran antum sendiri atau dalil ?
Coba antum perhatikan hadits Nabi ini :
لاَ تُصَلُّوا إِلَى الْقُبُورِ وَلاَ تَجْلِسُوا عَلَيْهَا
“Janganlah shalat menghadap kubur dan janganlah duduk di atasnya” (HR. Muslim no. 972).
Antum ngaku umat Nabi Muhammad, bagaimana dengan larangan beliau diatas. Nabi melarang sholat menghadap kubur secara umum, tapi antum bilang asal hatinya nggak nyembah kubur.
Pantes nggak sabda Nabi antum tafsirkan seperti itu ?. Bagaimana, antum nggak memahami dan menghayati Sholawat yang antum baca ?
Wassalammu'alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh.
saya jadi teringat cerita tentang dajjal. yg mampu berjalan secepat angin, mendatangkan hujan dan menghidupkan orang yg mati..takutnya ketika dajjal beneran muncul orang2 yang mengkultuskan seseorang berdasar karamah bisa jadi menjadi pengikut dajjal. karena apa mereka tidak ada ilmu sedikitpun.. taklid buta.. tidak mau menerima kebenaran walaupun jelas mereka tau itu salah.
Tiap hari berdoa minta petunjuk jalan yg lurus.. tapi setelah petunjuk itu datang mereka malah membantahnya. mau apa sebenarnya ckckc..
membuat tablig akbar..berdoa sama sambil nangis tersedu2 minta ampun pada Allah..setelah acara bubar.balik lagi kesifat aslinya..ckckc. .ketika adzan datang..masjid2 kosong..lebih senang berdoa lewat perantara orang mati daripada langsung pada Allah..lebih mencintai kuburan daripada masjid..senang membaca shalawat tapi tidak senang dengan ajaran Rasulullah..men gakunya cinta Rasulullah tapi lebih mengharapkan berkah wali/habib2..ck ck..lebih mengutamakan ridho sang wali/habib daripada ridho Allah..
RSS feed for comments to this post